Via Pesantrenpreneur, Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Songsong Putaran Nasional Liga 3, Pemain Persemar Martapura Teken Kontrak Saingi Jembatan ‘Basit’, Banjarmasin Geber Megaproyek Pembelah Sungai Martapura Waketua DPRD Respons Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’ Fix! Sopir Batu Bara Tapin Batal Sweeping Truk Semen Tabalong

Arus Deras, Operator Dozer Kecelakaan Kapal di Perairan Tabanio Tak Kunjung Ditemukan

- Apahabar.com     Minggu, 14 April 2019 - 16:05 WITA

Arus Deras, Operator Dozer Kecelakaan Kapal di Perairan Tabanio Tak Kunjung Ditemukan

Basarnas diberi petunjuk sebelum melakukan pencarian korban. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Arus deras menjadi sebuah kendala dalam operasi Search and Rescue (SAR) korban kecelakaan pelayaran Man Over Boat (MOB) di Peraian Tabanio, Kalimantan Selatan dengan titik koordinat 03°41’18” S – 114°25’54” E, Sabtu (13/4/2019) kemarin.

“Sampai hari ini korban tenggelam tak kunjung ditemukan,” ucap Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banjarmasin, Mujiono kepada apahabar.com, Minggu (14/4/2019).

Baca Juga: Patroli Malaysia Sempat Intervensi KP Hiu Saat Amankan Dua Kapal di Perairan Indonesia

Belakangan diketahui korban bernama Rahmadiansyah, usia 23 tahun, beralamat di Komplek Borneo Indah Blok D Nomor 32 Liang Anggang, Landasan Ulin Banjarbaru.

Tim SAR, kata Mujiono, sempat melakukan penyelaman. Sayangnya, arus sangat deras. Bahkan, membuat hanyut tim SAR hanyut terbawa arus, sehingga operasi pun sempat dihentikan.

Meski demikian, TIM SAR terus berjibaku sampai 7 hari kedepan sesuai dengan Undang-undang Nomor 29 tahun 2014 tentang Proses Pencarian dan Pertolongan. Kecuali, apabila perusahaan bersangkutan meminta bantuan operasi evakuasi.
“Tapi kita masih dengan tim kemarin. Tak ada penambahan personel,” cetusnya.

Pihaknya menegaskan bahwa Basarnas Banjarmasin hanya mengevakuasi korban kecelakaan.  Terkait evakuasi Dozer, semua merupakan tanggung jawab dari perusahaan.

Sebelumnya, Peristiwa mengejutkan kembali terjadi, yakni sebuah kecelakaan pelayaran MOB di Perairan Taboneo Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (13/4/2019) kemarin.

Adapun kronologis yang berhasil dihimpun apahabar.com, sekitar pukul 09.00 WITA, Dozer beserta si operator terjatuh dari MV Vela pada saat melakukan bongkar muat batu bara.

Saat itu Dozer tersebut sedang melakukan bongkar muat dari Tongkang Sukowati 206 ke MV. Vela. Mendadak, side board sebelah kanan secara tiba-tiba roboh. Akhirnya, alat itu langsung jatuh ke laut bersama operatornya.

Adapun unsur SAR yang terlibat di lapangkan, yakni Tim Rescue Kantor SAR Banjarmasin 10 org. Dengan sarana yaitu 1 unit rescue carier, 1 unit RIB, 4 set alat selam dan peralatan SAR lainya.

Hadir pula unsur SAR lainnya, seperti halnya KPLP Banjarmasin berjumlah 11 orang personel dengan sarana KMP. 363 dan para crew MV. Vela.

Baca Juga: Konflik Nelayan di Bengkulu, Kapal Trawl Diserang!

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Soroti Ribuan Narapidana Belum Masuk Daftar Pemilih Tetap di Pilgub Kalsel
banjir kalsel

Banjarmasin

Kisruh Banjir Kalsel, Sopir Truk Keluhkan Tarif Feri Penyeberangan Sungai Alalak Milik Swasta
apahabar.com

Kalsel

Gerak-geriknya Diintai, Budak Sabu di Astambul Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
Habib Banua

Kalsel

Habib Banua Terpilih Sebagai Ketua BULD DPD RI, Begini Harapan Dewan Tabalong

Kalsel

Sempat Turun, Penerimaan Pajak Samsat Martapura Berangsur Pulih
apahabar.com

Kalsel

RS Bhayangkara Banjarmasin Terima Pasien Penderita Napza
apahabar.com

Kalsel

Tambah 108 Positif, Kalsel Perlu Kebut Penelusuran Covid-19

Kalsel

Lampaui Target, BPP Hipmi Sukses Gelar Vaksinasi di Tanah Bumbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com