Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres Live Streaming SCTV & Link Siaran Langsung Liga Champions Ajax vs Liverpool, Prediksi Pemain!

Prabowo akan Beri Pensiun Koruptor, ICW: Kok Malah Memaafkan

- Apahabar.com Senin, 8 April 2019 - 09:48 WIB

Prabowo akan Beri Pensiun Koruptor, ICW: Kok Malah Memaafkan

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz. Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Prabowo dalam kampanye di GBK menyebutkan akan memberi kesempatan bertobat dan pensiun bagi para koruptor.

Menanggapi hal itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) heran dengan sikap toleran Capres Prabowo Subianto.

“Sikap toleran kayak begitu justru tidak akan mengurangi perilaku korupsi. Justru koruptor itu adalah dihukum badannya dan disita asetnya. Kok malah memaafkan kayak begitu,” ujar Donal seperti dikutip apahabar.com dari detikcom pada Senin (7/4/2019).

Menurut Donald, pemberantasan korupsi di Indonesia sudah ada aturannya yang tertera dalam undang-undang. Ada akibat hukum yang akan diberikan pada koruptor, yakni disita asetnya disiksa badannya.

Baca Juga: Penasaran, Anjing Makan Sekantung Heroin yang Dikubur di Taman

“Sehingga justru itu (sikap toleran memberi koruptor pensiun) bertentangan dengan semangat yang sudah dibangun selama ini, bahwa pemberantasan korupsi itu menghukum badan pelakunya dan kemudian merampas atau menyita asetnya. Nah, konsep kayak begitu bertentangan dengan desain pemberantasan korupsi di dalam undang-undang 31 tahun 1999 yang kemudian menghukum badan, merampas aset pelaku kejahatan korupsi itu, bukan justru menafkahinya dalam bentuk uang (pensiun), apalah begitu seperti bahasa dia (Prabowo),” ulas Donal.

Masalah tobat, sambung Donald, merupakan urusan pribadi masing-masing koruptor. Tidak ada mekanisme tobat dalam undang-undang.

“Kalau tobat itu kan mekanisme urusan dia dengan Tuhan, jadi menurut saya mekanisme tobat seperti apa? Menurut saya masih terlalu kabur tawaran seperti itu. Justru harusnya dikongkritean saja seperti memperkuat KPK, kemudian melakukan pembersihan di sisi penegak hukum, kepolisian, kejaksaaan, itu menurut saya lebih tegas dan lebih kongkret, daripada konsep-konsep yang masih menerawang dan akan menimbulkan perdebatan,” jelasnya.

Donal meminta Prabowo untuk lebih konkret memaksimalkan konsep pemberantasan korupsi. Bukan memberi tawaran konsep yang masih kabur, seperti memberi dana pensiun bagi koruptor.

“Definisi tobat itu membingungkan. Definisi tobat seperti apa yang dimaksud. Jadi ketika ada kasus korupsi diproses secara hukum, kemudian pelaku dipidana, aset dirampas, menurut saya itu justru lebih efektif daripada tawaran-tawaran lain yang belum teruji dan apalagi tidak diterapkan di banyak negara,” terangnya.

Sebelumnya, dalam pidatonya di GBK, Prabowo sempat mengatakan akan meminta para koruptor bertobat dan mengembalikan uang negara. Koruptor juga akan diberi dana pensiun.

“Kita akan panggil koruptor-koruptor itu, kita akan minta mereka tobat dan sadar kembalikan lah uang-uang yang kau (koruptor) curi, ya boleh kita sisikan sedikit lah, boleh nggak? Ya untuk dia pensiun, berapa, kita tinggalin berapa,” ujar Prabowo ketika berpidato di GBK, Minggu (7/4).

Baca Juga: Asosiasi Pelajar Muslim Se-Asia Tenggara Dukung Jokowi-Ma’ruf, Alasannya?

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

TNI AL: Kapal Cina Tak Mau Keluar dari Natuna
apahabar.com

Nasional

Dian Pramana Putra Meninggal Karena Kanker Darah
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Temani Jokowi Ngopi Bareng di Taher Square
apahabar.com

Nasional

Breaking News: Presiden Jokowi Tiba di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Kapolri: Ani Yudhoyono Sosok Keibuan dan Beribawa
apahabar.com

Nasional

Bayar Online dan Ijab Kabul Zakat Tanpa Bersalaman, Apakah Sah?
apahabar.com

Nasional

Surat Suara Tercoblos di Selangor, Bawaslu RI: Kejadiannya di Luar Kendali
apahabar.com

Nasional

ODP Klaster Gowa di Kalsel, Satgas Covid-19 Mulai Pelacakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com