BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar Fakta Sejarah Jembatan Barito: Sempat Ingin Diberi Nama Soeharto hingga Terpanjang di Asia Tenggara Menang Dua Game, Ganda Putra Indonesia Marcus/Kevin Gilas Pasangan Inggris Raya JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli

Denda Berkendaraan Sambil Merokok di Negara Luar Lebih Berat

- Apahabar.com     Jumat, 5 April 2019 - 06:30 WITA

Denda Berkendaraan Sambil Merokok di Negara Luar Lebih Berat

Ilustrasi berkendaraan sambil merokok. Foto-Detik Health

apahabar.com, JAKARTA – Larangan berkendaraan sambil merokok sudah lama berlaku di luar negeri. Bahkan sanksinya jauh lebih berat ketimbang pemberlakuan hal serupa di Indonesia.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menyebut beberapa negara sudah menerapkan aturan denda ini, seperti di Inggris, Skotlandia, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Afrika Selatan.

“Di Inggris dikenai denda 50 poundsterling atau Rp1,1 juta. Di Skotlandia dua kali lipatnya 100 Pounsterling atau Rp2,2 juta,” urai Djoko seperti ditulis detikcom.

Sementara di Malaysia per 1 Januari 2019 berlaku larangan merokok diperluas, di restoran kantor pemerinntah, bioskop, taman, rumah sakit, sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, ruang ber AC.

Singapura larangan merokok tak kalah ketat. Orang hanya boleh merokok dalam mobil dengan jendela yang ditutup, jadi asapnya tidak boleh keluar dari mobil. Bila asap keluar mobil baru pengendara kena denda.

Di Indonesia sendiri, bagi pengendara yang melanggar ketentuan larangan merokok dikenakan denda Rp750.000 atau kurungan paling lama 3 bulan sesuai yang diatur dalam pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Lebih lanjut, aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi saat berkendara seperti merokok berpotensi menimbulkan bahaya. Kesadaran dari masing-masing pengguna jalan dirasa perlu dimunculkan lewat aturan.

“Adanya aktivitas lain seperti merokok tentu mengganggu konsentrasi. Kemungkinan besar menyebabkan terjadi kecelakaan lalu lintas serta membahayakan dirinya juga pengguna jalan lainnya,” pangkas Djoko.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Haul Abah Guru Sekumpul Memang Fenomenal, Ini Faktanya
apahabar.com

Nasional

Situng KPU 67,28%: Jokowi-Ma’ruf 56,25%, Prabowo-Sandi 43,75%

Nasional

Siap-Siap, Pemerintah Segera Buka Pendaftaran CPNS 2021
apahabar.com

Nasional

Pliisss..Taati Protokol Kesehatan, Tangis Haru Tenaga Medis

Nasional

Oknum Polri Peras Kepala Daerah, Jokowi: Laporkan!
apahabar.com

Nasional

Mirip ‘Senjata’ Pria, Markisa di Batola Bikin Heboh
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Pastikan Tidak Ada Penutupan Jalan di Jakarta
apahabar.com

Nasional

KBRI Beijing Imbau WNI di China Pulang ke Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com