Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

El Nino April-September, Kaltara Andalkan Satgas dan MPA

- Apahabar.com Kamis, 18 April 2019 - 14:19 WIB

El Nino April-September, Kaltara Andalkan Satgas dan MPA

Ilustrasi kebakaran hutan. Foto-BBC.com

apahabar.com, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) membentuk Satuan Tugas (Satgas) pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di setiap kabupaten dan kota yang melibatkan sejumlah instansi teknis terkait. Di provinsi termuda itu, Malinau dan Bulungan jadi daerah paling rawan Karhutla.

Selain itu, melalui Dana Bagi Hasil (DBH) akan diberikan bantuan sarana-prasarana untuk pengendalian Karhutla untuk setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Menurut, Kepala Dishut Kaltara Syarifuddin, tak hanya satgas, posko pengendalian karhutla juga dibentuk.

“Ini didasarkan pada Inpres (Instruksi Presiden) No. 11/2015, tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan serta peraturan terkait lainnya,” kata Syarifuddin, dikutip apahabar.com dari Humas Pemprov Kaltara, Kamis (18/4).

Sedangkan untuk DBH, teranggarkan sekitar Rp8 miliar untuk bantuan sarpras pengendalian karhutla pada setiap KPH di Kaltara.

Sarpras itu, di antaranya mobile slip on, mesin pompa portabel, selang pemadam karhutla, peralatan dan perlengkapan petugas pemadam, drone, alat komunikasi dan motor trail.

“Untuk prosesnya, saat ini masih proses lelang,” ungkapnya.

Baca Juga: Greenpeace Bantah Klaim Tak Ada Kebakaran Hutan Selama 3 Tahun

Tak itu saja, Dishut juga akan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Perannya, yakni mengantisipasi dan mencegah terjadinya karhutla di Kaltara.

“Nanti, setiap KPH memiliki 2 regu MPA. Tiap MPA, beranggotakan 15 orang,” jelasnya.

Lebih jauh, berdasarkan hasil patroli identifikasi serta pengambilan titik hotspot menurut peta rawan kebakaran hutan, untuk Kaltara, daerah yang benar-benar rawan karhutla adalah Bulungan dan Malinau.

“Kerawanannya, karena kedua wilayah ini lahannya kering juga kelalaian manusia,” tuturnya.

Sebagai informasi, langkah antisipasi Dishut tersebut merupakan tindak lanjut dari Radiogram Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terkait peningkatan upaya pengendalian karhutla di Indonsia.

Isi radiogram tersebut, antara lain prediksi Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) bahwa el Nino pada Maret 2019 merupakan el Nino lemah.

Sementara, pada April dan September 2019 diprediksi akan terjadi el Nino moderat. El Nino sendiri, menyebabkan musim kemarau semakin kering sehingga karhutla akan semakin mudah terjadi.

Baca Juga: Kaltim Lebih Dulu Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Rp 12 miliar dari APBN untuk Jalan Lingkar Perbatasan
apahabar.com

Kaltara

Toko di Perbatasan Indonesia-Malaysia Ditarget Rampung Akhir Tahun
apahabar.com

Kaltara

Realisasi Investasi Asing di Kaltara, Gubernur: Utamakan TK Lokal
apahabar.com

Kaltara

Sumur Bor Jadi Solusi Kekurangan Air Bersih di Kaltara
apahabar.com

Kaltara

BPK Datang, Kepala OPD di Kaltara Dilarang Bepergian
apahabar.com

Kaltara

Ekspor Non Migas Kaltara ke India Naik 157,87 Persen
apahabar.com

Kaltara

Bulan Depan, PLTMG Gunung Seriang Ditarget Beroperasi
apahabar.com

Kaltara

2 Sektor Penopang Perekonomian Kalimantan Utara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com