Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Antisipasi Hoaks, Netizen Diminta Selektif Terima Informasi

- Apahabar.com Senin, 1 April 2019 - 16:04 WIB

Antisipasi Hoaks, Netizen Diminta Selektif Terima Informasi

Kegiatan Ngobrol Jurnalistik di Kantor PWI Tanbu. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Ardiansyah, meminta pengguna media sosial untuk lebih selektif dalam memilih dan menerima informasi. Apalagi, informasi tersebut untuk diposting kembali di grup-grup Facebook.

“Harus selektif dalam menerima informasi. Jangan sampai info yang disebarkan itu tidak mengandung fakta, bahkan terkesan provokatif,” ujar Ardiansyah, dalam kegiatan Ngobrol Jurnalistik bertajuk “Jurnalisme Netizen di Era Millenial di Kantor PWI Tanah Bumbu, Senin (1/4/2019).

Ardiansyah juga meminta pegiat media sosial, terutama yang berposisi sebagai admin untuk mengutamakan etika dalam memosting informasi. Ia mengimbau agar netizen dapat meninjau dampak positif maupun negatif dari postingan yang akan diunggah ke media sosial.

Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Tanbu, Julian Triadana, yang juga menjadi salah satu narasumber beberapa kali menanggapi sejumlah pertanyaan dari pegiat media sosial yang hadir.

Baca Juga: Kominfo: Hoaks Meningkat Jelang Pilpres

Kebanyakan pertanyaan yang disampaikan tentang etika dalam bermedia sosial, sikap pemerintah terhadap pelaku penyebar hoaks, dan cara agar postingan tidak bersifat provokatif.

Hal lain yang menjadi sorotan dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah komunitas netizen, organisasi, dan tokoh masyarakat adalah postingan-postingan kriminal yang banyak direspon, tetapi memiliki pengaruh buruk bagi psikologi masyarakat.

“Postingan-postingan seperti orang gantung diri, pencabulan, atau pemerkosaan itu harus dilihat dampak positif dan negatifnya. Memang postingan semacam itu biasanya banyak mendapat respon, tapi dampaknya buruk bagi masyarakat,” kata Puja Mandela, anggota PWI Tanbu.

Ngobrol jurnalistik itu dihadiri beberapa komunitas dan organisasi, di antaranya Borneo Netizen, Batulicin City, Batulicin Facebook Zone, Tanah Bumbu Info, Forum Anak Daerah, Komunitas Pemuda Pecinta Alam, blogger, sejumlah guru, dan pegiat media sosial lainnya.

Baca Juga: Ada 70 Hoax Beredar Selama Januari 2019

Reporter: Puja Mandela
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Melalui Vicon, Sekda Tanbu Ikuti Penandatanganan Pedoman Pengawasan Netralitas ASN pada Pilkada 2020
Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Mau Sekolah Tatap Muka? Berikut Syaratnya
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Wajibkan Pelajar Hafal Surat Alquran, Rancangan Peraturan Bupati Tanah Bumbu Tuai Polemik
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Terima Kunjungan dari Komisi I DPRD Provinsi Kalteng
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Korban Puting Beliung Dapat Bantuan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Tanbu Keluarkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Kurban
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Pandemi Covid-19, Pelayanan Publik di Tanbu Diminta Tetap Jalan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

38 Warga Desa Bulu Rejo Tanbu Terima Bantuan BLT JPS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com