Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

BBM Satu Harga Sentuh Ratusan Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar

- Apahabar.com     Selasa, 16 April 2019 - 14:47 WITA

BBM Satu Harga Sentuh Ratusan Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar

Pertamina menyatakan Papua memiliki hak yang sama dengan daerah lain di Indonesia mengenai harga BBM. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Program Bahan Bakar Minyak atau BBM satu harga telah menyentuh sedikitnya 124 daerah tertinggal, terluar, dan terdepan atau 3T di berbagai penjuru tanah air.

Lewat keberadaan SPBU Kompak, dengan demikian masyarakat daerah 3T mampu membeli BBM dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga: PDI Perjuangan Tempatkan Saksi di TPS Seluruh Indonesia

Menurut laporan PT Pertamina (Persero), penugaaan program BBM satu harga yang diberikan Presiden Joko Widodo itu direspon positif oleh masyarakat.

Pertamina optimistis bisa meneruskan program ini dengan baik dan mencapai target pelaksanaan BBM Satu Harga di 160 titik wilayah Indonesia.

“Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak dari BBM Satu Harga yaitu harga BBM yang dijual sesuai ketetapan pemerintah, Premium Rp6.450 per liter dan Solar Rp5.150 per liter,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, dikutip apahabar.com dari laman resmi Pertamina, Selasa (16/4).

Sampai saat ini, realisasi volume penyaluran BBM Satu Harga pada Desember 2018 yang mencapai sebanyak 88.543 KL per bulan.

Titik BBM Satu Harga tersebut tersebar di Papua sebanyak 28 titik, Kalimantan (27 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (16 titik), Sulawesi (14 titik), Maluku (11 titik) dan Jawa – Bali (4 titik).

Pada 2019, kata Fajriyah, Pertamina akan menambah titik BBM Satu Harga di Sumatera sebanyak 2 titik, Kalimantan 8 titik, Sulawesi 3 titik, Jawa & Bali 1 titik, Nusa Tenggara 11 titik, Maluku 7 titik dan Papua 4 titik.

“Pertamina senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas dan juga Kepolisian dalam pengawasan dalam pendistribusian BBM Satu Harga agar tepat sasaran serta menghindari adanya penyimpangan dan penyelundupan,” jelasnya.

Salah satu wilayah yang telah merasakan dampak BBM Satu Harga adalah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Di wilayah ini, Pertamina telah menyalurkan BBM jenis premium dan solar sebanyak 50.000 liter tiap bulannya melalui empat lembaga penyalur di Kepulauan Mentawai.

Keempat titik BBM Satu Harga tersebut terletak di Sipora Utara (PT. Rimata Saibi Jaya), Sipora Selatan (PT. Ekindo Putra Andalas), Siberut Utara (PT. Energi Saibi Jaya), dan Sipora Selatan (PT. Ekindo Putra Andalas).

Dengan adanya empat SPBU kompak dari program BBM Satu Harga ini, masyarakat di Kepulauan Mentawai dapat menikmati harga BBM yang sama dengan masyarakat di wilayah lainnya, yakni Rp 6.450 per liter untuk jenis premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar.

Pertamina menjamin ketersediaan pasokan untuk empat SPBU tersebut yang penyalurannya dilakukan setiap dua sampai tiga kali dalam sebulan.

Adapun empat SPBU di Kepulauan Mentawai tersebut, merupakan bagian dari 24 titik BBM Satu Harga yang sudah beroperasi di Pulau Sumatera. Sesuai dengan Perpres Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, harga premium dan solar di BBM Satu Harga sama di seluruh Indonesia.

Baca Juga: BBM Satu Harga Sentuh Ratusan Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rekor, Jumlah Pasien Sembuh 1.027 Orang

Nasional

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Halmahera Utara
apahabar.com

Nasional

Seorang Warga Diduga Hanyut Terbawa Banjir
Kasus Varian Omicron

Nasional

BREAKING! Satu Kasus Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Cegah Covid-19, MUI Ingatkan Umat Muslim Hindari Kerumunan
apahabar.com

Nasional

Lubang Bekas Tambang Kaltim Makan Korban Lagi!

Nasional

14 Tahun Tak Naik, Siap-Siap Tahun Depan Harga Elpiji 3 Kg Naik!
Ini Alasan Pemerintah Pilih Natuna untuk Observasi WNI dari Wuhan

Nasional

Ini Alasan Pemerintah Pilih Natuna untuk Observasi WNI dari Wuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com