UPDATE Laka Maut Tewaskan Ibu-Bayi di Bati-Bati Tanah Laut, Berakhir Damai Pengamanan Berlapis Kawal Rekapitulasi PSU Kalsel Tingkat Provinsi Kapolri Bidik Puluhan IUP Diduga Bodong di Kalsel, Dinas ESDM No Comment Breaking News! Gunung Bugis di Kaltim Membara Lagi Jelang MotoGP Jerman 2021, Momen Marc Marquez Meramaikan Barisan Depan

Diciduk di Pembatuan, PSK Ngaku Sekali ‘Sodok’ Rp 200 Ribu

- Apahabar.com Selasa, 9 April 2019 - 19:49 WIB

Diciduk di Pembatuan, PSK Ngaku Sekali ‘Sodok’ Rp 200 Ribu

Ada tiga PSK diamankan Satpol PP dari eks lokalisasi Pembatuan, Selasa (9/4) siang. Satpol PP Banjarbaru for apahabar

apahabar.com, BANJARBARU – Upaya pemberantasan praktik pelacuran di Pembatuan, Landasan Ulin, Banjarbaru terus berlanjut.

Terbaru, tiga pekerja seks komersial tertangkap basah oleh Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Banjarbaru saat menjajakan diri.

Selasa (9/4) siang tadi, Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhaen Rahman membuktikan benar janjinya untuk bersih-bersih praktik pelacuran di Kota Idaman, terhitung sejak April 2019 ini.

Baca Juga: Menjelang Pemilu, Harga Gas Melon Hingga Rp35 Ribu

Tiga orang perempuan yang diciduk berinisial SM (49), ML (30) dan RH (36). Mereka diciduk di depan sebuah toko di eks lokalisasi tersebut. Saat dimintai keterangan, ketiga mengaku mematok tarif Rp 200 ribu untuk sekali ‘sodok’.

“Dari pengakuan mereka, setiap hari itu ada saja tamu yang datang. Paling tidak setiap hari mereka melayani tamu satu orang,” terang Marhaen Rahman didampingi PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat kepada apahabar.com.

Menurut, Marhaen masyarakat sekitar resah akan keberadaan mereka sehingga memilih melaporkannya ke Pol PP.

“Kami tindaklanjuti laporan masyarakat sekitar. Memang benar masih ada praktik prostitusi terselubung di eks lokalisasi Pembatuan ini. Ketiganya sudah kami amankan di kantor,” jelas dia kepada apahabar.com.

Sebelum mengaku sebagai PSK, ketiganya rupanya sempat berkilah. Kepada petugas mereka mulanya tak mengaku masih berusia di bawah 40 tahun dan berasal dari Kalsel. “Ada juga yang dari Jatim,” paparnya.

Lantas sejak kapan mereka menjajakan diri di Pembatuan?

Masih dari pengakuan ketiganya, mereka sudah berada di eks lokalisasi itu sepekan hingga sebulan lamanya.

“Kalau dari data kami mereka memang pemain baru. Secara usia, ini termasuk yang lebih muda, karena biasanya umur mereka di atas 40 tahun,” terangnya.

Untuk proses selanjutnya, tiga PSK ini dipastikan akan menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Banjarbaru, Kamis (11/4) nanti.

Baca Juga: Pasca Longsor di Pumpung, Ini Langkah yang Akan Diambil

Penulis : Zepi Al Ayubi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

HUT ke-20 DWP HST, Sekda Minta Para Istri Dukung Suami
BMKG

Kalsel

Kalsel Berpayung Awan, BMKG: Waspada Kebakaran Hutan
TPS di Banjarbaru

Kalsel

Dihantam Angin Kencang, TPS di Banjarbaru Porak Poranda
apahabar.com

Kalsel

Polisi Belum Pecahkan Misteri Temuan Mayat Orok di Sungai Martapura
Donor Apheresis

Kalsel

Buruan! Donor Apheresis untuk Pasien DBD di Banjarmasin
Poltek Batulicin

Kalsel

Poltek Batulicin Gelar Sidang Senat Terbuka Wisuda D3 Pertama
apahabar.com

Kalsel

Pemkab HST Jamin Masyarakat Bebas dari Intervensi Perusahaan Pertambangan
apahabar.com

Kalsel

PSBB Dimulai, Batola Masih Tekankan Sosialisasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com