Akhirnya! Honorer Puskesmas se-Banjarmasin Bakal Segera Gajian Siram Wajah Petugas dengan Air Cabai, Tahanan BNN Kabur Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Duduk Perkara Viral Pencurian RX King di Kelayan, Warga Sempat Salah Tangkap! Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit

Jokowi Targetkan 75 Persen Suara di Kalteng

- Apahabar.com Selasa, 9 April 2019 - 10:01 WIB

Jokowi Targetkan 75 Persen Suara di Kalteng

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) berpidato dalam kampanye terbuka di Gedung Kalawa, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (8/4/2019). Jokowi menargetkan kemenangan sebesar 75 persen suara di Kalimantan Tengah pada Pilpres 17 April mendatang. Foto-Antara/Puspa Perwitasari

apahabar.com, PALANGKARAYA – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan seluruh tim sukses dan para pendukungnya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), agar target 75 persen perolehan suara dalam pemilihan umum tahun 2019 jangan sampai meleset.

“Pada tahun 2014, Jokowi-JK menang di Kalteng dengan perolehan suara 59 persen. Tapi tahun 2019 ini, Jokowi-Ma’ruf Amin memberikan target minimal 75 persen,” kata Jokowi saat berorasi di hadapan pendukungnya di Kalawa Convention Hall Kota Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Senin (9/4/2019) malam.

Calon petahana itu mengaku akan menghubungi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Kalteng beberapa jam setelah pemungutan suara selesai, untuk menanyakan perolehan suara Jokowi-Ma’ruf.

“Hati-hati, hati-hati, nanti tanggal 17 April 2019 sore, saya telepon ke sini, ‘Pak ketua di Kalteng dapat berapa persen?’ Berapa persen? Di atas 70 persen. Minimal 70 persen. Sanggup? Awas nanti kalau gak dapet. Awas, awas, awas,” kata Jokowi.

Selain mewanti-wanti, Jokowi juga mengajak TKD dan pendukungnya yang ada di Kalteng untuk aktif memberikan penjelasan terkait isu ataupun fitnah terhadap dirinya bersama Ma’ruf Amin.

Baca Juga: Jokowi Sepakat Saran SBY, Kampanye Harus Tonjolkan Kebinekaan

Dia mencontohkan isu dan fitnah yang harus dibantah adalah terkait pendidikan agama akan dihapus, ataupun azan akan dilarang apabila Jokowi-Ma’ruf menang. Sebab, hal itu hanya fitnah yang dilontarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

“Bagaimana bisa Pendidikan agama akan dihapus, ataupun adzan akan dilarang, Ma’ruf Amin itu Kiai Haji dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi, isu dan fitnah itu tidak masuk akal. Tidak masuk akal,” kata Jokowi.

Dirinya pun kembali memperkenalkan tiga kartu baru yang akan dilaksanakan Jokowi-Ma’ruf jika terpilih kembali. Adapun ketiga kartu tersebut yakni, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, kartu pra kerja, dan kartu sembako Murah.

“Ketiga kartu tersebut akan mulai efektif digunakan di tahun 2020, karena di tahun ini kami sediakan anggarannya,” demikian Jokowi.

Kampanye akbar Jokowi yang dilaksanakan di Gedung Kalawa Convention Hall tersebut turut dihadiri sejumlah Kepala Daerah yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalteng, serta ribuan pendukung.

Baca Juga: Buzzer Hoaks ‘Server KPU Di-setting Menangkan Jokowi’ Dibekuk, Ini Kata BPN

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terkait Pelanggaran Prokes, Polisi Bakal Panggil Habib Rizieq
apahabar.com

Nasional

Jagawana Bersama Harimau Terperangkap Jerat Pemburu di Riau
KLB Partai Demokrat

Nasional

KLB Partai Demokrat Kubu Moeldoko Ditolak, Simak Penjelasan Menkumham
apahabar.com

Nasional

Ujian Masuk Perguruan Tinggi Hanya Sampai Gelombang II
Syekh Ali Jaber

Nasional

Kabar Duka, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Jaya: Pemeriksaan Kivlan Zen Terkait Dana dari Habil Marati
apahabar.com

Nasional

Tanggapi Perusakan Musala, Gubernur Sulteng Minta Warganya Jangan Terprovokasi
apahabar.com

Nasional

4 Tahun Dipenjara, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Bebas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com