Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan

Usai Pemilu, Investor Pilih “Wait and See”

- Apahabar.com Kamis, 18 April 2019 - 15:40 WIB

Usai Pemilu, Investor Pilih “Wait and See”

Bursa Efek Indonesia. Foto-Tempo/Eko Siswono Toyudho

apahabar.com, JAKARTA – Para investor memilih wait and see, sampai pengumuman resmi kabinet baru, untuk merealisasikan investasi.

Pengamat ekonomi Fithra Faisal Hastiadi menilai, sikap ini diambil berkaitan keputusan sektoral menteri-menteri nantinya.

“Sikap ‘wait and see’ investor mungkin akan sampai pengumuman kabinet baru karena menunggu keputusan sektoral menteri-menterinya,” katanya.

Kendati demikian, menurut Fithra, hasil hitung cepat yang saat ini beredar, di mana petahana Presiden Jokowi dinyatakan unggul, investor sudah mendapat kepastian pemenang Pilpres.

Hal itu disebutnya telah membuat investor bisa memprediksi kebijakan petahana dan melakukan penyesuaian.

Baca Juga: Di TPS Bupati Tapin, Prabowo Menang Telak

“Yang jelas mereka sudah dapat kepastian siapa pemenangnya. Mereka sudah tahu bagaimana kebijakannya dan tentu mereka sudah bisa menyesuaikan. Hanya mungkin sepertinya masih akan menunggu nama-nama menteri, setidaknya sampai nanti dilantik,” katanya.

Fithra menjelaskan sikap “wait and see” investor sejatinya dilakukan dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya karena menunggu pemenang Pilpres.

Ia menyebut sikap itu dilakukan lantaran masih ada kebijakan pemerintah yang terkesan tidak konsisten.

“Ada kebijakan dengan inkonsistensi yang cukup besar. Faktor itu juga yang membuat mereka semakin menunggu,” tuturnya.

Berdasar hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, hitung riil belum dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: Wagub: Jumlah Investor di Kalsel Mencapai 14.263 Investor

Editor: Fariz F

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dorong Sektor Kesehatan, Astra Serahkan 10 Unit Truk Tangki Air kepada PMI
apahabar.com

Nasional

LPI: Jangan Mudah Terpengaruh Informasi dari Medsos
apahabar.com

Nasional

Kampanye Akbar Prabowo Sandi di GBK Berjalan Kondusif
apahabar.com

Nasional

Ada yang Sebar Hoax Gelombang Besar Hantam Sabang Aceh
apahabar.com

Nasional

Hipmi Siap Lahirkan Konglomerat Baru di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Jadi Menteri, Nadiem Makarim Pamit ke Karyawan Gojek
apahabar.com

Nasional

Memanas dengan China, Jokowi Gandeng Jepang di Natuna
apahabar.com

Nasional

Mantan Jihad Maluku Gelar Ceramah Deradikalisasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com