Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Money Politics Berbungkus Sedekah, MUI Kalsel: Bentuk Manipulasi Agama

- Apahabar.com     Senin, 15 April 2019 - 13:48 WITA

Money Politics Berbungkus Sedekah, MUI Kalsel: Bentuk Manipulasi Agama

Wakil Ketua MUI Kalsel, Prof. Hafiz Anshari. Foto-medcom.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Money politics selain dilarang dalam aturan negara, dia juga dilarang dalam agama.  Karena itu masyarakat mesti waspada, jika money politics dilakukan dengan cara-cara memanipulasi agama. Seperti mengatasnamakan sedekah, padahal sogok isinya.

Wakil Ketua MUI Kalimantan Selatan (Kalsel), Prof. Hafiz Anshari menyatakan bahwa seseorang yang memanfaatkan kegiatan keagamaan seperti halnya sedekah dengan tujuan melancarkan money politics merupakan bentuk manipulasi agama.

“Artinya dibungkus dengan keagamaan, padahal sebenarnya semua itu hanya pakaian semata dan bukan murni karena Allah,” ucap Guru Besar UIN Antasari ini kepada apahabar.com, Senin (15/4/2019).

Apapun alasannya, lanjut Prof Hafiz, kegiatan money politics sangat jelas tak dibenarkan. Baik dalam hukum Islam maupun negara. Ketika dibungkus dengan sedekah, maka sambung dia, sangat sulit untuk dibedakan. Mengingat, hanya Allah SWT yang mengetahui niat baik dan buruk seseorang.

“Bagaimana sebuah hadist, Innama a’malu binniat, sesungguhnya segala sesuatu tergantung dari niatnya,” jelas mantan Ketua KPU RI ini.

Meski demikian, tegas dia, sedekah merupakan perbuatan ibadah. Sayangnya, jangan sampai diplintir dengan kepentingan politik, terlebih yang beraroma politik uang. Khususnya, pada masa tenang kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Karena, tambah dia, apabila seseorang bersedekah dengan niatnya untuk dipilih, maka secara otomatis sedekah tersebut akan sia-sia di mata Allah SWT. Dalam artian, hubungan yang bersangkutan dengan Allah SWT tak mendapatkan ridha dan pahala.

Prof Hafiz mengimbau kepada seluruh peserta pemilu dan masyarakat agar tak memanfaatkan momentum keagamaan untuk kepentingan politik. Kalau memang mau bersedekah, menurut Prof. Hafiz lebih baik pasca kegiatan pemilu yang tinggal menghitung hari.

“Bersedekahlah yang banyak, maka Allah akan menambah pahala dan nikmat seseorang,” tutup Institut Agama Islam Darussalam (Insida) Martapura.

Baca Juga: Waspadai Modus Politik Uang; Transfer Pulsa hingga Janji Umrah

Baca Juga: Jelang Pemilu 2019, Ririe Tegaskan Tolak Money Politic dan Jangan Golput

Baca Juga: Budaya Politik Uang dari Caleg Karbitan

Baca Juga: Polisi Kalsel Incar Pelaku Money Politik

Baca Juga: Intip Solusi Mencegah Politik Uang

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Tak Berkategori

TERKUAK! Identitas Korban Mutilasi di Belitung Darat, Sempat Pamit Beli Susu Anak
Harga Minyak

Tak Berkategori

Pasokan Ketat, Harga Minyak Menguat-Bren Dekati 84 Dolar per Barel
Adaro

Tak Berkategori

Kopkar Adaro Raih Sertifikat sebagai Koperasi Berkualitas Kalsel
apahabar.com

Tak Berkategori

Si Jago Merah Hanguskan Musala dan Dua Rumah di Banjarmasin Utara, Polisi: Korsleting
apahabar.com

Tak Berkategori

Nostalgia di Intimate Konser Vierratale, Widi Banyak Berinteraksi
apahabar.com

Tak Berkategori

Alternatif Bioskop Hadir di Banjarmasin, KCM Siap Beroperasi Besok!
apahabar.com

Tak Berkategori

Berdamai dengan Pandemi Covid-19, Anggun C Sasmi Ungkap Caranya
Resmob Polres Tapin

Tak Berkategori

Diduga Palsukan Sertifikat Ruko, Pria Asal Banjarmasin Diamankan Resmob Polres Tapin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com