Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang

Dituding Pecah, PWNU Kalsel Bantah Hanya 49,3 Persen Dukung Jokowi-Ma’ruf

- Apahabar.com Sabtu, 20 April 2019 - 14:28 WIB

Dituding Pecah, PWNU Kalsel Bantah Hanya 49,3 Persen Dukung Jokowi-Ma’ruf

KH Ma’ruf Amin saat menghadiri hari lahir NU ke-93. Foto-dok/apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Taufik Arbain menyebutkan suara Nahdlatul Ulama Kalsel pecah di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 kemarin.

Meskipun beberapa pekan sebelumnya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan (Kalsel) secara terang-terangan mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon (Palson) nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

“Begitu juga dengan suara Muhammadiyah,” ucap Taufik Arbain kepada apahabar.com, Sabtu (20/4/2019).

Berdasarkan survei, kata dia, peta pemilih NU hanya mencapai 49, 3 persen ke Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf dan sisanya 45 persen merapat ke kubu 02 Prabowo-Sandi.

“Perihal lain juga bisa dilihat dari pergerakan partai politik di Kalsel yang malu-malu mengkampanyekam Paslon presiden,” ujarnya.

Ia mengatakan, pernah menyampaikan bahwa adanya kejadian luar biasa yang akan mengganggu pergerakan dukungan. Nyatanya, jelas dia, beredarnya dukungan Ustadz Abdul Somad (UAS) kepada Prabowo-Sandi yang kian masif, sehingga antara kedua tim sukses berebut framing ke publik.

“Sekalipun partai penyokong paslon 01 mencoba mmenggiring. Tetapi, tertahan oleh isu nasioanal yang menohok rasa keagamaan pemilih banua. Isu khilafah secara nasional justru menjadi bumerang bagi pemilih Kalsel,” cetusnya.

Fenomena pecahnya suara NU di Kalsel, sambung dia, membuktikan ihwal ikatan emosional keorganisasian mampu dikalahkan oleh emosional keagamaan yang lebih besar dan rasionalitas menuju sebuah  perubahan.

Meski demikian, tegas dia, yang perlu diapresiasi yakni partisipasi politik masyarakat Kalsel mencapai 80 persen. Bahkan, sampai-sampai surat suara habis untuk meng-cover pemilih yang tidak hanya menggunakan KTP elektronik.

Sementara itu, Ketua PWNU Kalsel, Abdul Haris Makkie mengungkapkan, sangat menghargai hasil survei tersebut karena merupakan produk akademik. Namun, ia menegaskan, PWNU Kalsel secara struktural sudah jelas mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres kemarin.

“Dari awal kita kan bukan partai politik. Lantaran ada kader NU yang mencalonkan diri, maka sebagai anak kita akan mendukung,” ucapnya.

Ia pun mempertanyakan, yang dimaksud kader NU yang mana. Menurutnya, jangan sampai terjadi perpecahan di Internal NU sendiri.

Baca Juga:  Dukungan PWNU Kalsel ke KH Ma’ruf, Bagai Anak dan Ayah

Baca Juga: Kalsel Memilih, Uhaib: Bukan Semata “The Ulama Effect”

Baca Juga: Banyak Hoaks Serang KPU, Menkominfo Tak Tinggal Diam

Baca Juga: Prabowo Minta Pendapat Soal Tambahan Ahmad di Depan Namanya

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dua Tewas dari Kecelakaan Bus Kramat Jati Jakarta-Surabaya
Ambil Paksa Jenazah

Nasional

Ngamuk, Puluhan Orang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Brebes
apahabar.com

Nasional

Ketum PP Muhammadiyah: Idul Fitri Momentum Merekatkan Persaudaraan Pasca Pemilu 2019
Emak-Emak Ngamuk

Nasional

Viral, Emak-Emak Ngamuk di Sarang Judi: Hancur Rumah Tangga Gegara Ini..
apahabar.com

Nasional

Laskar Merah Putih Jakbar Bulat Dukung Jokowi-Ma’ruf

Nasional

Awal Tahun, Garuda Terbang dari Halim
apahabar.com

Nasional

Kongres I SMSI, Pemilihan Ketum Jadi Agenda Utama
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Kepala Daerah dan Satgas Serius Tangani Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com