Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Jokowi-Prabowo Disarankan Ngopi Bareng

- Apahabar.com     Senin, 22 April 2019 - 19:34 WITA

Jokowi-Prabowo Disarankan Ngopi Bareng

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Prof Dr Jimly Asshiddiqie. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Meski melaksanaan Pilpres telah usai, namun suasana pendukung kedua kubu masih ada ketegangan, bahkan berujung saling ejek. Situasi ini tentu tidak selaras dengan keinginan semua pihak agar terciptanya lingkungan yang damai dan tentram pasca Pemilu 2019 berlangsung.

Melihat kondisi itu, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Prof Dr Jimly Asshiddiqie, seperti dikutip dari Antara, Senin (22/04/2019) malam, menganjurkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk segera bertemu dan ngopi bareng.

Baca Juga: Jokowi-Ma’ruf Kalah di Kandang Nahdatul Ulama, Pengamat: Politik Identitas Keagamaan Nihil

“Saran saya makin cepat makin baik, tidak usah ngomong politik, kalau nanti ketemu ngomong politik setelah 22 Mei itu, sekarang ini jangan. Cengengesan saja sudah cukup, asal ketemu saja, silaturahim, ngopi saja,” kata Jimly kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo, menurutnya sangat penting untuk meredakan ketegangan dan tensi politik. Baik itu di kalangan partai pendukung maupun di level masyarakat bawah.

Bahkan Jimly mengakui bahwa dirinya yang sempat bertemu dengan Prabowo saat menunaikan shalat Jumat di Masjid Al Azhar pekan lalu, menyarankan untuk mengadakan pertemuan dengan Joko Widodo.

“Masing-masing sudah ngirim utusan, malah saya ndak diutus siapa-siapa, saya inisiatif saja pas ketemu Jumatan saya sudah bilang supaya ada pertemuan,” ungkap Jimly.

Jimly yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi pertama tersebut menyarankan keduanya bisa bertemu di mana saja, sesegera mungkin, dan tanpa perlu membicarakan politik.

“Tidak usah bicara politik, cukup ngopi, ndak usah lama-lama 15 menit berfoto-foto cukup,” saran Jimly.

Tak lupa dia juga meminta kepada para elit politik, tokoh partai, dan tim sukses untuk menurunkan tensi politik bersama-sama guna meredakan ketegangan di masyarakat.

Jimly mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak beradu opini lagi usai pemilihan presiden dan meminta agar memercayakan proses penyelesaian pemilihan umum melalui lembaga resmi baik itu Komisi Pemilihan Umum ataupun Mahkamah Konstitusi bila ingin mengajukan gugatan.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Kotak Suara Pemilu di Jambi

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jalur ‘Kejam’ Lamandau, Trek Menantang Tim Touring Kemerdekaan
apahabar.com

Nasional

39% Penumpang Pesawat Beralih ke Kapal Pelni
BMKG

Nasional

Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem di Sulut Hingga Pukul 23.30 WITA
Mahkamah Konstitusi

Nasional

Sidang Pileg, Hakim MK Minta Pemohon Pahami Permohonannya
Suvei SMRC

Nasional

Suvei SMRC: 68,2 Persen Warga Anggap Pancasila-UUD 1945 Tak Boleh Diubah
apahabar.com

Nasional

Akhir November, Kasus Covid-19 Indonesia Bertambah 4.617, Total Jadi 538.883 Orang
apahabar.com

Nasional

Tiga Mobil Mewah Kasus Korupsi Mantan Wali Kota Madiun Dilelang
apahabar.com

Nasional

1.048 Peserta Mendaftar Ikut Pawai Tolak Plastik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com