3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Dishub Banjarmasin Sambut Larangan Merokok di Atas Motor

- Apahabar.com Jumat, 5 April 2019 - 18:58 WIB

Dishub Banjarmasin Sambut Larangan Merokok di Atas Motor

Ilustrasi merokok di atas kendaraan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin merespon larangan merokok di atas kendaraan. Larangan mengacu Peraturan Menteri Perhubungan RI nomor 12 Tahun 2019.

“Kami mendukung untuk keselamatan, dan membenarkan bahwa merokok itu pasti menganggu konsentrasi pengendara,” terang Kepala Dishub Banjarmasin, Ichwan Nor Chalik kepada apahabar.com, Jumat (5/4).

Meski begitu, peraturan melarang pengemudi melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi ini belum sampai ke Banjarmasin.

Chalik mengaku bahwa belum mendapatkan salinan peraturan menteri yang mengatur tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor untuk kepentingan masyarakat.

“Kami belum mendapatkan Permen itu. Nanti kami akan tunggu instruksi dari kementerian untuk sosialisasi,” ujarnya. Ichwan menjamin Dishub Banjarmasin menyambut baik serta mendukung penuh kebijakan ini.

Terkait pengaplikasian Permen, nantinya Dishub Banjarmasin bakal berkoordinasi dengan jajaran kepolisian. Itu berkaitan dengan penindakan di lapangan.

“Mau bagaimana pun menghentikan kendaraan itu wewenangnya ada di kepolisian,” ujarnya.

Permen nomor 12 tahun 2019 tersebut mengatur tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Butir pasal dalam aturan itu menyebut pengendara sapeda motor dilarang merokok sambil berkendara. Jika konsentrasi berkurang khawatirnya mengganggu keselamatan di jalan raya.

Bagaimana jika melanggar? Mengacu payung hukum tersebut akan dikenakan denda Rp750 ribu, atau kurungan penjara selama 3 bulan.

Resmi digulirkan sejak 11 Maret 2019 lalu, larangan ini sudah berjalan di wilayah hukum Polda Metro Jaya atau DKI Jakarta.

Di sana penindakan yang dilakukan sudah berhasil menjaring beberapa pengendara roda dua. Saat melakukan penindakan sesuai pasal 283 itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berhasil menindak 652 kasus pelanggaran.

Baca Juga: Berkendara Sambil Merokok Kini Kena Tilang, Berikut Sanksinya

Baca Juga: Denda Berkendaraan Sambil Merokok di Negara Luar Lebih Berat

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Basarnas Banjarmasin Asah Kemampuan
apahabar.com

Kalsel

Stagnan 153 Kasus, Kusan Hulu Penyumbang Terendah Covid-19 di Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Bea Cukai Banjarmasin Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 5,2 M, Termasuk Sex Toys
apahabar.com

Kalsel

Habiskan Puluhan Juta, Intip Gapura Cinta Negeri Ala Warga Kenanga Putri Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Halo Warga Banjarmasin, Duta Mall Bakal Gelar Expo Otomotif
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Pasar Malam Eks Bajuin Plaza Eksodus ke RTH Hasan Basri
apahabar.com

Kalsel

Disahkan DPRD, APBD Kalsel 2020 Rp6,9 Triliun
apahabar.com

Kalsel

Ruko Kacamata di Martapura Nyaris Ludes Terbakar, Warga Pesayangan Panik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com