Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Sandiaga Kibarkan Bendera NU di Kampanye, TKN:  Blunder

- Apahabar.com Minggu, 7 April 2019 - 09:40 WIB

Sandiaga Kibarkan Bendera NU di Kampanye, TKN:  Blunder

: Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menanggapi tindakan Sandiaga Uno yang mengibarkan bendera NU ketika berkampanye di Lumajang, Jawa Timur.

Mereka membandingkan dengan aksi KH Ma’ruf Amin seorang Rais Aam PBNU yang tak pernah membawa atribut NU untuk kampanye.

“Di paslon 01 yang notabene cawapresnya adalah pimpinan tertinggi NU saja dan dukungan NU begitu meluas, namun baik Pak Jokowi maupun KMA tidak pernah membawa-bawa langsung atribut dalam kampanye,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani, seperti diwartakan detikcom, Sabtu (6/4/2019).

Aksi Sandiaga mengibarkan bendera NU itu, menurut Arsul, memicu warga NU antipati terhadap pasangan calon 02 tersebut.

“Dengan mengibarkan langsung bendera NU, Sandi justru menciptakan resistensi yang bertambah tinggi di kalangan nahdhiyin. Mereka yang tadinya biasa-biasa saja namun ketika NU disentuh-sentuh dengan cara yang salah, maka justru timbul antipati. Jadi alih-alih dapat tambahan suara, maka aksi Sandi itu malah menutup potensi tambahan dukungan dari kaum nahdhoyin,” ujar dia.

Apa yang dikatakan Arsul benar, tak lama dari aksi Sandi tersebut NU Lumajang melayangkan protes keras tindakan Sandiaga. Menurut pengurus NU Lumajang, aksi Sandiaga bisa memicu gesekan horizontal.

“Kami menyampaikan bahwa tindakan pengibaran ‘bendera NU’ dalam kegiatan kampanye politik semacam itu adalah bentuk pelecehan kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang dapat menimbulkan gesekan horizontal di tengah masyarakat,” tutur Rais NU Lumajang Husni Zuhri dalam pernyataan yang dikutip pada Sabtu (6/4).

Sementara itu, BPN Prabowo menyatakan Sandiaga Uno sama sekali tidak memiliki niat melecehkan dalam pengibaran bendera NU di panggung kampanye.

“Jadi tidak ada maksud dari Pak Sandi untuk melecehkan, tolong dicek PCNU kalau keberatan, apakah yang membawa apakah itu orang NU atau bukan. Silakan kalau diproses, jangan Pak Sandi-nya,” tutur Direktur Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Deretan Negara yang Sudah Longgarkan Lockdown, Indonesia Kapan?
apahabar.com

Nasional

Semua Pasien Sudah Keluar dari Rumah Sakit, Wuhan Kini Bebas Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Percontohan Penurunan Emisi Deforestasi dan Degradasi Hutan
apahabar.com

Nasional

Sandi Bermarkas di Jateng Bukan ‘Serang’ Jokowi
apahabar.com

Nasional

Ikut Kawal TPS, BKD Prabowo-Sandi Kalsel Pastikan Tak Ada Gesekan
apahabar.com

Nasional

Kapolri Umroh, Bukan Ingin Bertemu Rizieq
apahabar.com

Kalsel

Jejak Pejuang Banjar Ratu Zaleha Melawan Belanda, Sempat Terasing di Bogor
apahabar.com

Nasional

Apes, Puluhan Travel Gelap Gagal Selundupkan Pemudik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com