Alasan MK Tolak Gugatan Khairil Soal Hasil Pilgub Kalsel Doktor Kehormatan Paman Birin Ditolak Usai Audiensi, Rektor Sutarto: BEM ULM ‘Maulu-ulu’ CATAT! Per Hari Ini Tarif PCR di Kalsel Wajib Rp 300 Ribu Realisasi Kompensasi Tambang Sebuku Macet, Aliansi Kotabaru Ancam Kerahkan Massa Blakblakan Ayah Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin

Jokowi-Ma’ruf Kalah di Kandang Nahdatul Ulama, Pengamat: Politik Identitas Keagamaan Nihil

- Apahabar.com     Senin, 22 April 2019 - 15:51 WITA

Jokowi-Ma’ruf Kalah di Kandang Nahdatul Ulama, Pengamat: Politik Identitas Keagamaan Nihil

Jokowi selfie saat kampanye. Foto-Tribunnews

apahabar.com, BANJARMASIN – Kekalahan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menjadi tanda tanya besar oleh sebagian khalayak. Pasalnya, Kalsel merupakan basis Nahdlatul Ulama (NU) sejak zaman orde baru.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP ULM, Samahudin Muharram angkat bicara terkait perihal tersebut.

Menurutnya, sejak orde baru sampai dengan pasca reformasi telah terjadi pergeseran di tengah masyarakat Kalsel. Tentunya, semua tak lepas dari perkembangan informasi yang kian masif. Sehingga, tatanan dan penilaian masyarakat juga lebih objektif.

Akhirnya, kata dia, masyarakat Kalsel terlebihnya warga NU tak ingin lagi digiring dengan politik identitas masa lalu. Dimana, tempo dulu para tokoh agama lebih banyak melibatkan masyarakat dalam politik identitas keagamaan.

“Saat ini atas perkembangan informasi, mereka lebih bebas memberikan penilaian akan capres dan cawapres,” ucap Mantan Ketua KPU Kalsel ini kepada apahabar.com, Senin (22/4/2019).

Keberadaan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Kyai Mar’uf Amin tak mampu mempengaruhi sikap politik masyarakat Kalsel. Malah, masyarakat cenderung memilih pasangan Prabowo-Sandi dibandingkan Jokowi-Ma’ruf.

“Mereka tak terlalu terpengaruh dengan latar belakang Kyai Ma’ruf,” cetusnya.

Atas perkembangan informasi pula, sambung dia, masyarakat lebih leluasa mengetahui rekam jejak kedua Paslon.

Terkait isu pelanggaran HAM yang dituduhkan kepada Prabowo, jelas dia, tak terlalu mempengaruhi massa dalam menentukan pilihannya. Lantaran hampir setiap Pemilihan Umum (Pemilu), isu tersebut terus digembar-gemborkan oleh pasangan lawan. Namun, tanpa adanya  pembuktian untuk diproses secara hukum.

Terakhir, mengenai konsep Islam Nusantara, tambah dia, tak terlalu berpengaruh terhadap pemilih Kalsel. Mengingat, konsep islam nusantara itu sendiri masih belum jelas

“Masyarakat di Kalsel sangat religius. Pengajian dimana-mana oleh para habib dan tuan guru yang hanya memperkenalkan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits,” tutupnya.

Baca Juga: Hari Ini Karangan Bunga Hiasi Halaman Istana

Baca Juga: Update Hasil Situng KPU per 22 April 10.45 WIB Jokowi-Ma’ruf Amin Masih Unggul Sementara

Baca Juga: Beredar Surat Mundur Bupati Madina karena Jokowi Kalah di Wilayahnya

Baca Juga: Heboh Jokowi ke Grand Indonesia, Diteriaki, “Presiden, Presiden”

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terduga Penyiram Air Keras ke Novel Ditangkap!
apahabar.com

Nasional

Update Korban Tsunami Selat Sunda, 430 Tewas
apahabar.com

Nasional

Kecelakaan Maut di Tol Purbaleunyi, Dua Orang Tewas
apahabar.com

Nasional

Pesan Terakhir Istri Ifan Seventeen Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

KPU Gelar Rapat Validasi Surat Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Presiden Temui Korban Tsunami di Pandeglang
apahabar.com

Nasional

Kirim Tenaga Ahli Pertanian ke Myanmar
apahabar.com

Nasional

Besok, BI Luncurkan Uang Baru Edisi Khusus 17 Agustus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com