3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Ada Jual Jasa Memviralkan Hoaks

- Apahabar.com Jumat, 5 April 2019 - 07:00 WIB

Ada Jual Jasa Memviralkan Hoaks

Ilustrasi berita hoaks. Foto-Liputan Jatim

apahabar.com, JAKARTA – Ternyata ada yang meraup keuntungan di balik hoaks atau berita bohong. Kepolisian mengendus ada jual jasa untuk memviralkan berita hoaks.

Kepala Bagian Diseminasi Biro Multimedia Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Heru Yulianto menyebut ada empat aspek seseorang membuat berita hoaks, aspek ekonomi, ideologi, provokasi, dan lelucon.

“Faktor hoaks marak karena bisa meraup uang Rp600-700 juta. Misal saya mau sebar hoaks supaya jadi viral dan masif ini ada jasa. Cukup Rp10 juta, viral cuman sehari, ini ada kita pernah ungkap,” ujar Heru seperti ditulis vinanews.com.

Dalam acara bertema ‘Millennials Tangkis hoaks Bersama Pertamina’  di Gedung PSP 3 IPB Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Heru membeberkan alasan seseorang meneruskan hoaks yang telah dibuat tadi. Dia menjelaskan, 48 persen hal itu dilakukan karena seseorang percaya berita yang dia dapat dari orang terpercaya.

Hal tersebut adalah alasan terbesar seseorang meneruskan berita bohong. Kemudian, sebanyak 31 persen melakukan hal ini lantaran mengira berita tersebut bermanfaat.

“18 persen mengira berita yang disebar itu benar. Tiga persen ingin jadi orang pertama yang menyebarkan berita,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus hoaks paling masif saat ini adalah hoaks soal Pemilu 2019. Kasus seputar kampanye hitam lewat media sosial dan memakai akun palsu.

“Hoaks dibuat orang pintar tapi jahat. Disebar orang baik tapi bodoh,” katanya lagi.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kunjungan Jokowi ke Canberra Tandai 70 Tahun Indonesia-Australia
apahabar.com

Nasional

Jerman Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 Kembali Meningkat
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bidik Puncak Bukit Sepaku Jadi Lokasi Istana yang Baru
apahabar.com

Nasional

Mahfud Md Jenguk Yusuf Mansur
apahabar.com

Nasional

Resmi Jadi WNI, Syekh Ali Jaber: I Love Indonesia
apahabar.com

Nasional

Virus Cacar Monyet Bikin Geger Singapura, Berikut Gejalanya

Nasional

Putus Rantai Covid-19, FKPPI Gerakan Nasional Bermasker
apahabar.com

Nasional

Virus Corona tak Kurangi Minat Jamaah Umroh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com