Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel Titah Jokowi di Mataraman Kalsel: Segera Perbaiki Jembatan BREAKING! Jokowi Tiba di Kalsel, Langsung Blusukan Bagi Sembako Hujan Deras, Ribuan Korban Banjir Nantikan Kedatangan Jokowi di SDL

Money Politics Berbungkus Sedekah, MUI Kalsel: Bentuk Manipulasi Agama

- Apahabar.com Senin, 15 April 2019 - 13:48 WIB

Money Politics Berbungkus Sedekah, MUI Kalsel: Bentuk Manipulasi Agama

Wakil Ketua MUI Kalsel, Prof. Hafiz Anshari. Foto-medcom.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Money politics selain dilarang dalam aturan negara, dia juga dilarang dalam agama.  Karena itu masyarakat mesti waspada, jika money politics dilakukan dengan cara-cara memanipulasi agama. Seperti mengatasnamakan sedekah, padahal sogok isinya.

Wakil Ketua MUI Kalimantan Selatan (Kalsel), Prof. Hafiz Anshari menyatakan bahwa seseorang yang memanfaatkan kegiatan keagamaan seperti halnya sedekah dengan tujuan melancarkan money politics merupakan bentuk manipulasi agama.

“Artinya dibungkus dengan keagamaan, padahal sebenarnya semua itu hanya pakaian semata dan bukan murni karena Allah,” ucap Guru Besar UIN Antasari ini kepada apahabar.com, Senin (15/4/2019).

Apapun alasannya, lanjut Prof Hafiz, kegiatan money politics sangat jelas tak dibenarkan. Baik dalam hukum Islam maupun negara. Ketika dibungkus dengan sedekah, maka sambung dia, sangat sulit untuk dibedakan. Mengingat, hanya Allah SWT yang mengetahui niat baik dan buruk seseorang.

“Bagaimana sebuah hadist, Innama a’malu binniat, sesungguhnya segala sesuatu tergantung dari niatnya,” jelas mantan Ketua KPU RI ini.

Meski demikian, tegas dia, sedekah merupakan perbuatan ibadah. Sayangnya, jangan sampai diplintir dengan kepentingan politik, terlebih yang beraroma politik uang. Khususnya, pada masa tenang kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Karena, tambah dia, apabila seseorang bersedekah dengan niatnya untuk dipilih, maka secara otomatis sedekah tersebut akan sia-sia di mata Allah SWT. Dalam artian, hubungan yang bersangkutan dengan Allah SWT tak mendapatkan ridha dan pahala.

Prof Hafiz mengimbau kepada seluruh peserta pemilu dan masyarakat agar tak memanfaatkan momentum keagamaan untuk kepentingan politik. Kalau memang mau bersedekah, menurut Prof. Hafiz lebih baik pasca kegiatan pemilu yang tinggal menghitung hari.

“Bersedekahlah yang banyak, maka Allah akan menambah pahala dan nikmat seseorang,” tutup Institut Agama Islam Darussalam (Insida) Martapura.

Baca Juga: Waspadai Modus Politik Uang; Transfer Pulsa hingga Janji Umrah

Baca Juga: Jelang Pemilu 2019, Ririe Tegaskan Tolak Money Politic dan Jangan Golput

Baca Juga: Budaya Politik Uang dari Caleg Karbitan

Baca Juga: Polisi Kalsel Incar Pelaku Money Politik

Baca Juga: Intip Solusi Mencegah Politik Uang

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cerita Dua Prajurit TNI Bangun Ulang Jembatan di Kotabaru

Kalsel

Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Kalsel

Cegah Covid-19, Duta Mall Banjarmasin Ajak Pengunjung Beralih dari Masker Scuba
apahabar.com

Kalsel

Heboh Duel Maut di Sungai Lulut, Ipar Tewas Bersimbah Darah
apahabar.com

Kalsel

Amankan Kampanye di 5 Tempat, Polres HST Terjunkan 79 Personel
apahabar.com

Kalsel

Tanpa Dispensasi, Pedagang Luar Batola ‘Disapu’ dari Pasar Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Duta Bahasa Kalsel 2019 Siap Maju Ke Tingkat Nasional
apahabar.com

Kalsel

Cerita Musala Hidayatul Selamat dari Kebakaran Hebat Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com