Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Jokowi Targetkan 75 Persen Suara di Kalteng

- Apahabar.com Selasa, 9 April 2019 - 10:01 WIB

Jokowi Targetkan 75 Persen Suara di Kalteng

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) berpidato dalam kampanye terbuka di Gedung Kalawa, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (8/4/2019). Jokowi menargetkan kemenangan sebesar 75 persen suara di Kalimantan Tengah pada Pilpres 17 April mendatang. Foto-Antara/Puspa Perwitasari

apahabar.com, PALANGKARAYA – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan seluruh tim sukses dan para pendukungnya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), agar target 75 persen perolehan suara dalam pemilihan umum tahun 2019 jangan sampai meleset.

“Pada tahun 2014, Jokowi-JK menang di Kalteng dengan perolehan suara 59 persen. Tapi tahun 2019 ini, Jokowi-Ma’ruf Amin memberikan target minimal 75 persen,” kata Jokowi saat berorasi di hadapan pendukungnya di Kalawa Convention Hall Kota Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Senin (9/4/2019) malam.

Calon petahana itu mengaku akan menghubungi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Kalteng beberapa jam setelah pemungutan suara selesai, untuk menanyakan perolehan suara Jokowi-Ma’ruf.

“Hati-hati, hati-hati, nanti tanggal 17 April 2019 sore, saya telepon ke sini, ‘Pak ketua di Kalteng dapat berapa persen?’ Berapa persen? Di atas 70 persen. Minimal 70 persen. Sanggup? Awas nanti kalau gak dapet. Awas, awas, awas,” kata Jokowi.

Selain mewanti-wanti, Jokowi juga mengajak TKD dan pendukungnya yang ada di Kalteng untuk aktif memberikan penjelasan terkait isu ataupun fitnah terhadap dirinya bersama Ma’ruf Amin.

Baca Juga: Jokowi Sepakat Saran SBY, Kampanye Harus Tonjolkan Kebinekaan

Dia mencontohkan isu dan fitnah yang harus dibantah adalah terkait pendidikan agama akan dihapus, ataupun azan akan dilarang apabila Jokowi-Ma’ruf menang. Sebab, hal itu hanya fitnah yang dilontarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

“Bagaimana bisa Pendidikan agama akan dihapus, ataupun adzan akan dilarang, Ma’ruf Amin itu Kiai Haji dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi, isu dan fitnah itu tidak masuk akal. Tidak masuk akal,” kata Jokowi.

Dirinya pun kembali memperkenalkan tiga kartu baru yang akan dilaksanakan Jokowi-Ma’ruf jika terpilih kembali. Adapun ketiga kartu tersebut yakni, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, kartu pra kerja, dan kartu sembako Murah.

“Ketiga kartu tersebut akan mulai efektif digunakan di tahun 2020, karena di tahun ini kami sediakan anggarannya,” demikian Jokowi.

Kampanye akbar Jokowi yang dilaksanakan di Gedung Kalawa Convention Hall tersebut turut dihadiri sejumlah Kepala Daerah yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalteng, serta ribuan pendukung.

Baca Juga: Buzzer Hoaks ‘Server KPU Di-setting Menangkan Jokowi’ Dibekuk, Ini Kata BPN

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menhub Usulkan Puncak HPN 2020 di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Pelantikan Presiden, Baju Iriana Jokowi Dapat Pujian Warganet
apahabar.com

Nasional

Tenang, Virus Corona Diperkirakan Tak Menempel pada Asap
apahabar.com

Nasional

WHO: Karantina Wilayah Tidak Cukup untuk Kalahkan Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Siap Gerakan Ekonomi Daerah, Mardani H Maming Dapat Rekomendasi 22 BPD Hipmi
apahabar.com

Nasional

Disaat Iran-AS Memanas, Jokowi Kunjungi Abu Dhabi
apahabar.com

Nasional

Masa Penahanan Imam Nahrawi Diperpanjang
apahabar.com

Nasional

Laporan Relawan Jokowi Ditolak Polda Metro Jaya! Najwa Nyatakan Siap Diperiksa Dewan Pers
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com