BMKG: Kalsel Berpotensi Hujan Berpetir Teror Perampasan Motor di Banjarmasin, Pelaku Ternyata Oknum Polisi! Sentuh Ratusan Juta, Perputaran Uang di Festival Pasar Terapung 2022 Norman Marciano Apresiasi Priska Medelyn Usai Juara Tunggal dan Ganda W15K Monastir Di Tengah Situasi Krisis Global, FAO dan IRRI Puji Ketangguhan Sektor Pertanian Indonesia
agustus

Pernyataan BPP Prabowo Soal Tambang Meratus

- Apahabar.com     Sabtu, 20 April 2019 - 10:30 WITA

Pernyataan BPP Prabowo Soal Tambang Meratus

Spanduk berisi penolakan aktivitas pertambangan di kawasan Meratus, khususnya HST dibentang. Foto-Walhi Kalsel for apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya untuk mendukung penyelamatan tambang di Meratus tak selaras dengan langkah Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua BPP Kalsel, H Abidin memandang pemerintah tak bisa melarang kegiatan tambang kepada siapa pun yang mempunyai izin resmi.

“Saya sudah bicara dengan Bapak Prabowo, urusan tambang sesuai dengan prosedur pemerintah. Kalau mereka punya izin, ngapain dilarang. Yang dilarang mungkin yang tidak punya izin resmi,” tekan pengusaha yang juga ketua DPD Partai Gerindra Kalsel ini.

Soal boleh tidaknya melakukan kegiatan tambang memasuki wilayah masyarakat, terang Abidin, itu sudah ada prosedurnya.

Baca Juga: Nasib Meratus di Tahun Politik 2019, Terkungkung Oligarki

Baca Juga: Banding Gugur, Walhi: Bahaya Mengintai Meratus

apahabar.com

Ketua BPP Kalsel, H Abidin. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

Dikemukakannya, jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dilantik menjadi memimpin negeri ini, pemerintah akan berpihak pada masyarakat.

“Prabowo-Sandi selalu memikirkan nasib masyarakat pedesaan. Baik itu Petani dan mereka penambang. Jika pertambangan distop, maka pekerjaan masyarakat tidak bertambah. Tak hanya itu, Prabowo-Sandi juga membuka investasi yang tidak menyulitkan investor,” paparnya.

Sekadar diketahui, kampanye menyelamatkan lingkungan hidup di Pegunungan Meratus terus menggema.

Bahkan ada rencana studi analisis yang diumumkan di media massa turut meresahkan masyarakat HST, terlebih bagi mereka yang tergabung dalam gerakan #SaveMeratus.

Banyak pihaknya memandang, pertambangan itu akan menghilangkan ekonomi kerakyatan yang sudah ada sejak dulu. Bahkan akan menghancurkan ruang hidup dan sumber kehidupan rakyat.

Baca Juga: Rusak Lingkungan Itu Haram, MUI Dukung Save Meratus..!!

Baca Juga: Save Meratus, Pemkab HST Tagih Jawaban Menteri Jonan

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 6.248 Positif, 631 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Akhirnya, Siti Aisyah kembali ke Indonesia
apahabar.com

Nasional

Lagi, Lubang Bekas Galian Tambang Makan Korban di Samarinda
apahabar.com

Nasional

Airbus Milik Citilink Segera Masuk APT Pranoto

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Dikabarkan Meninggal Dunia, Ustaz Yusuf Mansyur: Hoak
apahabar.com

Nasional

Siti Nurbaya, Calon Menteri Kedua dari NasDem yang Dipanggil Jokowi

Nasional

Kunjungan Jokowi ke Korsel Hasilkan 4 Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan IKN
Kedubes India

Nasional

Satgas Covid-19 Tak Keluarkan Rekomendasi, Reuni 212 Akan Digelar di Masjid Az-Zikra Sentul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com