Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

2 Tambang Batu Bara RI Masuk 10 Besar Dunia, Salah Satunya di Kalsel

- Apahabar.com     Senin, 29 April 2019 - 13:33 WITA

2 Tambang Batu Bara RI Masuk 10 Besar Dunia, Salah Satunya di Kalsel

Ilustrasi tambang. Foto-KATADATA/Donang Wahyu

apahabar.com, JAKARTA – Dua tambang batu bara di Kalimantan masuk 10 besar dunia. Pertama tambang batu bara di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, tersebut sudah lebih dikenal dengan nama Tambang Sangatta.

Kedua, di posisi tepat di atas Tambang Sangatta tersebutlah Tambang Konsesi Batu Bara Tabalong milik PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melalui PT Adaro Indonesia di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang masih satu saudara sesama bursa efek dari BUMI.

Dilansir CNBC Indonesia, saat ini, tambang yang dimiliki PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC) itu sudah dikenal sebagai tambang batu bara terbesar di Kalimantan. Meskipun demikian, apakah Tambang Sangatta merupakan tambang terbesar di dunia? Berikut penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia.

Ternyata, dari sisi produksi, meskipun bukan nomor satu, benar adanya bahwa Tambang Sangatta merupakan salah satu tambang batu bara terbesar di dunia.

Situs www.sourcewatch.org menunjukkan tambang Sangatta memiliki produksi terbesar keempat terbesar di dunia, yaitu 45,5 juta ton per tahun, berdasarkan data 2013.

Posisi Sangatta berada di bawah dua tambang dari Amerika Serikat dan satu tambang lain asal Indonesia.

Di daftar tersebut, tambang dengan produksi terbesar dunia adalah Tambang North Antelope Rochelle di Cekungan Sungai Powder (Powder River Basin) di antara Montana-Wyoming milik Peabody Powder River Mining Llc (Peabody Energy).

Tambang tersebut memiliki produksi 107 juta ton per tahun, berdasarkan data 2014.

Pada posisi selanjutnya diisi oleh Tambang Black Thunder di Campbell County, Wyoming, milik Arch Coal dengan produksi 91,8 juta ton per tahun, berdasarkan data per 2014.

Setelah Tambang Konsesi Batu Bara Tabalong dan Sangatta barulah muncul negara lain, yaitu Tambang Huolinhe di China, Tambang Bogatyr di Kazakhstan, Tambang Bełchatów di Polandia, Tambang Hambach di Jerman, Tambang Garzweiler di Jerman, dan Tambang Daliuta-Huojitu di China.

Meskipun dua tambang Indonesia berada di puncak daftar tambang batu bara dengan produksi terbesar dunia, tetapi sayangnya Indonesia bukanlah negara dengan produksi terbesar.

Produksi terbesar masih dipegang China, India, Amerika Serikat, dan Australia. Di posisi kelima barulah muncul nama Indonesia.

apahabar.com apahabar.com

Baca Juga: Banjir dan Longsor Menerjang, Aktivis Lingkungan Soroti Tambang Batu Bara

Baca Juga: Pernyataan BPP Prabowo Soal Tambang Meratus

Baca Juga: Izin Usaha Kaltim Masih Dominan Sektor Pertambangan

Baca Juga: Kalsel Ingin Lepas dari Ketergantungan Batu Bara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Imbas Aksi Ambil Untung Para Investor, IHSG Ditutup Melemah 70,95 Poin
apahabar.com

Ekbis

Tahun Ini, Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Global Akan Menyusut 5,2 Persen
apahabar.com

Ekbis

IHSG Akhir Pekan Diprediksi Masih Dibayangi Sentimen Domestik
apahabar.com

Ekbis

Garuda Rumahkan Karyawan Kontrak Selama Tiga Bulan

Ekbis

Cek Harga Bawang-Telur di Pasar Sentra Antasari Saat PPKM Level IV Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

PSBB akan Diberlakukan, Pelaku Distributor Banjarmasin Jamin Sembako Aman
apahabar.com

Ekbis

WhatsApp Rilis Pusat Informasi Covid-19, Begini Isinya
apahabar.com

Ekbis

Cukup Bayar Rp 2 Juta, Yamaha Aerox Bisa Dibawa Pulang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com