Viral Korban Banjir Kalsel Lahirkan di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Pemuda Pengrajin Kayu Bekas Tabalong Tampil di Ajang The 21St Jakarta International Handicraft Trade Fair 2019

- Apahabar.com Sabtu, 27 April 2019 - 15:17 WIB

Pemuda Pengrajin Kayu Bekas Tabalong Tampil di Ajang The 21St Jakarta International Handicraft Trade Fair 2019

Ajang The 21St Jakarta International Handicraft Trade Fair 2019, Jakarta Convention Center, Senayan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kiprahnya terbilang baru. Berawal dari hobi, pengrajin kayu bekas asal Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus mengasah keterampilan.

Ajang The 21St Jakarta International Handicraft Trade Fair 2019, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, yang digelar pada 24-28 April itu menjadi ajang pembuktian.

Mengusung label Gawikayu, Isratul Ikhsan mengatakan, even seperti ini, sangat membantu pengrajin memperluas jangkauan pasar, sekaligus memotong rantai birokrasi untuk menembus jaringan internasional.

“Kita bisa bertemu, berdiskusi, juga bertransaksi dengan calon pembeli. Terutama calon pembeli dari luar negeri,” ujarnya kepada apahabar.com, Sabtu (27/4/2019).

Gawikayu sendiri, kata Ikhsan, yang didirikan bersama rekannya, Fared Ferdi di Tabalong, dengan mengusung tema custom wooden craft of Borneo, sejatinya tidak mematok target penjualan. Namun, lebih untuk memperluas jaringan, juga belajar tentang perkembangan desain produk, serta standart ekspor.

Baca Juga: Produk Lokal HSS Hadir di INACRAFT

“Jika dibandingkan dengan pengrajin kayu lainnya, kami sangat jauh tertinggal, namun kami bersyukur, selalu ada celah untuk menembus pasar. Pada titik ini, terutama ke depannya, kami akan mencoba olahan dengan kombinasi anyaman khas Kalimantan,” jelasnya.

Setidaknya, selama Inacraft digelar, Ikhsan mengaku sudah menjalin komunikasi dengan 2 pengusaha, lokal dan internasional. Asal Jogjakarta, dan eksportir kerajinan asal Belanda, yang memiliki perwakilan cabang di Bali.

“Sudah ada komunikasi langsung, dan kita diminta untuk membuat beberapa contoh olahan,” ungkapnya.

Selain memperluas jaringan pemasaran, ia juga menyampaikan, bahwa pasar lokal untuk olahan kayu bekas berbasis custom, punya peluang bagus. Terutama di wilayah Tabalong yang berbatasan langsung dengan Kaltim dan Kalteng, belum banyak pengrajin yang melihat peluang ini.

Tak sekadar mengusung nilai komersiil, Gawikayu, tutur Ikhsan, terus berupaya mengedukasi konsumen untuk meninggalkan bahan-bahan yang mengandung zat kimia.” Kita selalu mengingatkan risiko jangka panjang untuk kesehatan pada calon konsumen. Terutama penggunaan cat berbahan kimia, dalam jangka panjang berpotensi memicu kanker,” ujarnya.

“Kami juga mengusung nilai-nilai pelestarian lingkungan, melalui pengolahan ulang kayu bekas. Sehingga, apa yang kami olah, turut memiliki nilai lebih bagi lingkungan,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Foto dan Video Keseruan “Banua Bersholawat” bersama Habib Syech
Pesta

Kalsel

Demi Pesta Demokrasi, Nenek dan Cucu di HST Rela Tempuh Medan Berbahaya di Pegunungan Meratus
apahabar.com

Kalsel

Potensi di Balik Kontroversi Gedung Parkir Duta Mall Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Update 16 Mei: Kalsel Bertambah 47 Pengidap Baru, Banjarmasin Tertinggi
apahabar.com

Kalsel

Temukan Sejumlah Kekeliruan, Rekapitulasi Pemilu HSS Ditunda
apahabar.com

Kalsel

Blender 2,8 Kg Sabu, Polda Kalsel Selamatkan Puluhan Ribu Jiwa
apahabar.com

Kalsel

Galang Dana Untuk Tenaga Medis Corona
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel Bantah Represif Saat Demo Omnibus Law di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com