Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Kalsel

Jumat, 5 April 2019 - 20:01 WIB

Rumah Singgah Banjarmasin Sudah Tangani 3 Pencandu Lem Fox

Redaksi - Apahabar.com

lima pelajar yang kedapatan mabuk lem diamankan polisi Bone.Foto-KOMPAS.com/ Abdul Haq

lima pelajar yang kedapatan mabuk lem diamankan polisi Bone.Foto-KOMPAS.com/ Abdul Haq

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus penyalagunaan lem fox di Banjarmasin mulai gawat. Terlebih, korbannya anak masih di bawah umur. Sepanjang 2019, Dinas Sosial Kota Banjarmasin telah menampung tiga pencandu lem fox.

“Korban ditampung di Rumah Singgah sebelum diserahkan kepada kedua orang tuanya,” ucap Kepala Seksi Tuna Sosial dan Korban Tindak Kekerasan Hasan kepada apahabar.com, Jumat (6/4/).

Baca Juga: Sudah Dua Anak Jadi Korban Lem di Banjarmasin

Ketiga anak tersebut diamankan oleh Satpol PP Banjarmasin di Siring Piere Tendean. Beruntung tak ada sanksi tegas. Sebelum dilimpahkan ke Rumah Singgah mereka diberikan upaya pembinaan.

“Intinya hanya diberikan pencerahan, arahan dan motivasi,” ujar dia.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polres Kotabaru Gencarkan Sosialisasi New Normal

Sejauh ini, korban lem Fox di sana didominasi remaja berusia 12 – 15 tahun. Dari pengakuan mereka, rata-rata penyebabnya adalah kurangnya perhatian dari orang tua. “Broken home dan faktor lingkungan sekitar,” ujarnya.

Di Rumah Singgah sendiri masih belum memiliki psikolog khusus anak. Meski begitu dirinya optimistis mampu melakukan pembinaan melalui Satuan Inti Pekerjaan Sosial secara maksimal.

Menginjak bulan keempat 2019, BNN Banjarmasin mencatat, sudah dua anak di Banjarmasin jadi korban lem fox. Keduanya merupakan bocah SD-SMP.

Menghirup aroma lem akan berdampak negatif bagi kesehatan, bahkan berujung kematian.

Untuk mengurangi ketergantungan menghitup aroma inhalen atau berbau tajam yang berasal dari lem kayu tersebut, maka perlu rehabilitasi.

Baca juga :  Pembalap Liar di Tapin Disanksi Tegas, Kasatlantas: Agar Jera

“Kedua pengguna tersebut direhabilitasi pada Februari dan April 2019,” jelas Kepala BNN Kota Banjarmasin AKBP Nurmawati kepada apahabar.com, Jumat (6/7) siang.

Dibandingkan 2018 lalu, angka penyalahguna lem yang bisa mencegah lalat buah itu meningkat. Sepanjang tahun lalu, hanya dua orang yang menjalani rehabilitasi.

“Ironisnya, penggunaan lem fox didominasi oleh kalangan remaja,” ucap Nurmawati.

BNN akan terus gencar mensosialisasi pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba di segala sektor. Mulai dari sekolah, instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.

Baca Juga: Miris, Santri Ponpes di Martapura Kepergok ‘Ngelem’

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

IPHI Imbau Umat Islam Buka Usaha Baru  
apahabar.com

Kalsel

Hadapi Iklan Rokok, Pemko Banjarmasin Tak Berdaya
apahabar.com

Kalsel

Ngotot Jumatan, Jemaah di Martapura Tembus Barikade Petugas
apahabar.com

Kalsel

Penyebab Kasus Covid-19 di Tanbu Meningkat Menurut Tim Gugus Tugas
apahabar.com

Kalsel

Cerah Berawan, Suhu Udara Kalsel Capai 34 Derajat Celcius
apahabar.com

Kalsel

Dinkes Banjar Segera Akreditasikan Dua Puskesmas
apahabar.com

Kalsel

TNI AL di Kotabaru Kenang Kembali Pertempuran Laut Paling Heroik di Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Lintas Sektoral di Sungai Durian, Bahas Kesehatan Hingga Tangkal Radikalisme
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com