Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Curhat di Puncak Harsiarnas ke 86, Paman Birin: Saya Terinspirasi Jokowi

- Apahabar.com Senin, 1 April 2019 - 13:16 WIB

Curhat di Puncak Harsiarnas ke 86, Paman Birin: Saya Terinspirasi Jokowi

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor ketika memberikan sambutan di puncak Harsiarnas ke 86. Foto-Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Di puncak Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke 86, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor menceritakan seluk-beluk Provinsi Kalsel dan Banjarmasin.

“Banjarmasin ini lebih tua satu tahun dibandingkan Jakarta,” kata Paman Birin –sapaannya-.

Menurutnya, Kalsel juga merasakan penjajahan oleh Belanda selama kurang lebih 350 tahun. Tak bedanya dengan Jakarta. Hanya saja Kalsel lebih lamban secara pembangunan dibandingkan Jakarta.

“Karena Jakarta itu sebagai Ibu Kota,” ucapnya.

Paman Birin mengaku sangat mengagumi sosok Presiden Joko Widodo dalam menjadi seorang pemimpin. Terlebih dalam memajukan Provinsi Kalimantan Selatan. Itu dibuktikan dengan cara kepemimpinan yang langsung terjun ke masyarakat.

“Begitulah yang diingatkan Presiden Jokowi saat pelantikan di Istana Kepresidenan,” kenangnya.

Baca Juga: Harsiarnas ke-86; Ketua KPI Puji Pariwisata Kalsel

Baca Juga: Harsiarnas ke 86, Gubernur Kalsel: Tingkatkan Pengawasan Media Mainstream

Terkait Harsiarnas ke 86 di Kalsel, Paman Birin mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari tak lepas dari fungsi penyiaran, yakni menyampaikan misi dari generasi ke generasi akan datang. Jangan sampai selalu menyampaikan informasi kontroversi dan provokatif.

“Maka itu yang akan merusak generasi,” cetusnya.

Menurutnya, di tengah kemajuan teknologi informasi, maka sangat susah dalam melakukan pengawasan.

“Di sinilah peran dari penyiaran. Namun tetap media penyiaran yang terdepan,” jelasnya.

Pemprov Kalsel, kata dia, sangat mendukung KPI dalam melakukan pembinaan. Terlebih, media penyiaran lokal sangat efektif mengembangkan budaya lokal. Sehingga tak tergerus oleh zaman.

Kemudian, sambung dia, sebagai filter menghadapi suasana yang tak sesuai dengan karakter bangsa.

Dia berharap di momen ini, KPI bukan hanya memperkuat kelembagaan, tapi sebagai momentum bertukar informasi dan pembinaan terhadap lembaga penyiaran.

Baca Juga: KPI Gelar Bimtek Sekolah P3SPS di Banjarmasin

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

KPU Tapin Garansi 469 Petugas PPDP Bebas Covid-19 Saat Coklik
apahabar.com

Kalsel

BBM Subsidi Sering Langka di Kalsel, Hiswana Migas: Timpang dengan Jawa
apahabar.com

Kalsel

Bersilaturahmi dengan Wartawan, Kapolres Banjar Cerita Pengalaman Pahit Diwawancarai
apahabar.com

Kalsel

Operasi Patuh Intan 2020 Saat Pendemi Ala Polres HSU
apahabar.com

Kalsel

Abaikan Masa Sanggah, 262 Pelamar Tak Bisa Ikut Tes CPNS Kota Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Gelar Razia, Polres Banjar Jaring Ratusan Pengendara  
apahabar.com

Kalsel

Pelantikan DPRD Kalsel: Akses Jalan Ditutup, 3 Mobil Lapis Baja Disiagakan
apahabar.com

Kalsel

Hindari Kampanye Terselubung, Bawaslu Banjar Imbau Hormati Haul Sekumpul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com