BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Denda Berkendaraan Sambil Merokok di Negara Luar Lebih Berat

- Apahabar.com Jumat, 5 April 2019 - 06:30 WIB

Denda Berkendaraan Sambil Merokok di Negara Luar Lebih Berat

Ilustrasi berkendaraan sambil merokok. Foto-Detik Health

apahabar.com, JAKARTA – Larangan berkendaraan sambil merokok sudah lama berlaku di luar negeri. Bahkan sanksinya jauh lebih berat ketimbang pemberlakuan hal serupa di Indonesia.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menyebut beberapa negara sudah menerapkan aturan denda ini, seperti di Inggris, Skotlandia, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Afrika Selatan.

“Di Inggris dikenai denda 50 poundsterling atau Rp1,1 juta. Di Skotlandia dua kali lipatnya 100 Pounsterling atau Rp2,2 juta,” urai Djoko seperti ditulis detikcom.

Sementara di Malaysia per 1 Januari 2019 berlaku larangan merokok diperluas, di restoran kantor pemerinntah, bioskop, taman, rumah sakit, sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, ruang ber AC.

Singapura larangan merokok tak kalah ketat. Orang hanya boleh merokok dalam mobil dengan jendela yang ditutup, jadi asapnya tidak boleh keluar dari mobil. Bila asap keluar mobil baru pengendara kena denda.

Di Indonesia sendiri, bagi pengendara yang melanggar ketentuan larangan merokok dikenakan denda Rp750.000 atau kurungan paling lama 3 bulan sesuai yang diatur dalam pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Lebih lanjut, aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi saat berkendara seperti merokok berpotensi menimbulkan bahaya. Kesadaran dari masing-masing pengguna jalan dirasa perlu dimunculkan lewat aturan.

“Adanya aktivitas lain seperti merokok tentu mengganggu konsentrasi. Kemungkinan besar menyebabkan terjadi kecelakaan lalu lintas serta membahayakan dirinya juga pengguna jalan lainnya,” pangkas Djoko.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Ridwan Saidi Bilang Jutaan Orang Sambut Habib Rizieq Tiba-tiba Petir Menggelegar, Ucapan ‘Babe’ Terbukti!
apahabar.com

Nasional

Menpora Imam Nahrawi Katakan Akan Patuh Terhadap Masalah Hukum
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Berikan Data Sejujurnya dalam Sensus Penduduk 2020
apahabar.com

Nasional

Politikus PDIP: Damai dengan Covid, Tak Berarti Negara Gagal
apahabar.com

Nasional

George Floyd, Kematiannya di Tangan Polisi Gemparkan AS
apahabar.com

Nasional

Cegah Hoaks, WhatsApp Batasi Forward Pesan 5 Kali 
apahabar.com

Nasional

Rais Aam PBNU Kunjungi Kalsel, Tinjau Kesiapan Muktamar NU?
apahabar.com

Nasional

Jakarta Lockdown dan Warga Luar Harus Izin, Polisi: Informasi Itu Hoaks
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com