Resmi! Paman Birin Sandang Gelar Doktor Kehormatan dari ULM Sosok Promotor Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin Bukan Orang Sembarangan Tempo Dua Bulan, Polres Tala Ungkap Puluhan Tersangka Kasus Narkoba Kebakaran di Pampanan, INAFIS Polres Tabalong Turun Tangan Kios di Tapin Terbakar, Satu Orang Jadi Korban

Sering Buang Air Kecil Ketika Malam, Tanda Hipertensi

- Apahabar.com     Senin, 8 April 2019 - 13:48 WITA

Sering Buang Air Kecil Ketika Malam, Tanda Hipertensi

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah studi para peneliti Jepang mengungkap, sering buang air kecil atau berkemih pada malam hari ada masalah dengan kesehatan. Menurut mereka, boleh jadi kondisi itu berhubungan dengan asupan garam yang berlebihan dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

“Penelitian kami menunjukkan jika Anda harus sering buang air kecil pada malam hari, yang disebut nokturia, Anda mungkin mengalami peningkatan tekanan darah dalam tubuh Anda karena asupan garam berlebihan setiap hari,” kata peneliti Divisi Hipertensi Rumah Sakit Tohoku Rosai di Sendai, Jepang, Satoshi Konno, seperti dilansir Antara dari Medical News Today, Senin (08/04/2019).

Penelitian sebelumnya menunjukkan, asupan garam berlebihan setiap hari dan hipertensi memiliki dampak negatif pada nokturia.

Di Jepang, orang-orang pada umumnya mengonsumsi lebih banyak garam daripada di masyarakat negara-negara Barat. Karena alasan itu, populasi Jepang mungkin berisiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi.

Kendali yang tepat terhadap asupan garam dan tekanan darah menjadi terapi nokturia. Apakah ada hubungan sebab-akibat?

Dalam kajian Konno itu, sebanyak 3.749 penduduk kota Watari, Jepang yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan pada 2017 diteliti tentang tingkat tekanan darah mereka dan nokturia.

Hasilnya, bangun pada malam hari untuk buang air kecil berpeluang 40 persen lebih besar mengalami tekanan darah tinggi. Risiko hipertensi meningkat secara signifikan karena jumlah kejadian nokturia setiap malam pun meningkat.

Namun, Konno mengatakan temuan itu tidak membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung antara nokturia dan hipertensi. Temuan itu, lanjutnya, mungkin tidak berlaku untuk orang yang tinggal di luar Jepang.

“Hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk gaya hidup, asupan garam, etnis, dan latar belakang genetik,” kata dia.

Sementara itu, Professor and president of the European Society of Cardiology (ESC) Barbara Casadei mencatat ada lebih dari satu miliar orang di dunia mengalami hipertensi, yang merupakan penyebab global utama kematian dini.

“Gaya hidup sehat termasuk pembatasan konsumsi garam, alkohol, makan makanan sehat, olahraga teratur, mengontrol berat badan, dan berhenti merokok disarankan,” kata Casadei tentang pencegahan hipertensi.

Baca Juga: Kenapa Makan Kekenyangan Bikin Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Baca Juga: HST Tertinggi Penyakit Hipertensi, Waspadai Penyebabnya

Baca Juga: Kurangi Limbah Plastik, Remaja Ini Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

JFW

Gaya

TikTok Dukung JFW 2021, Kolaborasikan Fesyen dengan Teknologi
apahabar.com

Gaya

Tuai Perdebatan Daring, JK Rowling: Karakter yang Dikritik di Novel Troubled Blood Terinspirasi Fakta
apahabar.com

Gaya

Tunggu Samsung Galaxy Watch 3
apahabar.com

Gaya

Mau Jadi Reseller, Simak 6 Tips Suksesnya
apahabar.com

Gaya

Kumpulkan Dana Lebih Setengah Miliar, Warga Tegalrejo Gila-gilaan Percantik Goa Lowo
apahabar.com

Gaya

Mau Ponsel Gaming dengan Harga 2 Jutaan? Ini Daftarnya
apahabar.com

Gaya

Ternyata, Durian Tidak Mengandung Kolesterol!
apahabar.com

Gaya

Harga dan Spesifikasi Realme C17, Tipe Tertinggi Seri C Pesaing Xiaomi Redmi Note 9
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com