3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Rumah Singgah Banjarmasin Sudah Tangani 3 Pencandu Lem Fox

- Apahabar.com Jumat, 5 April 2019 - 20:01 WIB

Rumah Singgah Banjarmasin Sudah Tangani 3 Pencandu Lem Fox

lima pelajar yang kedapatan mabuk lem diamankan polisi Bone.Foto-KOMPAS.com/ Abdul Haq

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus penyalagunaan lem fox di Banjarmasin mulai gawat. Terlebih, korbannya anak masih di bawah umur. Sepanjang 2019, Dinas Sosial Kota Banjarmasin telah menampung tiga pencandu lem fox.

“Korban ditampung di Rumah Singgah sebelum diserahkan kepada kedua orang tuanya,” ucap Kepala Seksi Tuna Sosial dan Korban Tindak Kekerasan Hasan kepada apahabar.com, Jumat (6/4/).

Baca Juga: Sudah Dua Anak Jadi Korban Lem di Banjarmasin

Ketiga anak tersebut diamankan oleh Satpol PP Banjarmasin di Siring Piere Tendean. Beruntung tak ada sanksi tegas. Sebelum dilimpahkan ke Rumah Singgah mereka diberikan upaya pembinaan.

“Intinya hanya diberikan pencerahan, arahan dan motivasi,” ujar dia.

Sejauh ini, korban lem Fox di sana didominasi remaja berusia 12 – 15 tahun. Dari pengakuan mereka, rata-rata penyebabnya adalah kurangnya perhatian dari orang tua. “Broken home dan faktor lingkungan sekitar,” ujarnya.

Di Rumah Singgah sendiri masih belum memiliki psikolog khusus anak. Meski begitu dirinya optimistis mampu melakukan pembinaan melalui Satuan Inti Pekerjaan Sosial secara maksimal.

Menginjak bulan keempat 2019, BNN Banjarmasin mencatat, sudah dua anak di Banjarmasin jadi korban lem fox. Keduanya merupakan bocah SD-SMP.

Menghirup aroma lem akan berdampak negatif bagi kesehatan, bahkan berujung kematian.

Untuk mengurangi ketergantungan menghitup aroma inhalen atau berbau tajam yang berasal dari lem kayu tersebut, maka perlu rehabilitasi.

“Kedua pengguna tersebut direhabilitasi pada Februari dan April 2019,” jelas Kepala BNN Kota Banjarmasin AKBP Nurmawati kepada apahabar.com, Jumat (6/7) siang.

Dibandingkan 2018 lalu, angka penyalahguna lem yang bisa mencegah lalat buah itu meningkat. Sepanjang tahun lalu, hanya dua orang yang menjalani rehabilitasi.

“Ironisnya, penggunaan lem fox didominasi oleh kalangan remaja,” ucap Nurmawati.

BNN akan terus gencar mensosialisasi pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba di segala sektor. Mulai dari sekolah, instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.

Baca Juga: Miris, Santri Ponpes di Martapura Kepergok ‘Ngelem’

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Terbaru Covid-19 di Tanbu: 1 Sembuh, 3 Positif
apahabar.com

Kalsel

Habib Fathurrahman Bahasyim Kecam Tindak Anarkis Petugas PSBB di Surabaya
apahabar.com

Kalsel

May Day 2019, Polda Kalsel Siapkan Pengamanan
apahabar.com

Kalsel

Dapat Mobil Hibah, Banjar Siap Salurkan 4 Ton Ikan Segar
apahabar.com

Kalsel

Program Perumahan Nelayan Tanbu, Arkani: Layak Jadi Percontohan di Tala
apahabar.com

Kalsel

RAPI Siap Mengabdi kepada Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari Ini ‘Bersahabat’
apahabar.com

Kalsel

Penjagal Bocah SD Limpasu Dalam Penanganan Khusus RS Sambang Lihum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com