Resmi, Palangka Raya Belum Mau Berlakukan New Normal Susul Tanbu, Giliran 3 Pasien Tapin Sembuh dari Covid-19 Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19 Pemuda Mandastana Genapi 4 Pasien Sembuh Covid-19 di Batola Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar




Home Tokoh

Senin, 8 April 2019 - 11:46 WIB

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (1), Seorang Habib ‘Melihat’ Keistimewaan Beliau Sejak Kecil

Aam - Apahabar.com

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan 
Foto-istimewa

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Para aulia dianugerahi Tuhan mata bathin yang tajam. Sehingga, mereka bisa mengetahui apa yang kelak terjadi di masa yang akan datang.

Orang mulia seperti itulah yang kemudian membaca gerak-gerik Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan di masa kecil, dan memprediksi beliau akan menjadi orang besar di kemudian hari.

Berdasarkan tulisan “Kiprah Keulamaan dan Pemikiran Tuan Guru H Muhammad Sjarwani Abdan al Banjari (Guru Bangil)”, Syekh Muhammad Syarwani adalah anak dari pasangan H Abdan dan Hj Halimatus Sa’diyah. Beliau masih terhitung keturunan ulama besar Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari: Syekh Muhammad Syarwani bin H Muhammad Abdan bin H Muhammad Yusuf bin H Muhammad Shalih Siam bin H Ahmad bin H Muhammad Thahir bin H Syamsuddin bin Sa’idah binti Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Pendidikan keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang beliau. Kampung Melayu, di mana beliau dilahirkan (1915 M-1334 H) merupakan kampung yang bernuansa relegius, yakni salah satu kampung dari Kota Serambi Makkah, Martapura. Tokoh ulama besar di kampung tersebut pada masa itu adalah Tuan Guru H Kasyful Anwar Al Banjari, yang tak lain adalah pamannya sendiri.

Baca juga :  Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (2), Sayyid Amin Qutbi pun Memujinya

Baca Juga: Habib Salim Jindan; Berguru pada 200-an Ulama Nusantara dan Bangga Menjadi Warga Indonesia

Guru Syarwani, mengisi masa kecil dengan menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam, yakni pesantren tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan. Kala itu, Pesantren tersebut dipimpin Tuan Guru H Kasyful Anwar Al Banjari. Di luar jam sekolah, beliau juga mengaji ke banyak ulama Martapura lainnya, semisal Tuan Guru H Ismail Ibrahim Khatib dan Tuan Guru H Muhammad Thaha.

Pada usia yang sangat muda, beliau meninggalkan kampung halaman (Martapura) dan bertolak ke Jawa Timur (Bangil), mengikuti keluarga beliau yang telah lama tinggal di sana karena keperluan usaha.

Di Bangil, beliau melanjutkan pencarian ilmu pada banyak ulama kenamaan, di antaranya: KH Muhdhar di Gondang Bangil, KH Abu Hasan di daerah Wetan Alun Bangil, KH Bajuri Kota Bangil, dan KH Ahmad Jufri di Pasuruan.

Pada suatu kesempatan, sebagaimana diceritakan Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri –Murid dari Syekh Syarwani Abdan-, keluarga beliau bertamu pada seorang Habib bermarga Al Haddad di Kota Bangil.

Baca juga :  Pasca Aksi 22 Mei, Pemprov Kalsel Rajut Persatuan di Banua

Oleh Habib tersebut, Tuan Guru Syarwani kecil dan saudara-saudara beliau masing-masing diberi air putih. Tentu saja bukan air putih biasa. Sebab tidak semua orang yang disuguhi mampu menghabiskannya.

Di antara saudara beliau, ada yang hanya mampu menghabiskan air setengah gelas sudah hilang dahaganya. Ada pula yang satu gelas baru hilang hausnya.

“Ketika Tuan Guru di Bangil disuguhi satu gelas, tidak cukup. Ditambah lagi. Masih tidak cukup. Kejadian itu dilihat oleh sang Habib, isyarat bahwa beliau adalah anak yang haus akan ilmu agama,” jelas Abah Guru Banjar Indah -Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri-.

Isyarat itu di kemudian hari terbukti benar. Tuan Guru Syarwani memang haus akan ilmu pengetahuan agama, beliau tidak hanya mencari di tempat kelahiran, bahkan hingga ke tanah suci.

Pengetahuan itu menjadi bekal beliau untuk membimbing umat di kemudian hari.

Baca Juga: Syekh Ahmad Syarwani Zuhri (1), Berguru pada Ulama Besar di Banyak Negara

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Zainal Ilmi Al Banjari (1), Lahir di Desa “Gudang Ulama”
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (1), Kejadian Ganjil Saat Dilahirkan
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H M Sya’rani Arif Al Banjari (1), Khalifah Syekh Umar Hamdan
apahabar.com

Tokoh

Habib Salim Jindan; Berguru pada 200-an Ulama Nusantara dan Bangga Menjadi Warga Indonesia
apahabar.com

Tokoh

Datu Landak (1), Pada Dirinya Mengalir Darah Dua Ulama Besar Nusantara
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (3), Awal Mula Para Kiai Berguru dengan Beliau
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (4), Kiai Hamid Pasuruan: Saya Ingin Seperti Kiai Syarwani
apahabar.com

Tokoh

Mundur dari PNS, Ini Penjelasan UAS