Wah, AS Mulai Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker & Jaga Jarak Update Saham Spanyol, Indeks IBEX 35 Tergelincir 0,46 Persen Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam

Ternyata, Islam Temukan Kacamata Ratusan Tahun Sebelum Barat

- Apahabar.com Senin, 1 April 2019 - 11:39 WIB

Ternyata, Islam Temukan Kacamata Ratusan Tahun Sebelum Barat

Ilustrasi ilmuwan muslim. Foto-blogspot.com

apahabar.com, JAKARTA – Dalam peradaban Islam, kacamata ternyata sudah ditemukan jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya. Bahkan hal itu diungkapkan Ibnu Al Hamdis 200 tahun yang lalu.

Penemuan kacamata dalam peradaban Islam seperti dilansir republika, terungkap dalam syair Ibnu Al Hamdis (1055 M- 1133 M). Dalam syair yang dibuatnya, dia menggambarkan tentang keberadaan kacamata.

Berikut di antara petikan syair tersebut:

“Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya.

Ini seperti seorang yang manusia yang pintar, yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan. Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah penglihatannya, dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.”

Syair al Hamdis tersebut mematahkan klaim peradaban barat sebagai penemu kacamata pertama.

Menurut penelitian Lutfallah, penggunaan kacamata mulai meluas di dunia Islam pada abad ke-13 M. Fakta itu terungkap dalam lukisan, buku sejarah, kaligrafi dan syair.

Baca Juga: Kesultanan Banjar Menjadi ‘Bagian’ Khilafah Islamiyah di Turki

Dalam salah satu syairnya, Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan kacamata.

“Usia tua datang setelah muda, saya pernah mempunyai penglihatan yang kuat, dan sekarang mata saya terbuat dari kaca.”

Sementara itu, Sejarawan Al Sakhawi juga mengungkapkan seorang kaligrafer Sharaf Ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447 M).

“Dia meninggal pada usia melewati 100 tahun; dia pernah memiliki pikiran sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca. Sebuah cermin disini rupanya seperti lensa,” papar al-Sakhawi.

Fakta lain yang mampu membuktikan bahwa peradaban Islam telah lebih dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter Muslim dalam ophtalmologi, ilmu tentang mata.

Julius Hirschberg menyebutkan dalam karyanya tentang ophtalmologi, dokter spesialis mata Muslim tak menyebutkan kacamata.

“Namun itu tak berarti bahwa peradaban Islam tak mengenal kacamata,” jelas Lutfallah.

Baca Juga: Sejarah Islam di Eropa Jadi Daya Tarik Wisatawan Muslim Indonesia

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Masyarakat Diminta Sabar, Pengurus Makam Datu Sanggul Tunggu Surat Edaran
apahabar.com

Habar

Puncak Haul, Paman Birin Harapkan Taman Makam Datuk Kelampayan Jadi Wisata Relegius Berkelas Dunia
apahabar.com

Habar

Atlet Dunia Jadi Mualaf, Salah Satunya ‘Ratu Wushu’ Tanah Air
apahabar.com

Habar

Update Istighotsah; Dibuka dengan Mendoakan Kedamaian untuk Indonesia
apahabar.com

Habar

Suporter Martapura FC Bantu Gratiskan BBM di Haul Sekumpul ke-14
apahabar.com

Habar

Tahun Ini, Haul Guru Bangil KH Syarwani Abdan Ditiadakan untuk Umum
apahabar.com

Habar

Haul Habib Basirih, Ribuan Peziarah Mulai Padati Kubah
apahabar.com

Habar

Sambut Tahun Baru Islam, Rumah Tahfidz Al Maher Banjarmasin Gelar Festival Anak Islam se-Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com