Agar Koalisi Penanggulangan AIDS Banjarmasin Tak Lagi Mati Suri Kebakaran Pekapuran Raya, Bumil Dilarikan ke RS Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin 

Pemilu 2019, Kaltim Target 77,5 Persen Partisipasi Pemilih

- Apahabar.com     Jumat, 5 April 2019 - 11:21 WITA

Pemilu 2019, Kaltim Target 77,5 Persen Partisipasi Pemilih

TPS 10 di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Rabu (9/12/2015) bertema unduh mantu. TPS unik ini merupakan perwakilan Kecamatan Balikpapan Utara untuk ikut lomba TPS unik se-Balikpapan. Foto-Tribun Kaltim/Fachmi Rahman

apahabar.com, SAMARINDA – Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Dukungan masyarakat menggunakan hak pilihnya jadi penentu kesuksesan di setiap pesta demokrasi.

“Secara nasional, target partisipasi Pemilu tahun ini 77,5 persen. Artinya Kaltim harus mampu mencapai target itu walaupun berat,” jelas Plt Sekprov Kaltim Meiliana dikutip apahabar.com dari laman resmi Pemprov Kaltim, Jumat (5/4).

Mengacu Pilgub tahun lalu, angka partisipasi pemilih di Benua Etam kurang menggembirakan. Hanya 58,16 persen. Sedangkan golput mencapai 41,48 persen. Kala itu, pemenang pilkada hanya meraih 31,33 persen suara.

“Jadi jangan golput,” terang dia.

Meiliana berharap peserta sosialisasi dapat menyampaikan pentingnya satu suara bagi kelangsungan pembangunan dan pemerintahan negara lima tahun ke depan.

Baca Juga: Jelang Pemilu, Pemkab Tanbu Gencar Sisir Desa

“Peserta termasuk kaum milenial dapat menjadi agen-agen Pemilu Serentak 2019,” tuturnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata dia, memfatwakan tentang kewajiban bagi umat muslim untuk memilih pemimpin termasuk Pemilu 2019 ini.

“Saya minta kepada semua pihak, khususnya kaum muslim untuk mensosialisasikan Fatwa MUI agar diketahui khalayak ramai. Harapan kita jumlah golput bisa ditekan,” harapnya.

Selain ajakan memilih, Meiliana meminta masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu-isu negatif; masalah suku, agama, ras dan golongan (SARA).

“Persaingan politik yang membawa isu SARA sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan berdemokrasi. Saya kira KPU provinsi dan kabupaten/kota sudah mengantisipasi kondisi ini sehingga suasana tetap berjalan tertib, aman dan damai,” ungkapnya.

Sebagai pengingat, pada 17 April mendatang rakyat Indonesia yang memiliki hak pilih akan menentukan kepemimpinan nasional, anggota parlemen dan senator untuk masa bakti 2019-2024.

Baca Juga: Pemilu Masuki Fase Krusial, Bawaslu Perketat Pengawasan

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Yuk Donor ke PMI Banjarmasin! Dapatkan Souvenir Menarik
apahabar.com

Tak Berkategori

Malam Idul Fitri, Ingat Imbauan BPBD Banjarmasin  
apahabar.com

Tak Berkategori

‘New Normal’, Kabar Gembira buat Duta Mall
apahabar.com

Tak Berkategori

Jalan-Jalan ke E & Kopi, Tempat Ngopi dan Diskusi Masyarakat Satui
Basarnas Banjarmasin

Tak Berkategori

Dikunjungi Basarnas Banjarmasin, Simak Permintaan Plh Wali Kota Banjarbaru
jambret banjarmasin

Tak Berkategori

Sempat DPO, Jambret di Banjarmasin Akhirnya Diringkus Polisi

Tak Berkategori

Pakai Dana Pribadi, Biker Ini Berbagi ‘Bantuan PPKM’ di Lampu Merah
Perkelahian Tanah Bumbu

Tak Berkategori

Perkelahian di Tanbu: Dari Kata “Apa”, Makan Ayam Mentah, hingga Paving Blok Menghantam Muka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com