Kopi Liberika Diminati Mancanegara, SPI Kalsel Sebut Mutiara Hitam Gambut OTT KPK di Amuntai, Pegawai Kaget Ruang Kerja Bupati HSU Sudah Disegel Siang Ini, KSAL Bareng Menko Perekonomian Kunker Tinjau Vaksinasi-Replanting di Kotabaru Raperda Pajak HST Tuai Kritik, Jangan Matikan Usaha Kecil Kans Terakhir, Jawara Gulat SEA Games 2013 Asal Tapin Bidik Emas PON Papua

Pejuang Demokrasi Meninggal Usai Merekapitulasi Surat Suara

- Apahabar.com     Sabtu, 27 April 2019 - 22:01 WITA

Pejuang Demokrasi Meninggal Usai Merekapitulasi Surat Suara

Ketua PPK Tallo Rosneni Daga (empat dari kiri) melayat ke rumah almarhum anggota KPPS Bunga Eja, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, Radiansyah (31) yang meninggal dunia karena kelelahan menghitung suara pemilih, Sabtu (27/4/2019). Foto - Antara/HO/Rosneni Daga

apahabar.com, MAKASSAR – Seorang lagi pejuang demokrasi gugur, kali ini Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Bunga Eja, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, atas nama Radiansyah (31) meninggal dunia karena kelelahan usai bertugas merekapitulasi surat suara dari formulir C1 Plano.

“Selama delapan hari semua anggota KPPS di Kecamatan Tallo melakukan rekapitulasi penghitungan suara tanpa istirahat hanya untuk mengejar waktu,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tallo Rosneni Daga, di Makassar, seperti dilansir Antara, Sabtu (27/4/2019).

Ia mengatakan, almarhum Radiansyah bertugas sebagai anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 9 Kelurahan Bunga Eja Baru, Kecamatan Tallo.

Rosneni yang juga Ketua Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIM) Nitro Makassar ini, menyatakan almarhum Radiansyah adalah satu-satunya anggota KPPS laki-laki, dan lainnya perempuan.

Dia mengungkapkan selama beberapa hari, korban terus bekerja dan sering telat makan serta mengalami dehidrasi. Akibat beban kerja yang begitu berat, almarhum mengalami batuk dan radang tenggorokan.

“Beberapa hari ini, almarhum mengalami batuk dan radang tenggorokan. Almarhum ini sangat giat bekerja karena satu-satunya laki-laki dan lainnya semua perempuan,” katanya pula.

Neni, sapaan akrab Rosneni ini, menerangkan almarhum kelelahan bekerja karena sejak formulir C6 tiba, semua anggota KPPS termasuk almarhum mencatat dan menulis C6 kemudian diantarkan ke pemilih.

Pada malam pemilihan, hampir tidak ada anggota KPPS yang tidur dengan cukup waktu, kemudian paginya harus buka TPS, dilanjutkan penghitungan suara hingga Kamis (18/4).

Menurut dia, sesuai dengan jadwal yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), penghitungan suara harus dilakukan dengan tenggat waktu yang ditentukan dan tidak boleh istirahat.

Baca Juga: 14 Pejuang Demokrasi di Banjarmasin Selatan Cek Kesehatan

Baca Juga: Pejuang Demokrasi Berguguran, Abdul Hadi Embuskan Napas Terakhir di RSUD Ulin

Baca Juga: Pilu Pejuang Demokrasi di Kandangan: Tak Sempat Nikmati Uang Honor KPPS

Baca Juga: Kelelahan, Pejuang Demokrasi di Kandangan Meninggal Dunia

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bom

Nasional

Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar, Kapolri: Anggota Kelompok JAD
apahabar.com

Nasional

Si Pembanting Motor dan Pembakar STNK Itu Ternyata Cengeng
apahabar.com

Nasional

LP Perempuan Tanjung Gusta Terbakar
apahabar.com

Nasional

Kapolda Sultra, Riau dan Papua Dicopot

Nasional

Waspada! BMKG Prediksi Kalsel Dilanda Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan
Bantah Rumor Turki Minati Vaksin Nusantara

Nasional

Dubes RI Bantah Rumor Turki Minati Vaksin Nusantara

Nasional

Belasan Juta Jiwa Penduduk Indonesia Telah Divaksinasi Dosis Pertama
apahabar.com

Nasional

Bertemu di Istana Bogor, Jokowi dan Pimpinan MPR Bicarakan RUU HIP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com