Bravo! Polresta Banjarmasin Gagalkan 135 Kg Sabu & Ratusan Gram Ganja Tuntutannya Dicuekin, PLN Kalsel-Teng Dilaporkan ke Disnaker! Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru

Rumah Singgah Banjarmasin Sudah Tangani 3 Pencandu Lem Fox

- Apahabar.com Jumat, 5 April 2019 - 20:01 WIB

Rumah Singgah Banjarmasin Sudah Tangani 3 Pencandu Lem Fox

lima pelajar yang kedapatan mabuk lem diamankan polisi Bone.Foto-KOMPAS.com/ Abdul Haq

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus penyalagunaan lem fox di Banjarmasin mulai gawat. Terlebih, korbannya anak masih di bawah umur. Sepanjang 2019, Dinas Sosial Kota Banjarmasin telah menampung tiga pencandu lem fox.

“Korban ditampung di Rumah Singgah sebelum diserahkan kepada kedua orang tuanya,” ucap Kepala Seksi Tuna Sosial dan Korban Tindak Kekerasan Hasan kepada apahabar.com, Jumat (6/4/).

Baca Juga: Sudah Dua Anak Jadi Korban Lem di Banjarmasin

Ketiga anak tersebut diamankan oleh Satpol PP Banjarmasin di Siring Piere Tendean. Beruntung tak ada sanksi tegas. Sebelum dilimpahkan ke Rumah Singgah mereka diberikan upaya pembinaan.

“Intinya hanya diberikan pencerahan, arahan dan motivasi,” ujar dia.

Sejauh ini, korban lem Fox di sana didominasi remaja berusia 12 – 15 tahun. Dari pengakuan mereka, rata-rata penyebabnya adalah kurangnya perhatian dari orang tua. “Broken home dan faktor lingkungan sekitar,” ujarnya.

Di Rumah Singgah sendiri masih belum memiliki psikolog khusus anak. Meski begitu dirinya optimistis mampu melakukan pembinaan melalui Satuan Inti Pekerjaan Sosial secara maksimal.

Menginjak bulan keempat 2019, BNN Banjarmasin mencatat, sudah dua anak di Banjarmasin jadi korban lem fox. Keduanya merupakan bocah SD-SMP.

Menghirup aroma lem akan berdampak negatif bagi kesehatan, bahkan berujung kematian.

Untuk mengurangi ketergantungan menghitup aroma inhalen atau berbau tajam yang berasal dari lem kayu tersebut, maka perlu rehabilitasi.

“Kedua pengguna tersebut direhabilitasi pada Februari dan April 2019,” jelas Kepala BNN Kota Banjarmasin AKBP Nurmawati kepada apahabar.com, Jumat (6/7) siang.

Dibandingkan 2018 lalu, angka penyalahguna lem yang bisa mencegah lalat buah itu meningkat. Sepanjang tahun lalu, hanya dua orang yang menjalani rehabilitasi.

“Ironisnya, penggunaan lem fox didominasi oleh kalangan remaja,” ucap Nurmawati.

BNN akan terus gencar mensosialisasi pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba di segala sektor. Mulai dari sekolah, instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.

Baca Juga: Miris, Santri Ponpes di Martapura Kepergok ‘Ngelem’

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kotabaru

Kalsel

BREAKINGNEWS: Uji Labfor Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Keluar
apahabar.com

Kalsel

Rekayasa Lalu Lintas di Depan RSUD Ulin, Dishub: Perlu Proses Panjang
Vaksin

Kalsel

Banjarmasin Sasaran Distribusi Vaksin Covid-19 Terbanyak Se-Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Curhat Bupati Tapin, Kesadaran Protokol Covid-19 Masih Kurang
apahabar.com

Kalsel

Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara
apahabar.com

Kalsel

Banyak yang Pensiun, Batola Cari 257 CPNS
apahabar.com

Kalsel

Niat Balik, Jemaah Perempuan Haul Guru Sekumpul Patah Kaki
apahabar.com

Kalsel

HUT Bhayangkara di Tengah Pandemi, Kapolres Tala Janji Lanjutkan Penyaluran Bansos
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com