Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup!

3 Kartu ‘Sakti’ Jokowi Masuk APBN 2020

- Apahabar.com Kamis, 25 April 2019 - 07:05 WIB

3 Kartu ‘Sakti’ Jokowi Masuk APBN 2020

Jokowi perlihatkan kartu ‘sakti’. Foto-Kompas.com

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah memastikan program kartu ‘sakti’ Joko Widodo (Jokowi) telah dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2020.

Saat ini pemerintah tengah membuat RUU APBN tersebut Program kartu baru tersebut adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako Murah. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Baca Juga: Prabowo Bersama Relawan Syukuran Kemenangan di TMII

Menurut dia,  tiga ‘ kartu sakti’ tersebut, telah terakomodasi di APBN 2020. Namun terkait postur anggaran, pemerintah masih mengatur skema anggarannya. “Kita sedang proses desain, di dalam proses sangat awal untuk membuat rancangan undang-undang APBN 2020. Jadi ini sedang dihitung dan desainnya dimatangkan,” ucap Sri Mulyani seperti dilansir kompas.com.

Terkait KIP Kuliah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Sosial. “Karena ada hubungannya dengan Kartu Indonesia Pintar terutama untuk kelompok keluarga miskin,” sebut Menkeu.

Sementara itu, untuk Kartu Prakerja, dia juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja. Dalam hal ini termasuk Kartu Sembako Murah karena terkait dengan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non-tunai. “Ini semua akan dibahas bersama di kementerian terkait. Presiden ingin ini cukup signifikan sehingga patut antisipasi,” kata dia.

Pada APBN 2019 pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 492,5 triliun untuk pendidikan. Alokasi tersebut antara lain digunakan untuk target 20,1 juta penerima KIP dan 471.800 mahasiswa bidik misi.

Dengan total anggaran KIP Rp 11,2 triliun dan anggaran bidik misi Rp 4,9 triliun. Sedangkan untuk vokasi, anggaran tahun ini Rp 16,8 triliun. Anggaran perlindungan sosial, pemerintah mengalokasikan dana Rp 385,2 triliun untuk target 10 juta keluarga penerima PKH dan 15,6 juta keluarga penerima bantuan pangan non-tunai (BPNT).

Adapun anggaran PKH mencapai Rp 34,3 triliun. Naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp 19,3 triliun. Sedangkan anggaran BPNT mencapai Rp 20,8 triliun.

Baca Juga: Polisi Dalami Pembakaran Surat Suara di Nduga

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Indo Barometer: Jokowi Ungguli Prabowo dengan Selisih 19,8 Persen
apahabar.com

Nasional

Wali Kota Tandatangani SK Penutupan Lokalisasi KD di Kupang
apahabar.com

Nasional

Jakarta PSBB Lagi, Operasional Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Disesuaikan
apahabar.com

Nasional

2 Jam Kebakaran di Kejagung Belum Padam, PMI Kerahkan Ambulans
apahabar.com

Nasional

Indonesia Siap Bantu China Tangani Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Dua ABK MV Vega Rose Sudah Bisa Dijenguk Tanpa APD
apahabar.com

Nasional

Opsi Reshuffle, Jokowi Peringatkan untuk Para Menteri Masih Kerja Biasa-biasa Saja
apahabar.com

Nasional

Besok, Muhyiddin Yassin akan Dilantik Sebagai PM Malaysia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com