Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!! Pecah Rekor Lagi! Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 12.818 Hari Ini

Caleg Tersandung Money Politics di Banjarmasin, Gerindra Pasrah!

- Apahabar.com Jumat, 19 April 2019 - 17:01 WIB

Caleg Tersandung Money Politics di Banjarmasin, Gerindra Pasrah!

Ilustrasi politik uang. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Empat calon legislatif atau caleg di Banjarmasin tersandung kasus money politics jadi perbincangan hangat belakangan waktu ini.

Sejumlah partai politik pengusung caleg tersebut memilih pasrah, salah satunya yang berhasil dikonfirmasi adalah Gerindra.

Baca Juga: Sosok Empat Caleg Terindikasi Money Politics di Banjarmasin

Selain Gerindra, sebelumnya, juga ada beberapa tiga parpol pengusung keempat caleg yang diduga berlaku culas tersebut.

Soal ini, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel, HM Lutfi Saifuddin tak menampik adanya caleg dari partainya yang terindikasi money politics. Ia pun turut menyesalkan.

“Ke depannya kami berharap tidak ada lagi hal hal seperti ini terjadi. Kami sangat menyesalkan kader partai kami berbuat politik uang dalam pemilu,” kata Lutfi.

Meskipun menyesalkan, Lutfi tetap menyerahkan persoalan ini kepada pihak berwenang; KPU, Bawaslu dan Gakkumdu.

Gerindra, kata dia, menunggu keputusan yang dijatuhkan oleh Bawaslu dan Gakkumdu untuk caleg yang kedapatan melaksanakan tindak pidana pemilu.

“Caleg itu (MS) tidak ada jabatan, hanya terdaftar sebagai anggota biasa saja,” tutur Lutfi.

Dari penelusuran media ini, MS dimaksud merupakan caleg Partai Gerindra untuk DPRD Prov Kalsel Dapil 1. Menurut Bawaslu, saat ini MS berstatus terlapor.

Bawaslu sendiri menemukan barang bukti uang pecahan Rp50-100 ribu yang diduga dibagikan oknum tim sukses para caleg itu kepada warga setempat.

Jika dinyatakan bersalah melakukan politik uang, kata Lutfi maka pihaknya bakal mengambil tindakan yang diperlukan untuk menggiring caleg itu keluar dari partai Gerindra.

“Kami menunggu saja bagaimana hasilnya dari Bawaslu dan Gakkumdu. Baru bisa menentukan tindakan apa yang diperlukan,” katanya.

Selain MS, masih ada tiga caleg lagi yang terindikasi money politics, yakni satu untuk DPRD Banjarmasin Dapil 3, dan dua caleg untuk DPRD Banjarmasin Dapil 1.

Keempat oknum caleg yang dinilai mengambil langkah praktis itu menyebarkan selembaran berisi foto, nomor urut dan partai caleg. Ajakan mencoblos tentu tidak ketinggalan dalam selembaran itu.

Soal ini, Bawaslu Banjarmasin segera memanggil empat calon legislatif atau caleg yang terindikasi melancarkan politik uang atau money politics di Banjarmasin.

Rencana tersebut terungkap usai rapat pleno bersama Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Banjarmasin, Kamis (18/4) kemarin.

Selain itu, terungkap pula status empat caleg tersebut naik menjadi terlapor, dan saksi.

Kepada apahabar.com, anggota Komisioner Bawaslu Banjarmasin Subhani membenarkan adanya peningkatan status.

“Keempatnya akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” ucapnya, sore tadi.

Baca Juga: Dikecewakan Caleg, Saksi TPS Partai Perindo ke Bawaslu

Reporter: Tim apahabar.com
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menhan: Saya Sedih, yang Terjerat Kasus Makar itu Senior-Junior Saya
apahabar.com

Nasional

Polri-TNI Terjunkan 9 SSK Amankan Kerusuhan di Manokwari
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin Serukan Rekonsiliasi Nasional Pasca-Pemilu 2019

Nasional

Subhanallah, Bayi Prematur Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kemenkes: Belum Ada Kasus Positif Corona di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Satu Pelatih Ditetapkan Tersangka, Ketua PSHT Bakal Kumpulkan Semua Pengurus
Edhy Prabowo

Nasional

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Intip Harta Kekayaannya
apahabar.com

Nasional

Motor Listrik Jokowi Akan Dilelang di Konser Virtual Bimbo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com