Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Terdakwa Pembakar Satu Keluarga Minta Keringanan, Keluarga: Tetap Dihukum Mati

- Apahabar.com Rabu, 10 April 2019 - 15:46 WIB

Terdakwa Pembakar Satu Keluarga Minta Keringanan, Keluarga: Tetap Dihukum Mati

Ilustrasi Foto-Thinkstock

apahabar.com, MAKASSAR – Setelah dituntut hukuman mati, dua terdakwa pembakaran satu keluarga di Makassar, Sulawesi Selatan, meminta keringanan hukuman. Menanggapi hal itu, pihak keluarga korban meminta majelis hakim tetap memvonis terdakwa sesuai dengan tuntutan jaksa.

Seperti dilansir detikcom, dalam sidang pembelaan pada Selasa (9/4), kedua terdakwa, M Ilham alias Ilo dan Sulkifli Amir alias Ramma meminta majelis hakim memberi keringanan hukuman dengan alasan keluarga.

Kedua terdakwa, Ilham alias Ilo dan Sulkifli Amir alias Ramma, membacakan pembelaannya di PN Makassar, Jalan Kartini, Makassar, Selasa (9/4).

“Saya minta keringanan (hukum kepada hakim) karena saya masih punya istri dan anak,” kata terdakwa Ilo dalam pembelaannya di hadapan majelis hakim.

Terdakwa kedua, Ramma, mengajukan pembelaan serupa dengan Ilo dengan alasan keluarga.

“Saya masih punya ibu dengan bapak yang belum bisa saya bahagiakan,” kata dia singkat.

Keluarga korban pun menanggapi permintaan terdakwa tersebut pda rabu (10/4), “Kita tunggu saja, mudah-mudahan sesuai dengan tuntutan dari kita. Hukuman mati. Karena itu satu-satunya pilihan yang saya rasa bisa jadi tanggung jawab hukum dari ini dua orang terdakwanya. Bayangkan saja enam orang meninggal satu kali. Harusnya memang hukuman mati.”

“Harapannya kita pasti hukuman mati dan saya dengar juga dari jaksanya tidak akan meleset dari tuntutannya,” imbuhnya.

Hukuman mati, Menurut Amiruddin adalah hukuman yang tepat atas tindakan kedua terdakwa.

Kasus pembakaran keluarga ini sempat menjadi isu nasional di mana melibatkan seorang bandar narkoba di dalamnya. Kedua terdakwa terlibat dalam aksi pembakaran yang dikomandoi Daeng Ampuh dari balik penjara.

Dalam sidang dakwaan, kedua terdakwa terancam hukuman mati setelah didakwa pasal berlapis oleh jaksa dengan dakwaan primer Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: 3.204 Rumah Terendam, Mensos Kucurkan Bantuan Rp482 Juta

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Yang Membuat Pasutri Gantung Diri

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Dikabarkan Meninggal, Sang Adik Angkat Bicara
apahabar.com

Nasional

ACT Berangkatkan 20 Truk Bantuan ke Pandeglang dan Lampung Selatan
apahabar.com

Nasional

Rayakan Hari Raya Nyepi, Ini Doa Umat Hindu Banjarmasin untuk Indonesia
apahabar.com

Nasional

Menkes Terawan Trending di Twitter Gara-gara Kursi Kosong di Talk Show Mata Najwa
apahabar.com

Nasional

Skandal Harley, Erick Thohir Copot Semua Direksi Garuda
apahabar.com

Nasional

Adaptasi New Normal, Perusahaan Diingatkan Atur Pola Kerja
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Terus Ingatkan Pendukungnya Tetap Tenang
apahabar.com

Nasional

Bandung Barat Diamuk Puting Beliung, Belasan Rumah Rusak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com