Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Jasa Penyeberangan Kecipratan Tuah Penutupan Jembatan Alalak I

- Apahabar.com Minggu, 7 April 2019 - 20:19 WIB

Jasa Penyeberangan Kecipratan Tuah Penutupan Jembatan Alalak I

Di balik penutupan Jembatan Alalak I, ada berkah bagi penyedia jasa penyeberangan (feri), di Alalak Utara dan Alalak Berangas. Foto-apahabar.com/Baha

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejenak Kita lupakan kisah negatif akibat penutupan Jembatan Alalak I.

Di balik penutupan, rupanya ada penyedia jasa penyeberangan (feri), di Alalak Utara dan Alalak Berangas yang kecipratan berkah.

Untuk diketahui akses utama jembatan penghubung antara Kota Banjarmasin dan Barito Kuala ditutup selama dua tahun untuk pengerjaan proyek.

Makanya, banyak pengendara yang memilih menggunakan fery. Itu adalah opsi selain melewati Jembatan Alalak II.

Pendapatan penyedia jasa penyeberangan pun meningkat drastis. Bahkan dua kali lipat dari hari-hari normal sebelumnya. Haji Acah misalnya. Salah satu pengelola jasa penyeberangan di Alalak Utara.

“Biasanya pendapatan dalam sehari sekitar tujuh ratus ribuan. Sekarang setelah kenaikan penumpang, bisa mencapai satu juta empat ratus ribu seharinya,” ungkapnya kepada apahabar.com.

Beberapa hari ini saking panjangnya antrean, Haji Acah harus berulang kali memberi tahu bahwa sudah kepenuhan.

Dalam kondisi demikian, dia menyarankan agar pengendara jalan terus, karena masih ada jasa penyeberangan lain tak jauh dari tempatnya.

Kepadatan, lanjut dia, akan sangat dirasa pada pagi hari dan sore hari. “Biasanya kami hanya memakai satu buah kapal untuk beroperasi. Sekarang kami harus memakai 2 kapal agar tidak terjadi penumpukan,” terangnya.

Untuk sekali beroperasi, kapal ini cuma bisa mengangkut maksimal sebanyak 15 penumpang. Lebih dari itu dirinya mengaku tak berani. Karena takut kelebihan beban dan membahayakan pengguna jasa.

Bulkiah, salah satu warga Alalak Berangas mengungkapkan terkait alasannya menggunakan jasa penyeberangan karena tak ingin terjebak macet di Jembatan Alalak II. Pasalnya di sana pasti terjadi penumpukan kendaraan. Apalagi saat jam padat, yakni pagi dan sore hari.

“Kalau tidak ditutup, mana saya mau lewat feri. Baru kali ini saya naik feri. Dari pada memutar jauh, terpaksa lah menyeberang di sini,” tuturnya.

Begitulah sekilas tentang berkah ditutupnya Jembatan Alalak I. Yang tentunya kisah ini akan berlanjut hingga dua tahun ke depan.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pelajar SMP di Banjarmasin Siap-Siap, Senin UNBK Dimulai
apahabar.com

Kalsel

Optimis Rebut Hati Masyarakat, Ariffin Haramkan Black Campaign di Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tekan Pungli, Pemkab HST Perkuat Sinergitas
apahabar.com

Kalsel

Pilgub Kalsel, Golkar Enggan Paman Birin Lawan Kotak Kosong
apahabar.com

Kalsel

Rawan Banjir, Dua Sungai Besar Jadi Perhatian BPBD Banjar
apahabar.com

Kalsel

Walau Kecolongan Pungut Retribusi, Pariwisata di Kotabaru Melejit Naik
apahabar.com

Kalsel

Izin Klotok Siring Tendean Dicabut, Susur Sungai Pun ‘Haram’  
apahabar.com

Kalsel

Pengamat: Pencoretan Ulin Mengesampingkan Aspek Ekologi dan Silvikultur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com