Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Amplop Laris Manis di Banjarmasin, Waspada Serangan Fajar..!

- Apahabar.com     Jumat, 12 April 2019 - 17:34 WITA

Amplop Laris Manis di Banjarmasin, Waspada Serangan Fajar..!

Ilustrasi. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Fenomena penjualan amplop meningkat drastis jelang pemilihan umum menjangkit Kota Banjarmasin, disikapi serius Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Penelusuran apahabar.com menemukan sejumlah pemilik toko-toko penjualan alat tulis mengakui orderan amplop mereka lebih banyak dibanding biasanya. Patut diduga fenomena ini berkaitan dengan praktik politik uang.

Digital Distro penjual peralatan tulis di jalan Pramuka misalnya, meraih cuan jelang pemilu. Novia, kasir Digital Distro, menyebut penjualan amplop di tokonya lumayan banyak di musim pemilu sekarang ini.

Kondisi serupa juga ditemui di Toko Ridho Plastik Jalan Mahligai Km 7, dan Toko Taat di Jalan Kuripan.

Adanya indikasi jika calon legislatif menyiapkan ‘serangan fajar’ rupanya juga diendus Bawaslu. Menurut Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar, jajarannya sudah mengantongi wilayah mana saja yang rawan money politics.

Yasar sendiri tak menampik fenomena amplop laris manis terindikasi untuk ‘serangan fajar’. Sementara sejumlah warga mengakui politik uang sudah jadi budaya.

“Kami memetakan daerah rawan politik uang. Setidaknya ada dua kecamatan di Banjarmasin perlu perhatian khusus pengawasan karena terindikasi rawan politik uang,” ucapnya kepada apahabar.com, di sela kegiatan Bawaslu di Banjarmasin, Jumat (12/4).

Dua kecamatan itu ungkap Yasar adalah Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Kecamatan Banjarmasin Tengah. Meski tak menutup ruang bahwa semua wilayah di Seribu Sungai turut berpotensi.

Baca Juga: Jelang Pemilu, Amplop di Banjarmasin Laris Manis..!!

“Indikasi ini karena menilai dari padatnya penduduk, keadaan ekonomi masyarakatnya menengah ke bawah dan pendidikan rendah. Sehingga caleg sangat mudah memengaruhi masyarakat yang berada pada indikator tersebut, jadi pembelian amplop ini bisa jadi karena mempersiapkan politik uang tersebut,” imbuhnya.

Meski bukan hanya caleg yang memerlukan amplop banyak, penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu misalnya, pihaknya akan tetap mewaspadai adanya money politics.

“Sesuai arahan Bawaslu RI, kami akan melakukan patroli pengawasan. Ini bentuk pencegahan atas tindak politik uang di masa tenang dan hari pencoblosan. Jangan terima uangnya karena kami akan menyeretnya ke ranah hukum jika kedapatan,” ungkap Yasar.

Menurutnya, masyarakat sudah mafhum soal pembelian amplop dan hubungan eratnya dengan politik uang karena sudah cukup membudaya dan dibudayakan.

Muhammad Noor warga Jalan Sungai Lulut misalnya, politik uang sudah menjadi budaya di setiap kali pemilu berlangsung.

“Terkadang masyarakatnya juga mengharapkan uang dari calegnya, sehingga ini susah dibuktikan secara langsung, karena masif,” ujarnya.

Senada dengan Muhammad Noor, Hermansyah warga Jalan Dharma Praja juga mengakui bahwa politik uang sudah menjadi budaya masyarakat menjelang pemilu.

Herman menyebut politik uang ibarat penyakit hati. Yang datang musiman saat pemilu. Sulit disembuhkan, apalagi masyarakat juga mau menerima.

“Sulit, kita ingin politik uang ini hilang, agar pemilu kita ini jadi bermartabat menghasilkan perwakilan rakyat dan pemimpin yang amanah dan bermartabat,” sebutnya.

Baca Juga: Budaya Politik Uang dari Caleg Karbitan

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cuaca Buruk, Helikopter Jokowi Batal Mendarat di Sukajaya
apahabar.com

Nasional

Firdaus, Pendiri Sekolah Jurnalistik di Banten Terpilih Jadi Ketua SMSI
apahabar.com

Nasional

Penanganan Covid-19 di Indonesia 28 April: Pasien Sembuh Naik Jadi 1.254 Orang

Nasional

JK Mengaku Miliki Hubungan Baik dengan Pimpinan Taliban, Berikut Ceritanya
apahabar.com

Nasional

Polemik Pencopotan APK: Bawaslu Kalsel: Silakan Lapor, Itu Hak TKD
apahabar.com

Nasional

Erick Panggil Mantan Komisioner KPK ke Kementerian BUMN
apahabar.com

Nasional

Hancurnya Benteng Terakhir Garis Pantai Cilegon akan Diseminarkan
apahabar.com

Nasional

Debat Ketiga, Para Kandidat Jangan Sungkan!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com