Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Sering Buang Air Kecil Ketika Malam, Tanda Hipertensi

- Apahabar.com Senin, 8 April 2019 - 13:48 WIB

Sering Buang Air Kecil Ketika Malam, Tanda Hipertensi

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah studi para peneliti Jepang mengungkap, sering buang air kecil atau berkemih pada malam hari ada masalah dengan kesehatan. Menurut mereka, boleh jadi kondisi itu berhubungan dengan asupan garam yang berlebihan dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

“Penelitian kami menunjukkan jika Anda harus sering buang air kecil pada malam hari, yang disebut nokturia, Anda mungkin mengalami peningkatan tekanan darah dalam tubuh Anda karena asupan garam berlebihan setiap hari,” kata peneliti Divisi Hipertensi Rumah Sakit Tohoku Rosai di Sendai, Jepang, Satoshi Konno, seperti dilansir Antara dari Medical News Today, Senin (08/04/2019).

Penelitian sebelumnya menunjukkan, asupan garam berlebihan setiap hari dan hipertensi memiliki dampak negatif pada nokturia.

Di Jepang, orang-orang pada umumnya mengonsumsi lebih banyak garam daripada di masyarakat negara-negara Barat. Karena alasan itu, populasi Jepang mungkin berisiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi.

Kendali yang tepat terhadap asupan garam dan tekanan darah menjadi terapi nokturia. Apakah ada hubungan sebab-akibat?

Dalam kajian Konno itu, sebanyak 3.749 penduduk kota Watari, Jepang yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan pada 2017 diteliti tentang tingkat tekanan darah mereka dan nokturia.

Hasilnya, bangun pada malam hari untuk buang air kecil berpeluang 40 persen lebih besar mengalami tekanan darah tinggi. Risiko hipertensi meningkat secara signifikan karena jumlah kejadian nokturia setiap malam pun meningkat.

Namun, Konno mengatakan temuan itu tidak membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung antara nokturia dan hipertensi. Temuan itu, lanjutnya, mungkin tidak berlaku untuk orang yang tinggal di luar Jepang.

“Hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk gaya hidup, asupan garam, etnis, dan latar belakang genetik,” kata dia.

Sementara itu, Professor and president of the European Society of Cardiology (ESC) Barbara Casadei mencatat ada lebih dari satu miliar orang di dunia mengalami hipertensi, yang merupakan penyebab global utama kematian dini.

“Gaya hidup sehat termasuk pembatasan konsumsi garam, alkohol, makan makanan sehat, olahraga teratur, mengontrol berat badan, dan berhenti merokok disarankan,” kata Casadei tentang pencegahan hipertensi.

Baca Juga: Kenapa Makan Kekenyangan Bikin Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Baca Juga: HST Tertinggi Penyakit Hipertensi, Waspadai Penyebabnya

Baca Juga: Kurangi Limbah Plastik, Remaja Ini Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Saran Psikolog, Terapkan Ini Hindari Covid-19 di Rumah

Gaya

Berjuang, Starcase Event Banjarmasin Gelar Konser Musik dengan Prokes Covid-19
apahabar.com

Gaya

Mahasiswa UMM Temukan Sistem Pintar Pendeteksi Kebakaran Hutan
apahabar.com

Gaya

Tongkrongan Akhir Pekan, Wisata Kuliner Wasaka dan ‘Mawarung Baimbai’
apahabar.com

Gaya

Banyak Layahan Bedah, Tips Aman Memilih
apahabar.com

Gaya

Takut Covid-19 Saat Liburan, Ikuti Cara Agar Tak Tertular
apahabar.com

Gaya

Ini Awal Mula Virus Corona Ditemukan
apahabar.com

Gaya

Bersama Andre Taulany di Tema Indonesia, Sule Buka Alasan Cintai Nathalie Holscher
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com