Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Sehari, Transaksi Tiket KRL Tembus Rp3,3 M

- Apahabar.com Rabu, 3 April 2019 - 07:56 WIB

Sehari, Transaksi Tiket KRL Tembus Rp3,3 M

Ilustrasi Kereta Api Listrik (KRL). Foto-net

apahabar.com, BOGOR – Jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) selalu meningkat dari tahun ke tahun. Menariknya, dengan nilai transaksi tiket, seharinya dapat menembus Rp3,3 miliar.

“Kondisi itu otomatis membuat perputaran uang di moda transportasi massal ini kian tinggi,” kata Deputi II PT KAI Daop I Jakarta, Junaidi Nasution, di Bogor, seperti dikutip dari Antara, Selasa (02/04/2019).

Baca Juga: Gali Prosuder Seleksi Pejabat, KPK Tanya Mantan Sekjen Kemenag

Junaidi Nasution menjelaskan, kini jumlah penumpang KRL di Jabodetabek mencapai 1,1 juta orang per hari.

Itu artinya jika diasumsikan dengan tarif terendah senilai Rp3.000, setiap harinya jumlah transaksi tiket KRL mencapai Rp3,3 miliar.

Peningkatan jumlah penumpang secara signifikan ini terjadi sejak lima tahun terakhir. Sampai Juni 2018, rekor tertinggi jumlah penumpang KRL mencapai 1.154.080 orang.

“Meningkat, lima tahun belakang dari 800.000 penumpang, sekarang sudah sampai 1,1 juta penumpang sehari,” ujarnya saat hadir pada kegiatan Pasar Murah KAI di Stasiun Bogor Kota Bogor Jawa Barat itu.

Ia menjelaskan pula, di waktu yang bersamaan, PT KAI memiliki armada 900 unit KRL. Jumlah tersebut bertambah 60 kereta dari tahun sebelumnya.

Menurutnya lagi, jumlah unit KRL akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penumpang.

Sebanyak 900 unit KRL ini melayani perjalanan ke 79 stasiun yang ada di Jabodetabek, Banten, dan Cikarang. Jika ditotalkan panjang rutenya, mencapai angka 418,5 kilometer.

PT KAI juga tidak tinggal diam menanggapi pembengkakan penumpang yang terjadi secara berangsur itu.

Kini, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tengah mempersiapkan transaksi karcis berbasis uang elektronik LinkAja.

Nantinya pembelian karcis KRL akan diberlakukan non tunai secara keseluruhan. Hal itu berati hanya bisa menggunakan e-money atau uang elektronik.

“Sekarang sudah gak modelnya lagi uang tunai. Kita harus menyosialisasikan. Kalau enggak, kita ketinggalan,” pungkas Junaidi.

Baca Juga: Heboh, Beredar Soal UN Matematika di Jejaringan Line

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

2.000 Atlet Ikuti Kejurnas Pencak Silat JSOC 2019
apahabar.com

Nasional

Polisi Pakai Helm ‘Robocop’ Deteksi Warga Bergejala Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jadi KSAD, Andika Perkasa: ‘’Ngomong Apa saja Monggo’’
apahabar.com

Nasional

2.500 Korban Tsunami Mengungsi di Kantor Gubernur Lampung
apahabar.com

Nasional

Penelitian Basmi Nyamuk Dengue Semakin Dekat
apahabar.com

Nasional

MK Siap Terima Pengajuan Uji Materi Hasil Revisi UU KPK
apahabar.com

Nasional

Saat Ramadan, Jokowi Ingin Stok Pangan Cukup
apahabar.com

Nasional

Anggarkan Rp 10 Triliun untuk Kartu Prakerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com