BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Banyak Pejuang Demokrasi yang Tumbang Tidak Terdaftar BPJS Kesehatan

- Apahabar.com Senin, 29 April 2019 - 18:37 WIB

Banyak Pejuang Demokrasi yang Tumbang Tidak Terdaftar BPJS Kesehatan

Ilustrasi pejuang demokrasi. Foto-JPNN.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Fakta banyaknya pejuang demokrasi yang sakit hingga meninggal dunia membuka mata kita semua betapa ‘mengerikan’ Pemilu 17 April 2019.

Ironisnya lagi, beberapa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kalimantan Selatan baik yang meninggal dunia maupun mereka yang sakit tak terdaftar menjadi peserta  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.

Kepala Sumber Daya Manusia (SDM), Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Banjarmasin, Jahidah mengatakan, hanya beberapa penyelenggara Pemilu, KPU di daerah dan Bawaslu yang berinisiatif mendaftarkan KPPS ke BPJS Kesehatan.

“Hanya sebagian yang tak terdaftar. Umumnya dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah,” ujar Jahidah kepada apahabar.com, Senin (29/4).

Jahidah pun mengakui, belum mendapatkan angka persis berapa banyak anggota KPPS yang didaftarkan ke BPJS Kesehatan.

Sebab para petugas KPPS yang terdaftar menjadi peserta mandiri BPJS tidak bisa dilacak begitu saja. Sedangkan atas nama badan usaha malah sebaliknya, dengan mudah terdaftar di BPJS Kesehatan.

Kendati demikian, lanjutnya, bahwa petugas KPPS yang meninggal tapi tak terdaftar sebagai anggota BPJS, otomatis tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari pihaknya.

Khusus peserta BPJS Kesehatan, Jahidah memaparkan mekaniske, bisa menggunakan rujukan dari fasilitas kesehatan pertama, misal puskesmas atau lewat Instalasi Gawat Darurat.

“Namun kalau menentukan kondisi pasien gawat darurat atau tidak adalah dari dokter difasilitas kesehatan, bukan dari BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Makanya, ia menghimbau kepada masyarakat dengan kejadian seperti itu agar lebih sadar pentingnya memiliki jaminan kesehatan seperti peserta JKN-KIS.

“Jangan menunggu sakit terlebih dahulu baru mendaftar, kita harus sadar pentingnya memiliki jaminan kesehatan,” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga: Banyak Pejuang Demokrasi yang Tumbang Tidak Terdaftar BPJS Kesehatan

Baca Juga: KPU Banjarmasin Perjuangkan Santunan bagi Pejuang Demokrasi yang Gugur

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Lalu Lintas, Satlantas Polres Tabalong Berikan Kursi Roda Buat Korban Laka
apahabar.com

Kalsel

Sosialiasasi Perbup HSU, Polwan Polres HSU Akrabi Para Tukang Ojek
Air Bersih

Kalsel

Di Tengah Banjir, Warga Banjarmasin Bakal Kesulitan Air Bersih
Pembelajaran Tatap Muka

Kalsel

Sesuai Kalender Pendidikan, Pembelajaran Tatap Muka di Batola Dimulai 4 Januari 2021
apahabar.com

Kalsel

Dua Rumah Rusak Parah, Begini Kronologis Tongkang Tabrak Perumahan Warga di Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

Rupiah Perkasa, Harga Pertamax Cs di Kalimantan Selatan Turun
apahabar.com

Kalsel

Penyerangan di Polsek Daha, Polda Kalsel Gandeng Densus 88
Hotel Mira

Kalsel

BREAKING NEWS: Pembunuh Gadis Belia di Hotel Mira Banjarmasin Ditangkap di Desa Kapar!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com