Begal Sadis di Gunung Kayangan Ditembak Sebelum Beraksi di Bali Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos

Brunei Darussalam Resmi Terapkan Hukuman Rajam Mati dan Amputasi

- Apahabar.com Rabu, 3 April 2019 - 20:16 WIB

Brunei Darussalam Resmi Terapkan Hukuman Rajam Mati dan Amputasi

Sultan Hassanal Bolkiah. Foto-REUTERS/Ahim Rani

apahabar.com, JAKARTA – Brunei Darussalam pada hari ini (Rabu, 3/4/2019) secara resmi memberlakukan hukum syariah yang lebih ketat, yakni hukuman rajam sampai mati untuk pelaku hubungan seks sesama jenis atau LGBT serta amputasi tangan juga kaki bagi pelaku pencurian.

Kesultanan Brunei Darussalam adalah negara Asia Timur pertama yang mengadopsi hukum syariah pada 2013 lalu secara nasional. Hukum Syariah diterapkan bertahap dan pada Rabu, 3 April 2019, hukuman ini diberlakukan ke tahap yang lebih ketat.

Baca Juga: Beda Pilihan Bisa Memicu Perceraian Hingga Pembunuhan, Berikut Datanya

Namun di sisi lain, seperti dilansir Ermol.co, hukum syariah baru telah memicu kecaman. Wakil direktur Asia di Human Rights Watch Phil Robertson mengatakan bahwa Brunei Darussalam memaksakan hukuman kuno.

 Aturan baru tersebut diberlakukan bagi warga muslim maupun non-muslim di Brunei Darussalam.

 Dalam pidato publik di perayaan Isra Miraj hari ini, Sultan Hassanal Bolkiah menyerukan ajaran Islam yang lebih kuat. Tetapi dia tidak menyebutkan hukum pidana yang baru.

 “Saya ingin melihat ajaran Islam di negara ini tumbuh lebih kuat,” katanya dalam pidato yang disiarkan secara nasional di sebuah pusat konvensi di dekat ibukota Bandar Seri Begawan, seperti dimuat Channel News Asia.

Dia mengatakan bahwa dia ingin azan dikumandangkan di semua tempat umum, tidak hanya di masjid, untuk mengingatkan orang-orang tentang kewajiban Islam mereka.

Disamping itu, dia juga menegaskan bahwa Brunei merupakan negara yang adil.

 “Siapa pun yang datang untuk mengunjungi negara ini akan memiliki pengalaman manis, dan menikmati lingkungan yang aman dan harmonis,” tambahnya.

Baca Juga: Garuda Mendarat Darurat di Sri Lanka, Penumpang Diinapkan

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Miris, Elang Bondol Gunakan Plastik untuk Sarang
apahabar.com

Nasional

Hari ini, Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Bertambah
apahabar.com

Nasional

Seekor Badak Sumatera di Kalimantan Selamat dari Jebakan
apahabar.com

Nasional

Opsi Reshuffle, Jokowi Peringatkan untuk Para Menteri Masih Kerja Biasa-biasa Saja
apahabar.com

Nasional

Di Rakernas PDIP, Jokowi Bicara Transformasi Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Besok, BI Luncurkan Uang Baru Edisi Khusus 17 Agustus
apahabar.com

Nasional

Ratusan Buruh Kalsel Siap Deklarasikan Dukung Jokowi
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 41.431, Sembuh 16.423
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com