Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya Ultah Ke-4, Kelompok Garis Keras Bartman Ultras 1988 Menolak Perbedaan

Harsiarnas ke-86 di Kalsel, Don Bosco Salamun : Penyiaran Indonesia Berada di Persimpangan Jalan

- Apahabar.com Senin, 1 April 2019 - 16:23 WIB

Harsiarnas ke-86 di Kalsel, Don Bosco Salamun : Penyiaran Indonesia Berada di Persimpangan Jalan

Ilustrasi penyiaran. Foto-Geotimes

apahabar.com, BANJARMASIN – Di Hari Penyiaran Nasional ke – 86, Pimpinan Redaksi Metro TV, Don Bosco Salamun menilai tantangan dunia penyiaran di Indonesia berada di persimpangan jalan.

“Di persimpangan jalan macam apa? Ya, kita harus berhadapan dengan media baru yang kecenderungan dan sangat efektif digunakan oleh kalangan milineal,” ucapnya di hadapan awak media, Senin (1/4/2019).

Meski demikian, kata dia, dunia¬† penyiaran mesti berbangga lantaran telah dihargai oleh negara, yakni dengan ditetapkannya Hari Penyiaran Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres).”Sekian lama menunggu setelah 80 tahun lamanya,” jelasnya.

Baca Juga: Harsiarnas ke-86; Ketua KPI Puji Pariwisata Kalsel

Baca Juga: KPI Gelar Bimtek Sekolah P3SPS di Banjarmasin

Pada saat yang sama, sambung dia, dunia penyiaran mesti handal untuk menghadapi berbagai hoax atau berita bohong yang disampaikan publik kepada masyarakat. Dunia penyiaran mesti lincah, cerdas dan lebih baik kedepannya.”Kita tak boleh ketinggalan dari media baru,” tegas dia.

Terkait apakah perlu regulasi untuk melakukan kontrol terhadap media baru, Ia mencontohkan di beberapa negara maju. Menurutnya, di sana regulasi terkait keberadaan media baru belum terlalu komplit . Tapi, negara tersebut secara perlahan melakukan addendum apabila media baru menyebarkan berita hoax, maka negara memberikan denda yang sangat besar.

“Saya kira di Indonesia perlu ada regulasi semacam itu dan ada sanksi tegas agar masyarakat tak terpecah belah oleh media baru yang tak bertanggung jawab,” ujarnya.

Mengingat, tegas dia, tugas media sangatlah berat yakni merawat kebhinekaan. Dengan cara menyediakan konten yang bisa dipertanggung jawabkan, akurat, kredibel dan mendidik masyarakat.

Baca Juga: Curhat di Puncak Harsiarnas ke 86, Paman Birin: Saya Terinspirasi Jokowi

Baca Juga: Harsiarnas ke 86, Gubernur Kalsel: Tingkatkan Pengawasan Media Mainstream

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

China Dominasi WNA di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Beri Pemahaman Covid-19, Polda Kalsel Sasar Ribuan Siswa
apahabar.com

Kalsel

Dishub Banjarmasin Sambut Larangan Merokok di Atas Motor
apahabar.com

Kalsel

Momen Natal, Warga “Serbu” Lapas Teluk Dalam Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Dewan Pertanyakan Lahan Eks SD Melayu 2 Banjarmasin, Zainal: Kok Bisa Jadi Akses Jalan?
apahabar.com

Kalsel

60 Panwascam Banjar Dilantik, Berikut Daftar Namanya
apahabar.com

Kalsel

Air Mata AKP Indra Tak Terbendung Melepas AKBP Takdir
apahabar.com

Kalsel

Catatan Sejarah dari Kampung Tua Banjar Sungai Jingah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com