Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Ternyata, Islam Temukan Kacamata Ratusan Tahun Sebelum Barat

- Apahabar.com Senin, 1 April 2019 - 11:39 WIB

Ternyata, Islam Temukan Kacamata Ratusan Tahun Sebelum Barat

Ilustrasi ilmuwan muslim. Foto-blogspot.com

apahabar.com, JAKARTA – Dalam peradaban Islam, kacamata ternyata sudah ditemukan jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya. Bahkan hal itu diungkapkan Ibnu Al Hamdis 200 tahun yang lalu.

Penemuan kacamata dalam peradaban Islam seperti dilansir republika, terungkap dalam syair Ibnu Al Hamdis (1055 M- 1133 M). Dalam syair yang dibuatnya, dia menggambarkan tentang keberadaan kacamata.

Berikut di antara petikan syair tersebut:

“Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya.

Ini seperti seorang yang manusia yang pintar, yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan. Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah penglihatannya, dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.”

Syair al Hamdis tersebut mematahkan klaim peradaban barat sebagai penemu kacamata pertama.

Menurut penelitian Lutfallah, penggunaan kacamata mulai meluas di dunia Islam pada abad ke-13 M. Fakta itu terungkap dalam lukisan, buku sejarah, kaligrafi dan syair.

Baca Juga: Kesultanan Banjar Menjadi ‘Bagian’ Khilafah Islamiyah di Turki

Dalam salah satu syairnya, Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan kacamata.

“Usia tua datang setelah muda, saya pernah mempunyai penglihatan yang kuat, dan sekarang mata saya terbuat dari kaca.”

Sementara itu, Sejarawan Al Sakhawi juga mengungkapkan seorang kaligrafer Sharaf Ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447 M).

“Dia meninggal pada usia melewati 100 tahun; dia pernah memiliki pikiran sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca. Sebuah cermin disini rupanya seperti lensa,” papar al-Sakhawi.

Fakta lain yang mampu membuktikan bahwa peradaban Islam telah lebih dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter Muslim dalam ophtalmologi, ilmu tentang mata.

Julius Hirschberg menyebutkan dalam karyanya tentang ophtalmologi, dokter spesialis mata Muslim tak menyebutkan kacamata.

“Namun itu tak berarti bahwa peradaban Islam tak mengenal kacamata,” jelas Lutfallah.

Baca Juga: Sejarah Islam di Eropa Jadi Daya Tarik Wisatawan Muslim Indonesia

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Cerita Wisudawan Asal Vietnam yang Hafal Alquran di Pesantren Al Ihlas Banjarmasin
apahabar.com

Habar

Syekh Sudais: Insyaallah, Masjidil Haram Segera Dibuka
apahabar.com

Habar

Guru Wildan Angkat Bicara Soal Tindakan Petugas Keamanan di Kubah Sekumpul
apahabar.com

Habar

Riwayat Masjid Al Jihad (1), “Rebutan” Membangun Tempat Ibadah
apahabar.com

Habar

Manfaat Minum Kopi Menurut Ulama Islam di Abad Pertengahan
apahabar.com

Habar

MCCC Buat Program Pantau Masyarakat dan Warga Muhammadiyah

Habar

Wakil Bupati dan Pejabat Pemkab Tanbu Shalat Idul Adha di Masjid Agung Nurussalam
Raja Malaysia Serukan Umat Islam Shalat Hajat

Habar

Raja Malaysia Serukan Umat Islam Shalat Hajat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com