BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Tiket Mahal, BPKN Minta Kemenhub Cabut Aturan Tarif Batas Bawah Pesawat

- Apahabar.com Senin, 8 April 2019 - 15:50 WIB

Tiket Mahal, BPKN Minta Kemenhub Cabut Aturan Tarif Batas Bawah Pesawat

Ilustrasi tarif tiket pesawat mahal. Foto-liputan6

apahabar.com, JAKARTA – Mahalnya tarif tiket pesawat membuat Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) angkat bicara. Mereka meminta pemerintah mencabut aturan penetapan tarif batas bawah.

Menurut Koordinator Komisi Advokasi BPKN Rizal E Halim, penetapan tarif batas tidak sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Kami memandang pengenaan tarif batas bawah dan tarif batas atas sangat mencederai dan melanggar hak di UU Nomor 8 Tahun 99 karena tidak memberikan insentif konsumen untuk mendapatkan harga yang bisa mengkonfirm konsumen surplus,” kata dia dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, seperti dilansir detikcom, Senin (8/4/2019).

Berdasarkan laporan di lapangan, sambung Rizal, adanya aturan tersebut para maskapai justru menetapkan tarif mendekati batas atas. Hal ini pun memberatkan masyarakat.

“Penetapan tarif di lapangan mendekati batas atas. Artinya, kompetisi untuk menghadirkan jasa ini sulit untuk industri sehingga yang jadi korban adalah konsumen,” kata dia.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Jadi Atensi di Kaltara

Selain itu, Rizal juga menyoroti penetapan aturan tarif batas memicu gangguan pada pertumbuhan ekonomi. Karena dengan kompetisi industri penerbangan yang tinggi membuat pertumbuhan industri melambat.

Dengan demikian, tidak hanya konsumen (masyarakat) yang menjadi korban, tapi juga perekonomian nasional.

“Produktivitas barang dan jasa akan tertekan, margin usaha penerbangan logistik tertekan jadi kinerja perekonomian akan semakin tertekan apalagi di tengah daya beli masyarakat yang melambat,” ujarnya

Untuk  itu, Rizal meminta agar Kementerian Perhubungan membatalkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 dengan turunan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019 terkait tarif batas bawah tiket pesawat.

Baca Juga: Tiket AirAsia Hilang di Agen Online, Intervensi Kompetitor?

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Termasuk Kobar Kalteng, 4 Wilayah Selenggarakan Pilkada Punya Lebih 1.000 Kasus Covid-19 Aktif
apahabar.com

Nasional

Hormati Nyepi, Muslim Bali Tak Kumandangkan Azan Jelang Salat
Batik Air Siap Evakuasi WNI dari Wuhan

Nasional

Batik Air Siap Evakuasi WNI dari Wuhan
apahabar.com

Nasional

Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo Wafat, Pemakaman di TMP Kalibata Disiapkan.
apahabar.com

Nasional

103 Desa di Temanggung Rawan Longsor
apahabar.com

Nasional

BNPB: Delapan Orang Meninggal, Empat Lainnya Dinyatakan Hilang Akibat Banjir Sulsel
apahabar.com

Nasional

Jenazah Ustaz Arifin Ilham Dibawa ke Gunung Sindur Usai Disalatkan
apahabar.com

Nasional

Resmi! Presiden Jokowi Putuskan Ibu Kota RI Pindah ke Kaltim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com