BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Budi Ismanto Isi Seminar Jurnalistik di HUT Jurnalisia Online

- Apahabar.com Rabu, 3 April 2019 - 12:50 WIB

Budi Ismanto Isi Seminar Jurnalistik di HUT Jurnalisia Online

Pemimpin Umum apahabar.com, Budi Ismanto, saat mengisi seminar jurnalistik saat HUT Jurnalisia Online. Foto-Puja Mandela

apahabar.com, BATULICIN – Berita hoaks terus menjadi isu yang menarik untuk dibahas. Di Indonesia, isu ini juga terus menjadi topik yang tak pernah habis dibicarakan oleh masyarakat.

Isu ini juga kembali diangkat dalam dalam Seminar Jurnalistik dengan tema “Antara Produk Jurnalistik dan Berita Hoaks” yang digelar dalam rangka Hari Jadi Jurnalisia Online ke-11 di Auditorium Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Rabu (3/4/2019).

Seminar tersebut menghadirkan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, sekaligus Pemimpin Umum apahabar.com, Budi Ismanto, dan pemimpin redaksi Barito Post, Dadang Sulistya.

Di hadapan peserta seminar, Budi Ismanto, menjelaskan tentang definisi jurnalistik dan sempat membagikan pengalamannya saat menjadi wartawan televisi. Ia mengatakan, media televisi menerapkan standar jurnalistik yang tinggi untuk memproduksi berita yang akurat.

Untuk menghindari hoaks, Budi meminta peserta seminar untuk tidak langsung menerima informasi yang masuk. Akan tetapi, informasi itu harus dicek kembali di media-media lain, terutama media mainstream.

“Karena media mainstream itu menerapkan standar yang tinggi. Tidak bisa semua berita bisa masuk ke sana,” ujar Budi Ismanto.

Baca Juga: Petani Berharap Tuah Tanam Ulang Sawah Eks HPS 2018

Dadang Sulistya menambahkan, produk jurnalistik harus mengandung fakta berdasarkan peristiwa yang terjadi. Ia juga menyebut, tidak semua fakta bisa dijadikan berita. Sebab, produk jurnalistik harus memperhatikan sisi kedekatan dengan pembaca, aktual, dan objektif.

Seminar jurnalistik itu dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanbu, Ardiansyah, anggota Polres Tanbu, sejumlah organisasi, dan komunitas media sosial.

Pada kesempatan itu, juga dibuka ruang diskusi dengan sejumlah netizen untuk meminimalkan penyebaran berita hoaks di Kabupaten Tanbu.

Baca Juga: Kampanye di Masjid, MUI Kalsel: Haram

Reporter: Puja Mandela
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

4 Jam Pencarian, Pria Tenggelam Itu Ditemukan
apahabar.com

Kalsel

Pasca Pencoblosan, Banua Kondusif
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Mahasiswa Penuhi Halaman Lapas, Fauzan Saleh Teteskan Air Mata
apahabar.com

Kalsel

Cegah Sebaran Corona, Ratusan Tahanan di Banjarmasin Dirumahkan
apahabar.com

Kalsel

Imbau Warga Kalsel Terkait Corona, Lutfi: Jangan Panik

Kalsel

VIDEO: Seorang Ibu di Banjarmasin, Tega Jadikan Putrinya Budak Seks Sejak Umur 14 Tahun
Puluhan Warga Tolak Kawasan Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina

Kalsel

Puluhan Warga Tolak Kawasan Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina
apahabar.com

Kalsel

Dukung Program Entaskan Kemiskinan di Sungai Raya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com