BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Pegawai Pemda Masih Dominasi Kasus Korupsi

- Apahabar.com Senin, 29 April 2019 - 07:00 WIB

Pegawai Pemda Masih Dominasi Kasus Korupsi

Ilustrasi korupsi. Foto-Media Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat tidak ada perbedaan yang signifikan dari latar belakang profesi pelaku korupsi yang banyak ditangani aparat penegak hukum setiap tahunnya.

Pelaku korupsi terbanyak masih berasal dari latar belakang Pegawai Pemda baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota, dan disusul dengan pihak swasta sebagai pelaku kedua terbanyak.

Baca Juga: Ini Penyebab Sementara Lubang Raksasa di Sukabumi

“Pada tahun 2018 sendiri, pegawai pemda dan swasta kembali menempati posisi pertama dan kedua untuk pelaku korupsi terbanyak, di mana terdakwa korupsi yang berasal dari pemerintahan daerah berjumlah 319 orang atau sekitar 27,48 persen, pihak swasta berjumlah 242 terdakwa atau 20,84 persen,” ungkap peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Kantor ICW Jakarta.

Peringkat ketiga diduduki oleh aktor baru yaitu perangkat desa dengan jumlah 158 terdakwa atau 13,61 persen. Ini merupakan konsekuensi dari penerapan UU Desa yang memberikan keleluasaan kepada desa untuk mengelola keuangannya melalui program dana desa.

“Dapat terjadi, banyaknya perangkat desa yang terlibat dalam korupsi Program Dana Desa adalah karena program tersebut tidak dibarengi pengembangan  kapasitas perencanaan anggaran, penggunaan anggaran, dan pelaporan penggunaan anggaran yang berasal dari dana desa, bagi para perangkat desa,” tuturnya.

Baca Juga: Satu Lagi Pejuang Demokrasi Meninggal

Menurut ICW analisa ini perlu ditelusuri lebih jauh. Munculnya tren perangkat desa yang melakukan korupsi tidak dapat dilepaskan dari keseluruhan pelaksanaan program dana desa itu sendiri. Artinya ada sistem yang belum mumpuni yang mengakibatkan para perangkat desa berbondong-bondong melakukan korupsi.

Analisis terhadap fenomena serupa juga dapat dilakukan terhadap masih tingginya kecenderungan pegawai pemda dan swasta menjadi pelaku korupsi.

“Bertahun-tahun sudah wacana soal reformasi birokrasi dan pemerintahan yang bebas dari korupsi digulirkan, namun belum juga dapat menjawab tantangan ini. Dengan tingginya jumlah pelaku dengan latar belakang profesi tersebut, menunjukkan ada kekeliruan struktural yang belum berhasil dijawab, meskipun hipotesis ini juga masih harus diuji melalui riset yang lebih mendalam,” ujarnya.

Dugaan lain yang perlu diuji dari temuan tren vonis korupsi ini adalah, korupsi yang melibatkan Pegawai Pemda dan swasta adalah korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa, maupun dalam konteks penerbitan izin usaha, dan lainnya. Karena hanya dalam konteks itulah terdapat persinggungan langsung antara pegawai pemda dengan swasta.

Baca Juga: Pejuang Demokrasi yang Gugur Bertambah Menjadi Lima Orang

“Artinya, besar kemungkinan kedua sektor ini perlu mendapat perhatian yang serius dalam hal perbaikan tata kelola,” ucapnya.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Vaksin

Nasional

Ombudsman RI: RS Belum Boleh Buka Pendaftaran Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

33 BUMN Siapkan 35.505 Tiket Mudik Gratis dengan Kapal Pelni
Sutarti

Kalsel

Suami Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Dikenal Penanambaan
apahabar.com

Nasional

Beredar Screenshot ‘Laporkan PNS yang Sebar Ujaran Kebencian’, BKN: Bukan dari Kami
apahabar.com

Nasional

Rumah Pribadi Ketua DPR Terbakar
apahabar.com

Nasional

WNI yang Tewas di Tangan Abu Sayyaf Dipulangkan ke Tanah Air
apahabar.com

Nasional

Pendaftaran Caketum BPP Hipmi Tak Diminati, Efek Pemilu?
apahabar.co

Nasional

Garang, F-16 TNI AU Baru Mampu Boyong Rudal Jarak Jauh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com