Pembelaan Lengkap Wahid: Minta Bebas hingga Tak Sita Semua Hartanya Hotel Aria Barito dan Armani: Fasilitas Berbintang Alat Damkar Kelas Melati Ini 5 Strategi INDEF Selamatkan Perekonomian Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Salut.. AKBP Afeb Dkk Inisiasi Darul Qur’an di Sungai Jingah
agustus

Polisi Kalsel Incar Pelaku Money Politik

- Apahabar.com     Minggu, 14 April 2019 - 20:00 WITA

Polisi Kalsel Incar Pelaku Money Politik

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) siap bertarung memberantas politik uang dalam pelaksanaan Pemilu yang bakal dilaksanakan tiga hari lagi.

Gakkumdu yang terdiri atas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepolisian RI, dan Kejaksaan sudah siap dari berbagai aspek, akan mengincar pelaku yang terindikasi melakukan perbuatan terlarang itu.

Baca Juga: Arus Deras, Operator Dozer Kecelakaan Kapal di Perairan Tabanio Tak Kunjung Ditemukan

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Mochamad Rifai berpendapat, semua pihak yang terlibat kontestasi berpotensi melakukan politik uang untuk meraih kemenangan.

“Potensi politik uang bisa saja terjadi. Tergantung pasangan calon dan pemilihnya. Semuanya punya potensi pelanggaran politik uang dan SARA,” kata Kombes Pol Mochamad Rifai kepada apahabar.com di Banjarmasin, Minggu (14/04/2019).

Menurut Rifai, pengawasan praktek pemberian uang kepada pemilih atau disebut dugaan money politic itu sangat rentan.

Segala daya upaya akan dikerahkan oleh seluruh peserta pemilu untuk memenangkan kontestasi.

“Untuk itu kami sudah persiapkan penyidik khusus yang dilatih untuk penegakkan hukum ini, mereka juga berintegritas yang tidak pernah terkena pelanggaran disiplin,” kata Rifai.

“Penyidik dikhususkan untuk menangani tindak pidana pemilu agar memudahkan koordinasi antara Bawaslu dan juga Kejaksaan,” sebutnya lagi.

Oleh sebab itu, Polisi dengan tiga melati tersebut mengingatkan pasangan calon kepada wakil rakyat yang akan mengikuti Pemilu 2019 untuk menghindari politik uang.

“Karena ini sudah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Ancaman pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda hingga Rp 1.000.000.000,” tandas Rifai.

Sejauh ini, terang Rifai, Sentra Gakkumdu belum mendapatkan laporan perihal praktik money politik.

Meski demikian, pihaknya akan terus memantau jalannya Pemilu mulai dari masa kampanye, masa tenang, hari pemungutan suara hingga penghitungan suara. “Sejauh ini kita belum temukan (money politik),” ucapnya.

Rifai juga mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawasi jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini. Jangan ragu laporkan bila ada pihak yang mencoba melakukan politik uang kepada petugas.

“Ke pemilih, kita harapkan di minggu tenang matangkan pilihan politik. Turut awasi, turut kawal sampai hari H nanti pencoblosan. Bukan hanya mencoblos tapi hasilnya juga ikut awasi. Kalau ada pelanggaran segera laporkan ke petugas terdekat,” pungkasnya.

Baca Juga: Hari Pertama Masa Tenang, Bawaslu Tapin Sapu Bersih Atribut Kampanye

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pengendara di Tabalong

Tak Berkategori

Tak Pakai Helm, Ratusan Pengendara di Tabalong Ditegur Pakai Speaker
apahabar.com

Tak Berkategori

Biang Kerok Pelemahan Rupiah Rabu Pagi
apahabar.com

Tak Berkategori

Gagal Edar, Ratusan Sabu, dan Ekstasi Dimusnahkan di Kotabaru
apahabar.com

Tak Berkategori

Puskesmas Libur di Idul Fitri, Ketua YLK: Pikirkan Nasib Pasien
apahabar.com

Tak Berkategori

Operasional KEK Maloy Jadi Syarat Wajib Datangkan Investor ke Kaltim
apahabar.com

Tak Berkategori

KEK MBTK Pusat Transformasi Ekonomi Kaltim
Kapolres HSS

Tak Berkategori

Ciptakan Situasi Tetap Aman dan Kondusif, Kapolres HSS Silaturahmi ke Ponpes
apahabar.com

Tak Berkategori

Pemilu 2019 Tinggal Menghitung Hari, Bawaslu dan Polda Kalsel Siap Pasang Badan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com