Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Lomba Kuliner Tradisional akan Meriahkan Puncak Mappanre Ri Tasi

- Apahabar.com Minggu, 21 April 2019 - 16:16 WIB

Lomba Kuliner Tradisional akan Meriahkan Puncak Mappanre Ri Tasi

Ilustrasi kuliner daerah. Foto-OpenRice Indonesia

apahabar.com, BATULICIN – Pesona Mappanre Ri Tasi atau yang sebelumnya populer dengan sebutan Pesta Adat Mappanretasi merupakan salah satu kegiatan budaya terbesar di Kalimantan Selatan. Sejak beberapa tahun lalu, even budaya ini juga sudah masuk kalender wisata nasional.

Sedikit berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun lalu, Pesona Mappanre Ri Tasi tahun ini akan diisi dengan festival kuliner tradisional yang akan menampilkan 1800 makanan tradisional dari setiap etnik yang ada di Bumi Bersujud.

Baca Juga: 191 CPNS di Tanbu Kantongi SK

Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu, Hamaluddin Taher, festival kuliner ini akan dilaksanakan di kawasan Pantai Pagatan bertepatan pada puncak Pesona Mappanre Ri Tasi.

“Makanan mulai disajikan saat Bupati beserta rombongan turun ke laut. Setelah kembali ke daratan, makanan itu akan dicicipi Bupati beserta para undangan,” ungkap Hamaluddin, kepada¬†apahabar.com, Minggu (21/4/2019).

Makanan yang disajikan, kata Hamal, merupakan makanan yang sudah matang. Artinya, makanan tersebut sudah diolah terlebih dahulu di tempat lain sebelum disajikan dalam perlombaan.

Setiap etnik, lanjut dia, akan menyajikan 100 porsi makanan tradisional. Jika festival itu diikuti 18 etnik, berarti ada 1800 porsi makanan yang akan tersedia pada festival kuliner tersebut. Beberapa di antaranya adalah coto makassar, ketupat kandangan, dan makanan tradisional lainnya yang populer di Kabupaten Tanah Bumbu.

Untuk menghindari kecemburuan antar etnik, panitia tidak akan menilai lomba kuliner tersebut berdasarkan rasa atau tingkat kelezatannya. Namun, lanjut Hamal, panitia akan menilai dari cara penyajian, kecepatan, dan kebersihannya.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tanah Bumbu juga sudah mengirimkan surat yang ditujukan kepada MUI, Dinas Kesehatan, Tata Boga dari PHBRI dan Dekranas Tanah Bumbu untuk menjadi juri dalam perlombaan tersebut.

Pesona Mappanre Ri Tasi akan ditutup pada 4 Mei 2019. Tak hanya pertunjukan bernuansa tradisional, sejumlah hiburan bernuansa modern juga akan ditampilkan untuk memeriahkan even yang digelar setiap April itu.

Baca Juga: Usai Nyoblos, Sudian Noor Ingatkan Masyarakat Jaga Persatuan

Reporter: Puja Mandela
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Atasi Jalan Rusak, PUPR Tanbu Turunkan Tim Reaksi Cepat Preservasi Jalan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Terminal dan Pelabuhan di Tanbu Disterilkan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Kelurahan Batulicin Wakili Tanah Bumbu di Lomba Tingkat Provinsi
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Haul H Maming Usung Tema Kebangsaan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu Raih Opini WTP
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Menikmati Malam Minggu di Kampung Ramadan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Negatif Corona, 4 Pasien Tanbu Sudah Dipulangkan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Tanbu Masuk Daerah Rawan Karhutla, Ini Pesan Rooswandi Salem
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com