3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Pendaki asal Sulawesi Tewas di Gunung Sumbing, Simak Kronologisnya

- Apahabar.com Minggu, 7 April 2019 - 01:01 WIB

Pendaki asal Sulawesi Tewas di Gunung Sumbing, Simak Kronologisnya

Ilustrasi hipotermia. Foto-Getty Images/iStockphoto

apahabar.com, WONOSOBO – Satu dari empat pendaki meregang nyawa di Gunung Sumbing, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (6/4). Pendaki yang tewas berasal dari Sulawesi Utara. Oleh tim SAR gabungan, diduga ia mengalami hipotermia.

Belakangan diketahui, pendaki nahas tersebut bernama Fatur Rohman. Remaja 16 tahun itu berasal dari Kelurahan Kambowa Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Utara, melakukan pendakian pada Jumat (5/4) pukul 15.50 sore.

Baca Juga: Kapolda Papua: Banjir Bandang Akibat Pembalakan Liar di Gunung Cyclop

Berdasarkan informasi dari Kepala Basarnas Jawa Tengah, Aris Sofingi korban melakukan pendakian bersama 3 rekannya yakni Disa (16), Wildan (17) dan Sultan (16). Semuanya berasal dari Jawa Timur. Lantas, mereka melalui jalur Basecamp Stick Pala, Garung Reco, Kalijajar, Wonosobo.

Diduga karena cuaca yang tidak bersahabat dan suhu yang dingin, keempat pendaki tersebut mengalami hipotermia (panas suhu tubuh menurun drastis akibat suhu dingin) yang mengakibatkan salah satu dari mereka meninggal dunia.

“Kami yang mendapatkan informasi Pada pukul 11.30 WIB dari rekan potensi SAR bahwa ada pendaki yang mengalami hipotermia langsung memberangkatkan tim untuk melakukan evakuasi bersama tim SAR gabungan,” katanya, dikutip apahabar.com dari Antara, Sabtu (6/4) malam.

Pada pukul 15.30 WIB tim SAR berhasil mencapai posisi 3 pendaki, yakni Dias, Wildan, dan Sultan yang mengalami hipotermia tersebut di atas pos 3 tepatnya di Watu Pestan.

Ketiganya kemudian diberi penghangat dan dievakuasi menuju Basecamp Garung. Kemudian tim melanjutkan pencarian seorang pendaki lainnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas Pos SAR Wonosobo, Koramil Kalikajar, Polsek Kalikajar, BPBD Wonosobo, Stick Pala Garung, Grasindo Kledung, Pajero Wonosobo, Skydoors, SAR Kabupaten Wonosobo dan Sarda Jateng berhasil mencapai pendaki ke empat atas nama Fatur Rohman di bawah puncak Rajawali di ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, diduga akibat hipotermia. Korban berhasil dibawa ke basecamp Garung pukul 18.55 dan langsung dibawa ke RSUD Wonosobo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga: Orangutan Tersesat di Desa Lampeong II Dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Lumut

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

WNI Sembuh dari Covid-19 di Singapura Terus Bertambah
apahabar.com

Nasional

Erick Thohir hingga Bahlil Lahadalia Dinilai Pantas Jadi Menteri
apahabar.com

Nasional

Dibekuk Tim Siber, Polisi Dalami Motif Pelaku Mengaitkan Kematian Levie
apahabar.com

Nasional

Nasib Meratus di Tahun Politik 2019, Terkungkung Oligarki
apahabar.com

Nasional

37 Pendemo dari Malang dan Surabaya Reaktif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Bupati Daerah Miskin Beli Mobdin Rp1,9 Miliar
apahabar.com

Nasional

Amnesti Untuk Ibu Nuril: Jangan Penjarakan Korban
apahabar.com

Nasional

Ketua Satgas Covid-19 Heran Kerja Kantoran Seperti Kondisi Normal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com