SENGKETA Pilgub Kalsel, Eks Hakim MK: Paslon Suara Terbanyak Kedua Bisa Menang Temui AHY, Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf Beri Dukungan Moril untuk Demokrat AJI Biro Banjarmasin Resmi Berdiri, Kasus Kekerasan Pers Jadi Atensi  2 Petani Tapin Terjerat Sabu 9 Kg, Polda Kalsel: Jaringan Besar Terungkap! Sebelum Moeldoko, Gatot Nurmantyo Juga Mengaku Ditawari Kudeta Demokrat

1.145 Pemilih Tunanetra Kalsel Hanya Disediakan 2 Surat Suara Braille

- Apahabar.com Rabu, 10 April 2019 - 12:06 WIB

1.145 Pemilih Tunanetra Kalsel Hanya Disediakan 2 Surat Suara Braille

Ilustrasi surat suara braille. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Jelang pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel menyediakan surat suara dengan huruf braille. Ini dikhususkan bagi penyandang tunanetra yang terdata, Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Secara umum, jumlah tunanetra dalam DPT sebanyak 1.145 pemilih.

Adapun surat suara braille ini digunakan untuk pemilihan calon presiden-calon wakil presiden dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sementara, pemilihan DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kota/kabupaten tak disertai surat suara braille.

Surat suara dengan template braille ini sudah diterapkan pada Surat Keputusan KPU RI nomor 1944 tahun 2018.

“Template braille ini menggunakan kertas karton dan ada huruf braille yang timbul,” ujar Komisioner KPU Kalsel, Hatmiati kepada apahabar.com.

Namun, Hatmiati mengungkapkan bahwa penggunaan template Braille ini tidak menutup kemungkinan akan digunakan sekali pakai. Ini disebabkan persoalan teknis semata.

Baca Juga: Huruf Braille Hanya untuk Pilpres dan DPD

“Kadang kalau sering dipencet-pencet jadi tidak timbul lagi,” ujarnya.

Oleh karena itu, KPU Kalsel melakukan antisipasi dengan metode pendampingan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar memberikan panduan penggunaan surat suara braille.

Tak hanya pendampingan, Hatmiati mengungkapkan bahwa banyaknya template braille ini disesuaikan dengan jumlah TPS di Kalsel.

Perlu diketahui, tidak semua penyandang tunanetra bisa membaca huruf braille. Apalagi, huruf braille ini hanya bisa dipelajari oleh tunanetra yang bersekolah.

“Tidak serta-merta tunanetra mampu membaca braille. Oleh karena itu, jika tunanetra tidak bisa membaca braille bisa dilakukan pendampingan,” ujarnya.

Lalu dari mana informasi mengenai capres-cawapres atau calon anggota legislatif itu didapatkan para tunanetra?

Hatmiati mengungkapkan bahwa penyandang tunanetra bisa memilih berdasarkan informasi yang didapatnya dari televisi, radio, atau rapat-rapat yang dilakukan oleh komunitasnya.

Baca Juga: Akomodir Pemilih Difabel, Tunanetra Gunakan Surat Suara Braille

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Usai Sandiaga, Cuncung-Alpi Dapat Dukungan Tuan Guru Bajang
apahabar.com

Politik

4 Partai Resmi Deklarasikan Dukungan untuk Denny-Difri
apahabar.com

Politik

Pilgub Kalteng, PPP Ingin Sugianto-Habib Rujuk?  

Politik

Pilkada Banjar, Fahri Hamzah Dukung Saidi Mansyur – Habib Idrus
apahabar.com

Politik

Tim BirinMu Mentahkan Deretan Laporan Denny Indrayana, 1 Tudingan Rontok Lagi?

Politik

Ajak Warga Gunakan Hak Pilih, Ustadz Mushaffa: 9 Desember, Bismillah Coblos Jilbab Biru Nomor 4
apahabar.com

Politik

Maruarar Sirait: Gibran Figur Unik Maju Pilkada Surakarta
Kalsel

Politik

Debat Terakhir Pilgub Kalsel, Simak Sederet Penyataan Nyentrik Haji Muhidin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com