Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Barcelona, Diktator Lapangan Hijau La Liga yang Ganas!

- Apahabar.com Minggu, 28 April 2019 - 11:22 WIB

Barcelona, Diktator Lapangan Hijau La Liga yang Ganas!

Skuat Barcelona memastikan gelar La Liga musim ini usai mengalahkan Levante 1-0 di Camp Nou, dini hari tadi. Foto-Antara

apahabar.com, CAMP NOU – Barcelona memastikan gelar La Liga musim ini. Mereka memastikan hegemoni di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Spanyol tersebut, meski masih menyisakan tiga laga lagi.

Namun, Barca seperti dikutip dari Antara, memastikan gelar tersebut berkat kemenangan atas Levante 1-0 di Camp Nou, Minggu (28/04/2019) dini hari Wita.

Tampil di hadapan 91.000 penonton, gol kemenangan Barca itu dicetak oleh sang kapten Lionel Messi, yang tampil sebagai pemain pengganti.

Messi jadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa itu, mengangkat trofi juara ke arah langit Barcelona untuk menunjukkan gelar juara liga ke-26.

Ini merupakan gelar juara liga kedelapan dalam 11 tahun terakhir, dua musim berturut-turut. Tak ada satu pun klub di Spanyol yang menyamai keperkasaan Barcelona.

Dominasi Barca dalam sepak bola Spanyol begitu ganas. Sampai surat kabar Marca baru-baru ini menggambarkan cengkeram kuat mereka di La Liga sebagai “kediktatoran” seraya menyatakan “kompetisi domestik telah menjadi zona nyaman Barcelona.”

Setelah gugup pada awal musim, di mana Sevilla dan Atletico susul menyusul dengan tim asuhan Ernesto Valverde itu di puncak klasemen La Liga.

Namun Barca mampu melesat ke puncak klasemen awal Desember lalu dan jarang sekali tergugat tim lain di puncak klasemen.

Kekalahan terakhir Barca pada awal November ketika menyerah 3-4 kepada Real Betis. Setelah kekalahan ini timbul pertanyaan mengenai pertahanan mereka yang rapuh.

Messi kemudian terusik untuk mendesak rekan-rekan satu timnya untuk memperkuat barisan belakang.

Kritik Messi berpengaruh besar. Setelah kehilangan lima poin pada 12 pertandingan pertamanya, Barca melaju tak tertahankan. Setelah dikalahkan Betis, Barca mampu memenangi 18 dari 23 pertandingan, untuk meretas jalan juara liga.

Mereka secara efektif mencampakkan Real Madrid dari perburuan gelar setelah menang 1-0 dalam El Clasico pada Maret lalu.

Hasil ini menimbulkan sakit teramat besar bagi Real Madrid yang melewati musim ini dengan suram.

Sampai-sampai harus memecat dua manajer sebelum memanggil kembali Zinedine Zidane.

Baca Juga: Gol Cepat Buyarkan Konsentrasi Laskar Antasari Muda

Baca Juga: Seleksi di Atas Lapangan Berpasir, 50 Nama Masuk Catatan Pelatih Peseban

Atletico sempat mengejar Barca, tetapi tak pernah benar-benar bisa menempel. Barca yang kian kuat mencengkeram puncak klasemen, dengan mengalahkan 2-0 tim asuhan Diego Simeone itu bulan ini berkat dua gol Messi dan Luis Suarez.

Gol-gol Messi dan Suarez menjadi pematri Barca juara. Karena duo Amerika Latin ini total telah mencetak 50 gol. Lebih banyak dari pada yang diciptakan 17 tim lainnya di La Liga termasuk Atletico.

Messi dan Suarez mungkin menjadi pemimpin di depan, tetapi Barca juga sukses mengokohkan benteng pertahanannya selama musim ini.

Dipimpin oleh penampilan konsisten Gerard Pique yang hanya absen bertanding dua kali, dan selalu bermain penuh ketika diturunkan.

Mitranya di barisan pertahanan, Clement Lenglet, telah beradaptasi sangat baik pada musim pertamanya di Barca. Demikian pula dengan rekan-rekan barunya yang lain; Arthur Melo dan Arturo Vidal.

Bahkan, Ousmane Dembele yang pernah punya masalah disiplin serius karena ketiduran dan tidak mengikuti dua sesi latihan, kini telah berubah menjadi favorit fans Barca.

Dengan gelar juara sudah di tangan dan dominasi domestik mereka tak diragukan lagi.

Tantangan utama Barca sekarang adalah meluruskan kegagalan mereka di kancah benua dengan menambahkan gelar juara Liga Champions, yang tidak pernah mereka sandang sejak 2015.

Jika mereka berhasil mengatasi Liverpool pada semifinal dan menjadi juara Eropa di Madrid pada 1 Juni, maka tidak ada seorang pun yang membantah mereka sebagai tim terbaik di Spanyol dan sejagat.

Baca Juga: Jelang GP Azerbaijan, Hamilton Akui Bakal Kesulitan Kejar Ferrari

Baca Juga: Pemanjat Indonesia Juara Dunia di China

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Piala AFF U-22: Lolos ke Semifinal, Timnas Hadapi Vietnam
apahabar.com

Sport

Pebulutangkis Pria Terbaik 2018, Marcus/Kevin Ingat Momentum Asian Games
apahabar.com

Sport

Hasil MotoGP Catalunya 2020, Latihan Bebas dan Kualifikasi, Peluang Rossi Perbaiki Posisi, Tidak Live Trans7
Ligue 1 Tanpa Penonton, Lyon Rugi 2 Juta Euro per Laga Kandang

Sport

Ligue 1 Tanpa Penonton, Lyon Rugi 2 Juta Euro per Laga Kandang
apahabar.com

Sport

Kejutan Menanti Hendra/Ahsan Usai Menangi Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019
apahabar.com

Sport

Sukses di Haornas 36, Kuntau Samudra Jaya Tatap Fornas V
apahabar.com

Sport

Persija Siapkan Langkah Antisipasi Jika Marc Klok Naturalisasi
apahabar.com

Sport

Renan Datang, Bhayangkara FC Masih Cari Legiun Asing
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com