Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Film

Rabu, 3 April 2019 - 07:58 WIB

Belajar Toleransi di Film ‘Bumi itu Bulat’

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Ilustrasi film 'Bumi itu Bulat'. foto-net

Ilustrasi film 'Bumi itu Bulat'. foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah pesan terdapat di film ‘Bumi itu Bulat’. Film yang akan tayang 11 April ini dibintangi oleh Rayn Wijaya, Kenny Austin, Febby Palwita, serta Matius Muchus.

Sang penggagas film ini, Christine Hakim bersama Arie Kriting mengangkat isu tentang toleransi.

Baca Juga: Melodylan, Film Perjalan Cinta Remaja

Film tersebut menceritakan tentang toleransi antarumat beragama di kalangan anak muda saat ini. Tentang bagaimana perbedaan pandangan pada suatu kepercayaan seharusnya bisa saling melengkapi.

“Kalau saya sejak awal gabung bantu terlibat, tujuannya karena di sini ada muatan toleransinya yang disampaikan. Kalau saya melihatnya, kadang berbicara toleransi itu berat, bersinggungan sama etnis SARA yang ujungnya negatif, berbobot berat,” kata Arie pada sesi jumpa pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (02/04/2019).

Padahal, ucap dia, masalah toleransi bisa hadir dalam keseharian.

“Contoh sederhana ini anak-anak (Dalam film “Bumi itu Bulat”, red.) mimpi mau tampil di ‘event’ besar sebagai grup akapela tapi terbentur toleransi,” lanjutnya.

Baca juga :  Ulasan Film: 'DreadOut', Film Horor Indonesia Pertama yang Diadaptasi dari Game

Bagi Arie, isu toleransi di Indonesia penting untuk diangkat. Apalagi saat ini masyarakat mudah terpancing oleh hal-hal sensitif seperti agama.

Menumbuhkan rasa toleransi bagi Arie tidak perlu sampai menunggu terjadinya konflik. Sikap itu bisa dipupuk sejak dini, khususnya di kalangan anak muda.

“Masa kita tunggu sampai parah sih untuk mengingatkan toleransi. Kami pernah merasakan konflik perbedaan suku, agama, dan jangan sampai merasakan itu lagi. Sekarang kan isu ke mana-mana, saya pribadi berharap bisa jadi bangsa preventif. Menurut saya harus diingatkan kembali ada mekanisme untuk meringankan pergesekan itu namanya toleransi,” jelas komika tersebut.

Sementara itu Christine Hakim mengagumi bakat Arie. “Saya baru ketemu tiga kali sudah tahu Arie Kriting cerdas. Ada hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari kita karena kita cinta NKRI,” kata Christine dikutip dari viva.

Baca juga :  Aquaman Rajai Box Office, Film Ini Raup Pendapatan Hingga 975 M

Tidak berapa lama, pemain film Eat Pray Love tersebut teringat dengan kejadian di Desa Pleret, Bantul, Yogyakarta. Christine merasa sedih membayangkan bila kejadian itu dialami oleh sanak saudaranya sendiri.

“Saya baru dapat pesan sangat memprihatinkan di daerah Bantul ada satu desa yang sejak 2015 kepala desa bikin peraturan tidak mau menerima pendatang baru beragama nonmuslim. Sedih,” kata Christine sambil menangis.

Seniman 62 tahun itu berharap lewat film ini dapat mengingatkan masyarakat tentang pentingnya toleransi sebagai sesama warga Indonesia.

“Inilah saya bergembira sekali terlibat di sini, anak-anak penerus bangsa mudah-mudahan bisa berpartisipasi aktif menjaga toleransi ini. Bagaimana juga harus mempertanggungjawabkan itu,” pungkasnya.

Baca Juga: Meriahkan Hari Film Nasional, FSB Tunjukkan Film Berkualitas

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Film

Sutradara: Kritik Film Turut Tingkatkan Kualitas Film Indonesia
apahabar.com

Film

“Bird Box” Sandra Bullock Pecahkan Rekor Netflix
apahabar.com

Film

Hari Ini Dilan 1991 Serentak Tayang di Bioskop, Cek Jadwal Nobar di Kota Anda!
apahabar.com

Film

Mulai dari MCU Hingga DCEU, Ini 10 Film yang Wajib Ditonton di 2019
apahabar.com

Film

Priyanka Chopra – Nick Jonas Akan Menikah Ala Kerajaan
apahabar.com

Film

Robin Hood 2018, Hadir dengan Sentuhan Berbeda
apahabar.com

Film

Artis Hollywood Jessica Alba Didapuk Bintangi Film Arahan Sutradara Indonesia

Borneo

Akhir November Aruh Film Kalimantan 2018 Dihelat