3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Nilai Tukar Pertanian Turun, Bulog Target Serap Lebih Banyak

- Apahabar.com Kamis, 4 April 2019 - 19:18 WIB

Nilai Tukar Pertanian Turun, Bulog Target Serap Lebih Banyak

Ilustrasi pertanian. Foto- Katadata.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Divisi Regional Perum Badan Urusan Logistik Kalimantan Selatan bertekad menyerap 28.280 ton beras dari petani. Target tersebut lebih besar dari target sebelumnya.

“Target tahun sebelumnya 22 ribu ton. Yang terealisasi hanya 12 ribu ton. Sedangkan tahun ini 28 ribu ton lebih. Kita optimistis akhir tahun bisa terealisasi,” kata Kepala Divre Perum Bulog Kalsel Akhmad Kholisun kepada apahabar.com, Kamis (4/4).

Kholisun mengatakan, hingga bulan keempat tahun ini Bulog sudah menyerap sekitar 400 ton beras petani.

Kecilnya serapan di awal tahun cukup beralasan. Belum masuknya masa panen raya di Kalsel menjadi penyebab rendahnya serapan beras.

Panen beras premium sendiri akan dimulai pertengahan April ini. Sedangkan panen beras lokal akan mulai dari akhir Juli hingga awal Agustus.

Baca Juga: Petani Berharap Tuah Tanam Ulang Sawah Eks HPS 2018

Seperti target awal, sejatinya panen raya nanti serapan beras petani terealisasi mencapai 75% persen dari 28 ribu ton target serapan.

“Walau saat ini curah hujan cukup tinggi di wilayah Kalsel, mungkin tidak akan memengaruhi panen raya,” katanya.

Walau belum memasuki masa panen raya, untuk Maret ini Nilai Tukar Petani (NTP) Kalsel mengalami penurunan. Tercatat 95,05 atau turun 0,78 persen dibanding NTP Februari 2019 yang mencapai 95,79.

Penurunan NTP ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) turun 0,42 persen sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,36 persen.

“Serapan beras petani ini bertujuan menjaga stok beras nasional, menjaga harga di tingkat petani,” katanya.

Nantinya beras yang diserap dari Petani Kalsel bisa dimasukan dalam Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang bisa dimanfaatkan saat terjadi bencana, operasi pasar dan saat memberikan bnatuan Sosial.

Baca Juga: Bupati: Petani Itu Pejuang Pembangunan

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Gelap Mata, Pria di Banjarmasin Tusuk Pacar Mantan
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lebat, Warga Jalan Antasari Keluhkan Banjir Setinggi Mata Kaki
apahabar.com

Kalsel

Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Dirut PT CBA Ditangkap Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Catat Sejarah, Yandi Miliki Kelotok Pertama di Bendungan Tapin Perbukitan Dayak Meratus
apahabar.com

Kalsel

Tolak Amdal PT AGM, Pemkab HST Bersurat ke Pemerintah Pusat
apahabar.com

Kalsel

Relawan Pengusaha Muda SHM Bagikan Sembako untuk Korban Banjir di Satui Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Hadir di Keramaian, Polres HSU Antisipasi Covid-19 di Hari Libur
apahabar.com

Kalsel

Diambil Alih, Terapi Pengobatan Covid-19 Kalsel Bak Jalan di Tempat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com