Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh PSBB Berakhir, Banjarmasin Perpanjang Darurat Covid-19




Home Tokoh

Selasa, 16 April 2019 - 10:18 WIB

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (4), Kiai Hamid Pasuruan: Saya Ingin Seperti Kiai Syarwani

Uploader - Apahabar.com

Kiai Hamid Pasuruan (kiri) bersama Guru Bangil (Kanan). Foto-istimewa

Kiai Hamid Pasuruan (kiri) bersama Guru Bangil (Kanan). Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan atau Guru Bangil memiliki kepribadian yang sederhana. Semula tidak banyak orang yang tahu tentang keutamaan beliau. Hal yang demikian itu ternyata membuat Kiai karismatik Pasuruan, KH Abdul Hamid atau Kiai Hamid ingin sekali seperti beliau.

Guru Bangil semasa hidup adalah pribadi yang sederhana. Berpakaian layaknya orang haji biasa di zamannya. Sehingga, ketika beliau menetap di Bangil tak banyak yang mengetahui jika beliau adalah seorang ulama besar.

Baca Juga: Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (1), Seorang Habib ‘Melihat’ Keistimewaan Beliau Sejak Kecil

Bahkan, dikatakan Abah Guru Sekumpul (Tuan Guru H Muhammad Zaini), Guru Bangil adalah orang yang menjalani hidup dengan sangat sederhana. Beliau tidak memiliki lemari pakaian khusus dan ranjang di kamar. Pakaian beliau hanya menumpang di bagian lemari kitabnya.

Baca juga :  Belajar dari Abah Guru; Memandang dengan Tatapan Cinta

Guru Bangil adalah seorang ulama yang mengambil jalan khumul (menjauhi keramaian), tidak suka dan berharap kepada kemasyhuran.

Hal yang demikian rupanya membuat Kiai Hamid Pasuruan terkesan, sehingga beliau berkata, “Saya ingin sekali seperti Kiai Syarwani, dia itu ‘alim tapi Mastur (tertutup/tersembunyi), tidak Masyhur. Kalau saya sudah terlanjur masyhur, jadi saya sering kerepotan karena harus melayani banyak tamu. Menjadi masyhur itu tidak mudah, bebannya berat. Kalau Kiai Syarwani itu enak, jadinya tidak banyak didatangi orang.”

Baca Juga: Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (2), Sayyid Amin Qutbi pun Memujinya

Sementara itu, antara Kiai Hamid dan Guru Bangil memiliki hubungan erat yang tak biasa. Kiai Hamid yang merupakan ulama karismatik Pasuruan kerap menjadi tujuan banyak orang untuk bertamu dan bertukar pikiran. Sehingga tak jarang, banyak yang kesulitan ketika ingin menemui beliau.

Baca juga :  12 Pekan Istirahat, Puluhan Ribu Jemaah Rindukan Guru Zuhdi

Uniknya, menurut pengalaman banyak orang yang ingin bertemu dengan Kiai Hamid. Mereka dimudahkan jalan bertemu dengan beliau, apabila mereka terlebih dulu bertamu kepada Guru Bangil. Bahkan tak jarang, mereka yang terlebih dulu bertamu pada Guru Bangil, mendapat kehormatan ketika bertamu pada Kiai Hamid. Semisal, beliau sendiri yang membukakan pintu.

Entah ada ikatan apa di antara keduanya. Sehingga, orang-orang yang bertamu pada Kiai Syarwani bisa dengan mudah dikenali Kiai Hamid. Padahal, saat itu tidak ada alat komunikasi (telpon) yang dapat mengabarkan kedatangan tamu-tamu mereka.

Baca Juga: Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (3), Awal Mula Para Kiai Berguru dengan Beliau

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Keteladanan Sahabat Nabi Muhammad SAW: 1 Nyawa demi 1 Ayat
apahabar.com

Tokoh

Habib Salim Jindan; Berguru pada 200-an Ulama Nusantara dan Bangga Menjadi Warga Indonesia
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (13), Berguru pada 179 Ulama, Tersebar dari Banjar hingga Tanah Suci
apahabar.com

Religi

Habib Ali Masyhur Meninggal Dunia, Medsos Bertabur Pesan Duka
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (9), Melarang Murid Memberi Minum Saat Mengajar
apahabar.com

Tokoh

Kisah Khalifah Umar bin Khattab Rela Lapar demi Rakyatnya
apahabar.com

Tokoh

Begini Ceritanya Guru Khaliq Menjadi Qari di Sekumpul
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru Mulkani Al Banjari(2), Murid Pertama Habib Umar bin Hafidz dari Tanah Banjar