3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Kapolres Garut Bantah Perintahkan Dukung Salah Satu Capres

- Apahabar.com Senin, 1 April 2019 - 11:30 WIB

Kapolres Garut Bantah Perintahkan Dukung Salah Satu Capres

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna. Foto-Garut Express

apahabar.com, GARUT – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Garut, AKBP Budi Satria Wiguna membantah tuduhan mantan anak buahnya AKP Sulman Aziz tentang berpolitik praktis memerintahkan jajaran kepolisian di kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk mendukung dan memenangkan salah satu pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2019.

“Sama sekali tidak ada perintah untuk menggalang kekuatan guna pemenangan salah satu pasangan Capres-Cawapres,” kata Budi kepada wartawan di Garut, seperti dilansir Antara, Minggu (31/3) malam.

Pernyataan Kapolres Garut itu merupakan tanggapan dari adanya mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz yang melontarkan pernyataan kepada media massa tentang mendapat perintah dari mantan atasannya untuk menggalang kekuatan memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Kapolres dengan tegas membantah terlibat melakukan ajakan atau mengarahkan anggota Polri di Garut untuk menggalang kekuatan memenangkan pasangan capres nomor urut 01 seperti yang dituduhkan mantan anak buahnya itu.

Baca Juga: Prabowo Perdengarkan Pidato Bung Tomo Saat Orasi

“Kepada para kapolsek dan jajaran lainnya di Polres Garut, kita selalu menyampaikan peta kerawanan menjelang Pemilu,” katanya.

Ia mengatakan, sebagai pimpinan Polri di wilayah Garut selalu berupaya melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku, termasuk menjaga netralitas Polri dalam pesta demokrasi.

Ia mengungkapkan, setiap bulan dan waktu tertentu selalu mengadakan rapat dengan tujuan hanya untuk menganalisa dan mengevaluasi tugas-tugas kepolisian dalam rangka pengamanan pemilu.

Garut yang memiliki 42 kecamatan itu, kata dia, merupakan daerah yang sangat luas sehingga membutuhkan ekstra pengamanan dalam setiap tahapan pemilu.

“Saya juga selalu menyampaikan terkait peta kerawanan konflik yang terdapat di wilayah hukum Polres Garut,” katanya.

Menurutnya, tuduhan mantan anak buahnya itu ada kaitannya dengan mutasi terhadap dirinya, padahal sesuai aturan kebijakan mutasi anggota kewenangan Polda Jabar, bukan di tingkat Polres. “Mutasi oleh Polda, bukan Polres,” tandas Kapolres.

Sebelumnya, mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz mengungkapkan kepada wartawan bahwa Kapolres Garut telah memerintahkan anggotanya untuk memenangkan capres petahana. Sulman melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan Kapolres Garut itu ke Lembaga Bantuan Hukum Lokataru, sekaligus jumpa pers di kantor Lokataru, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (31/3).

Baca Juga: Charles: Diplomasi “Hard-Power” Ala Prabowo Sudah Ketinggalan Zaman

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Cuncung–Alpiya Jamin Seni Budaya di Tanah Bumbu Bakal Lebih Keren
apahabar.com

Politik

Iklan Kampanye Masih Banyak Kesalahan
apahabar.com

Politik

Mendaftar ke KPU, Rombongan Paslon Dibatasi 10 Orang
apahabar.com

Politik

Niat Nyapres, Giring Ganesha Doakan Orang-orang yang Mencibirnya
apahabar.com

Politik

Tim Pemenangan H2D Rencanakan Nonton Bareng Debat di Pilgub Kalsel 2020
apahabar.com

Politik

Sejumlah APK Dipasang di Zona Terlarang
apahabar.com

Politik

Dua Istri Wabub Blitar Dilantik Jadi Kepala Desa
apahabar.com

Politik

Dugaan Pelanggaran Kampanye di Barikin HST, Bawaslu Tindaklanjuti Laporan Tim Paslon Sabil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com