Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Begal Sadis di Gunung Kayangan Ditembak Sebelum Beraksi di Bali Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos

Wajar Padi Tak Bisa Tumbuh, Dewan Sebut Lahan HPS Bermasalah

- Apahabar.com Senin, 1 April 2019 - 20:25 WIB
  • apahabar.com, BANJARMASIN – Dijadikannya Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala sebagai lokasi Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) menandakan daerah itu punya potensi terpendam sebagai daerah lumbung padi terbesar di Kalsel.

    Lima bulan berlalu, lahan HPS tak banyak mengalami perubahan. Rumput liar tampak meninggi di galengan petak sawah. Lahan padi yang diharap menghijau hanya terlihat petakan sawah yang tergenang air.

    Baca Juga: Sawah Eks HPS 2018, Nasibmu Kini…

    Bicara lahan yang tak bisa ditanami, Danu Ismadi Saderi menilai tanah di daerah Jejangkit memang bermasalah.

    Bermasalah dalam artian ditanami padi karena mengandung Disulfida Besi (FeS2) atau mineral berwarna kekuningan dengan kilap logam cerah yang sering disebut Pirit

    “Kemarin kan pernah saya bilang, kalau daerah itu bermasalah, sirkulasi arinya mesti ditata dengan baik,” kata anggota Komisi II DPRD Kalsel itu, kepada apahabar.com Senin (1/4).

    Untuk mengatasi FeS2 atau Pirit, kata Danu, tanah tidak perlu dibalik. Karena kandungan pirit justru akan keluar. Mestinya hanya di air. Lalu buat sirkulasi air yang baik untuk mencuci kandungan pirit.

    Untuk keberhasilan panen di lahan tersebut, eks Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, menyarankan perlu dilakukan beberapa tahapan. Di antaranya meningkatkan pH atau derajat keasaman air.

    “Mungkin memerlukan tiga sampai empat kali tanam baru bisa menghilangkan kandungan Pirit,” ujarnya.

    Diperkirakan dampak positif yang ditimbulkan justru untuk jangka panjang yang dapat dirasakan pasca tanah selesai diolah.

    Melihat kondisi saat ini, Danu meminta lahan tersebut tetap digarap.

    “Kita sudah bicara dengan Dirjen sarana Prasarana supaya lahan (HPS) itu tetap digarap. Dan kita menuntut supaya itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

    Dewan meminta Dinas Tanaman Pangam dan Hortikulturan tetap mengawal lahan tersebut, supaya bisa dimanfaatkan sebak-baiknya dari Petani.

    Baca Juga: Penutupan Jembatan Alalak, Polisi Kerja Ekstra

    Reporter: Rizal Khalqi
    Editor: Fariz Fadhillah

    Editor: Redaksi - Apahabar.com

    Share :

    Baca Juga

    apahabar.com

    Kalsel

    Per Agustus 2019, Intensitas Kebakaran di Banjarmasin Meningkat 3 Kali Lipat
    Bakal Calon Petarung Pilkada Balangan Harus Perhatikan Ini

    Kalsel

    Bakal Calon Petarung Pilkada Balangan Harus Perhatikan Ini
    apahabar.com

    Kalsel

    Operasi Antik Intan 2019, Polres Batola Gulung 14 Tersangka Narkoba
    apahabar.com

    Kalsel

    Tak Ingin Jemaah Haul Sekumpul Dorong Motor, Misran Bagikan BBM Gratis

    Kalsel

    Update Covid-19 Kotabaru: Pasien Sembuh Total 464
    apahabar.com

    Kalsel

    Doorr..! Pembunuh Ibu Muda di Kintap Tala Bertekuk Lutut Ditembus Timah Panas
    apahabar.com

    Kalsel

    PPDB Kalsel digelar Serentak Juni-Juli 2020, Simak Regulasinya
    apahabar.com

    Kalsel

    Penggunaan Anggaran Polresta Banjarmasin 2020 Diminta Selaras Program Kapolri
    error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com