Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Jelang Ramadan, Harga Bawang di Kalsel Kompak Naik

- Apahabar.com Jumat, 26 April 2019 - 08:15 WIB

Jelang Ramadan, Harga Bawang di Kalsel Kompak Naik

Ilustrasi pedagang bawang. Foto-Harian Nasional

apahabar.com, BANJARBARU – Harga bawang merah dan bawang putih kompak naik di Kalimantan Selatan (Kalsel), jelang Ramadan 1440 Hijriah.

“Untuk bawang putih sekarang sudah mencapai harga Rp45 ribu per kilogramnya. Untuk bawang merah mencapai harga 40 ribu per kilogramnya,” ungkap Muslimah, salah satu pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru kepada apahabar.com, Kamis (25/4).

Untuk harga bawang putih kenaikan nyaris dua kali lipat atau menyentuh Rp45 ribu per kilogram. “Kalau biasanya 21 ribu per kilonya, saat ini bahkan mencapai angka 45 ribu per kilonya,” sambung Muslimah.

Kenaikan, kata Muslimah, sudah berjalan sekitar sebulan terakhir. Di mana untuk harga bawang merah yang biasanya Rp35 ribu, saat ini mencapai angka Rp45 ribu.

Kendati harga komoditas pangan seperti bawang merangkak naik. Namun, harga cabai, tomat dan lainnya masih terpantau normal.

Kepada apahabar.com, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani tak menampik adanya kenaikan sejumlah komoditas tersebut.

“Untuk di 13 Kabupaten Kota di Kalsel harga bawang memang kompak naik,” ujarnya seusai rapat koordinasi daerah TPID Kalsel, di Kantor Setdaprov Kalsel, Kamis (25/4).

Kenaikan, kata Birhasain diduga dipicu oleh masa transisi antara musim panen dan musim tanam kembali. Utamanya di beberapa daerah penyuplai seperti Jawa dan Sulawesi.

Kemungkinan pula, ditambah lagi terjadi gagal panen bawang merah di Provinsi NTT. Yang mana merupakan salah satu provinsi penyuplai bawang merah ke Banua.

“Untuk kenaikan bawang putih dikarenakan belum adanya pemerintah melakukan impor dari luar negeri tahun ini,” jelas Birhasani.

Saat ini, kata dia, Kalsel hanya ada stok lama dari tahun 2018. Sehingga stok bawang putih kurang dan mengakibatkan kenaikan harga.

Dinas Perdagangan sendiri berharap, Pemerintah Pusat segera mengimpor bawang putih. Sehingga saat Ramadan nanti, stok bawang putih bisa terpenuhi.

“Supaya harga dapat normal kembali, pasalnya untuk saat ini Indonesia masih mengandalkan impor Bawang putih sekitar 95 persen,” jelas dia.

Baca Juga: Update Harga Bawang di Banjarmasin

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga 1 Kg Bawang Capai Rp40.000

Reporter: Ahc06
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Mantap, Hingga Juni Pertamina Serap 116,9 MBCD Minyak Domestik
apahabar.com

Ekbis

Alasan Batalnya Rudiantara Jadi Dirut PLN
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pemilu, Harga Kebutuhan Pokok di Rantau Merangkak Naik
apahabar.com

Ekbis

Kemarau tak Ganggu Produksi Cabai
Seiring Pelemahan Aset Berisiko, Rupiah Ditutup Melemah

Ekbis

Seiring Pelemahan Aset Berisiko, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Melaju di Zona Hijau, Rupiah Menguat Lagi
apahabar.com

Ekbis

Bersamaan Pembahasan Stimulus Fiskal AS, Rupiah Bergerak Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com