apahabar.com Terima “Journalism Emergency Relief Fund” dari Google Demi Cicilan Mobil, Satpam di Banjarbaru Bobol Belasan Ruko! Demokrat-PDIP Berkongsi, ‘Karpet Merah’ untuk Eks Wagub Kalsel Rapid Test Rp 150 Ribu, Bandara Syamsudin Noor Sambut Positif Dua Hari, Belasan Warga Kotabaru Sembuh dari Covid-19




Home Politik

Minggu, 14 April 2019 - 17:15 WIB

KPU Telah Distribusikan Formulir C6

Redaksi - Apahabar.com

Formulir C6. Foto-Net

Formulir C6. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Menjelang hari pemungutan suara, KPU Kalsel telah mendistribusikan surat pemberitahuan memilih atau formulir C6 kepada masyarakat yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua KPU Kalsel, Sarmuji meminta seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memastikan formulir C6 sampai kepada yang berhak yang terdaftar dalam DPT.

“KPPS harus kerja keras untuk membagikan formulir C6 sampai kepada warga yang merupakan haknya,” kata Sarmuji kepada apahabar.com, Minggu (14/4/2019).

Baca Juga: Masa Tenang, Bawaslu Imbau Bijak Bermedia Sosial

Warga, kata Sarmuji jika belum mendapatkan formulir C6 maka harus menjemputnya ke kantor KPPS hingga H-1 penyelenggaraan Pemilu.

Baca juga :  Demokrat-PDIP Berkongsi, 'Karpet Merah' untuk Eks Wagub Kalsel

Kondisi tersebut agar masyarakat proaktif serta berperan mensuksesan pesta demokrasi lima tahunan.

“Jika tidak menerima undangan dari KPPS, harus mau menjemputnya ke petugas KPPS yang berkantor di kantor kelurahan atau di kantor kepala desa,” terangnya.

Di sisi lain, masyarakat yang belum menerima undangan memilih juga dihimbau tidak perlu panik.

“Formulir C6 itu bukan syarat agar bisa mencoblos. Sejauh tercatat dalam DPT, cukup tunjukkan e-KTP atau surat keterangan Disdukcapil pasti dilayani di TPS agar mencoblos,” ucapnya.

Dia menambahkan, KPPS memiliki peran kunci. Apalagi dengan begitu banyaknya regulasi yang harus dipahaminya.

Baca juga :  Wahid Siap Jika Dipercaya Golkar Dampingi Sugianto Sabran

“Misal, pemilih yang datang. Regulasi ini kan selalu berubah. Kalau tak terdaftar dalam DPT bisa pakai e-KTP. Keluar keputusan Mahkamah Konstitusi boleh pakai suket (surat keterangan). Apakah informasi itu sampai ke bawah? Jangan sampai nanti orang bawa suket dilarang masuk,” katanya.

Menurutnya, jika penyelenggara merasa aman dan nyaman dalam bekerja maka proses pemilu akan berjalan aman dan lancar.

Karenanya pihaknya berharap masyarakat kondusif sehingga penyelenggara tidak tertekan. Pasalnya KPPS-lah yang paling merasakan tekanan ketika proses rekapitulasi bermasalah.

Baca Juga: Perjuangan WNI di Belanda Demi Nyoblos 

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Lembaga Survei Australia: Mayoritas Pemilih Ingin Jokowi Kembali Jabat Presiden
apahabar.com

Politik

Pilpres 2019: Swing Voters Kalsel Lampaui Nasional
apahabar.com

Politik

Fadli Zon : Pemerintah Gagal Amankan Data Kependudukan
apahabar.com

Politik

Diantar Anak Yatim, Mahyuddin-Endro Serahkan Berkas ke KPU Tanbu
apahabar.com

Politik

Terinspirasi Tengku Zul, Ustaz di Banyuwangi Fitnah Pemerintah Legalkan Zina
apahabar.com

Politik

Restu Paman Birin, Modal Kuat Ansharuddin di Pilkada Balangan
apahabar.com

Politik

PW GP Ansor Kalsel Siap Deklarasi Gerakan  ‘Rabu Putih’
apahabar.com

Politik

Di Kalsel, Sumbangan Dana Kampanye Jokowi Ungguli Prabowo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com